Pada Forum keluarga di tantangan hari ke-3, kami
membahas rencana kegiatan di hari Sabtu. Rencananya, di pagi hari saya akan mengantar Diara mengikuti kegiatan Pramuka bersama komunitas Ksuper di Balai Kota
Depok. Setelah itu pulang ke rumah dan beresin kamar depan. Diara berencana tidur sendiri, namun dia ingin kamarnya dirapikan
terlebih dahulu. Tugas ayah adalah mengantar dan menjemput serta nungguin mesin cuci yang sedang bekerja alias kebagian tugas cuci baju pakai mesin cuci.
Sabtu pagi, Depok diguyur hujan sejak shubuh.
Hujan turun tak henti, sehingga kegiatan Pramuka batal diadakan. Tiba-tiba kok pengen makan soto Ranjau di Jalan Sabang nanti malam. Pelan-pelan dekatin suami yang lagi duduk santai, kayaknya waktunya pas nih buat forum keluarga, menyampaikan ide makan Soto Ranjau.
B : Yah, udah lama ya ga makan soto ranjau. Nanti sore kita ke sana yu? *sambil menatap mata suami.
A : Katanya hari ini mau beresin kamar depan.
B : Iyakan ga lama, ntar juga beres *tetap menatap suami. Gimana yah, mau kan yah? udahk kangen banget nih. Kebayang kuahnya yang enak. *intonasi dan bahasa tubuh semangat menjelaskan antusias pengen ke sana
A : * ehm...gimana nanti
B : Respon datar, tapi masih ada harapan. Semangat beres-beres biar cepet kelar. Haih...asyiknya...jalan sore..mari kita berjalan sore-sore...(jadul banget lagunya, ketahuan angkatan berapa wkwkwkw)
B : Yah, udah lama ya ga makan soto ranjau. Nanti sore kita ke sana yu? *sambil menatap mata suami.
A : Katanya hari ini mau beresin kamar depan.
B : Iyakan ga lama, ntar juga beres *tetap menatap suami. Gimana yah, mau kan yah? udahk kangen banget nih. Kebayang kuahnya yang enak. *intonasi dan bahasa tubuh semangat menjelaskan antusias pengen ke sana
A : * ehm...gimana nanti
B : Respon datar, tapi masih ada harapan. Semangat beres-beres biar cepet kelar. Haih...asyiknya...jalan sore..mari kita berjalan sore-sore...(jadul banget lagunya, ketahuan angkatan berapa wkwkwkw)
Saat sore tiba kondisi kamar sudah rapi, alhamdulillah
ayah setuju ngajak jalan-jalan. Alhamdulillah...yes...yes..seneng sekali, usaha tak sia-sia. Tanpa disuruh kita langsung
siap-siap untuk jalan-jalan. Sebelum
berangkat, kita mampir terlebih dahulu ke resepsi pernikahan tetangga dekat rumah. Yang namanya kondangan tentu
identik dengan parasmanan. Tak mungkin menolak...akhirnya pulang kondangan perut sudah kenyang.
Perjalan pulang dari kondangan, di atas motor Ayah bertanya“ Masih mau jalan-jalan? Kan udah
makan?”
“Masih dong”. Jawab bunda *Bahasa tubuh dan intonasi masih semangat
“Kemana nih jalan-jalannya? Masih mau ke
Jakarta? Udah sore banget, bentar lagi maghrib. Margonda pasti macet malam
minggu gini.”
Bunda mikir “ Ya sudah ke Mall Depok saja, ada
yang mau di cari di Food Daily”
Ternyata benar, Margonda macetnya parah. Bahkan sejak turunan Grand
Depok City, kemacetan sudah terjadi. Kita sampai bingung kok macet parah
begini. Setelah dicek, ada kecelakaan motor. Setelah melewati TKP kecelakaan
motor jalan mulai lancar dan sampailah kami ke Mall Depok.
Di Mall Depok, kunjungan kami tak lama. Setelah
mendapatkan apa yang kami cari, kami langsung pulang. Perjalanan menuju pulang,
kondisinya lebih parah macetnya. Sempat terpikir hebat ya orang Depok, malam
mingguan begini banyak bener yang mau jalan-jalan. Kondisi ekonomi yang katanya serba
mahal ini, ternyata tidak meghalangi minat masyarakat untuk mencari hiburan
atau menghabiskan weekend bersama keluarga tercinta dengan jalan-jalan.
Sesampainya di rumah, mendapat informasi bahwa terjadi pohon tumbang disekitar halte UI yang menyebabkan korban
meninggal 1 orang dan korban luka 1 orang. Peristiwa ini menyebabkan macet
parah jalan Margonda. Info ini tentu ini membuat kami prihatin, terutama untuk
korban yang meninggal. Namun disisi lain kami bersyukur, diskusi kami saat di
motor tadi yang akhirnya memutuskan tidak jadi ke Jakarta Alhamdulillah memberi
hikmah. Alhamdulillah kami urung pergi ke Jakarta, kalau tetap pergi maka kami
akan merasakan macet parah sepanjang jalan menuju Jakarta. Kasihan Diara
tentunya.
Malam ini, menjelang tidur seperti biasa kami ngobrol santai. Hari ini kami banyak mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi. Kami menyadari setiap peristiwa baik atau buruk semua pasti ada hikmahnya. Baik buruknya itu kita yang melabeli. Yang terpenting adalah kita ikhlas menerima keadaan sehingga mudah menemukan hikmah di baliknya.
Forum Keluarga hari ke-3 :( Kaidah 7-38-55) latihan menyampaikan pesan dengan intonasi dan bahasa tubuh yang mendukung pesan yang ingin disampaikan. Menurut Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait
dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal
(kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi.
Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi
suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).
