Langsung ke konten utama

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari ke-3): Selalu Ada Hikmah dalam Setiap Peristiwa



Pada Forum keluarga di tantangan hari ke-3, kami membahas rencana kegiatan di hari Sabtu. Rencananya,  di pagi hari saya  akan mengantar Diara mengikuti kegiatan Pramuka bersama komunitas Ksuper di Balai Kota Depok. Setelah itu pulang ke rumah dan beresin kamar depan. Diara berencana tidur sendiri, namun dia ingin kamarnya dirapikan terlebih dahulu. Tugas ayah adalah mengantar dan menjemput serta nungguin mesin cuci yang sedang bekerja alias kebagian tugas cuci baju pakai mesin cuci.

Sabtu pagi, Depok diguyur hujan sejak shubuh. Hujan turun tak henti, sehingga kegiatan Pramuka batal diadakan. Tiba-tiba kok pengen makan soto Ranjau di Jalan Sabang nanti malam. Pelan-pelan dekatin suami yang lagi duduk santai, kayaknya waktunya pas nih buat forum keluarga, menyampaikan ide makan Soto Ranjau.

B : Yah, udah lama ya ga makan soto ranjau. Nanti sore kita ke sana yu? *sambil menatap mata suami.
A : Katanya hari ini mau beresin kamar depan.
B : Iyakan ga lama, ntar juga beres *tetap menatap suami. Gimana yah, mau kan yah? udahk kangen banget nih. Kebayang kuahnya yang enak. *intonasi dan bahasa tubuh semangat menjelaskan antusias pengen ke sana
A : * ehm...gimana nanti
B :  Respon datar, tapi masih ada harapan. Semangat beres-beres biar cepet kelar. Haih...asyiknya...jalan sore..mari kita berjalan sore-sore...(jadul banget lagunya, ketahuan angkatan berapa wkwkwkw)

Saat sore tiba kondisi kamar sudah rapi, alhamdulillah ayah setuju ngajak jalan-jalan. Alhamdulillah...yes...yes..seneng sekali, usaha tak sia-sia. Tanpa disuruh kita langsung siap-siap untuk jalan-jalan. Sebelum berangkat, kita mampir terlebih dahulu ke resepsi pernikahan tetangga dekat rumah. Yang namanya kondangan tentu identik dengan parasmanan. Tak mungkin menolak...akhirnya pulang kondangan perut sudah kenyang.

Perjalan pulang dari kondangan, di atas motor Ayah bertanya“ Masih mau jalan-jalan? Kan udah makan?”
“Masih dong”. Jawab bunda *Bahasa tubuh dan intonasi masih semangat
“Kemana nih jalan-jalannya? Masih mau ke Jakarta? Udah sore banget, bentar lagi maghrib. Margonda pasti macet malam minggu gini.”
Bunda mikir “ Ya sudah ke Mall Depok saja, ada yang mau di cari di Food Daily”

Ternyata benar, Margonda  macetnya parah. Bahkan sejak turunan Grand Depok City, kemacetan sudah terjadi. Kita sampai bingung kok macet parah begini. Setelah dicek, ada kecelakaan motor. Setelah melewati TKP kecelakaan motor jalan mulai lancar dan sampailah kami ke Mall Depok.

Di Mall Depok, kunjungan kami tak lama. Setelah mendapatkan apa yang kami cari, kami langsung pulang. Perjalanan menuju pulang, kondisinya lebih parah macetnya. Sempat terpikir hebat ya orang Depok, malam mingguan begini banyak bener yang mau jalan-jalan. Kondisi ekonomi yang katanya serba mahal ini, ternyata tidak meghalangi minat masyarakat untuk mencari hiburan atau menghabiskan weekend bersama keluarga tercinta dengan jalan-jalan.

Sesampainya di rumah, mendapat informasi bahwa terjadi pohon tumbang disekitar halte UI yang menyebabkan korban meninggal 1 orang dan korban luka 1 orang. Peristiwa ini menyebabkan macet parah jalan Margonda. Info ini tentu ini membuat kami prihatin, terutama untuk korban yang meninggal. Namun disisi lain kami bersyukur, diskusi kami saat di motor tadi yang akhirnya memutuskan tidak jadi ke Jakarta Alhamdulillah memberi hikmah. Alhamdulillah kami urung pergi ke Jakarta, kalau tetap pergi maka kami akan merasakan macet parah sepanjang jalan menuju Jakarta. Kasihan Diara tentunya.

Malam ini, menjelang tidur seperti biasa kami ngobrol santai. Hari ini kami banyak mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi. Kami menyadari setiap peristiwa baik atau buruk semua pasti ada hikmahnya. Baik buruknya itu kita yang melabeli. Yang terpenting adalah kita ikhlas menerima keadaan sehingga mudah menemukan hikmah di baliknya.
Forum Keluarga hari ke-3 :( Kaidah 7-38-55) latihan menyampaikan pesan dengan intonasi dan bahasa tubuh yang mendukung pesan yang ingin disampaikan.  Menurut Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi. Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...