Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kelas menulis

Perjalanan Membaca Sebuah Petunjuk

Siang itu hujan rintik-rintik turun membasahi pepohonan di luar sana. Gadis kecil sedang terlelap, mungkin dia lelah setelah tadi pagi latihan berenang bersama temannya. Tak sengaja mata melihat sebuah buku hitam tebal tergeletak di atas lemari laci. Kuraih buku tersebu, oh...ternyata album foto pernikahan kami, pernikahan aku dan ayahnya si gadis kecil. Perlahan ku buka album foto itu, dan kupandangi satu persatu foto-foto di sana. Senyuman menghiasi bibirku saat memandang sosok kedua pengantin. Masya Allah kami pernah kurus,  kami tampak langsing dalam balutan baju pengantin adat Sunda. Senyum bahagia menghiasi bibir kami, dengan sorot mata penuh binar bahagia dan penuh pengharapan akan masa depan pernikahan yang indah.  Jadi ingat, tubuh singset kami itu bukan hasil sim salabim abrakadabra. Tapi melalui usaha dan kerja lelah. Kalau istrinya rela pulang malam, sehabispulang kerja mampir kelas senam dulu. Sang suamipun tak kalah, rela pagi-pagi berangkat kerja dem...

Ayah dan Bunda, Jangan Marah

"Nak jam tujuh kita berangkat ya?" "Iya Bun." Bunda berjalan ke dapur menyiapkan bekal makanan yang akan di bawa. Kembali ke ruang tengah, gadis kecil masih duduk manis di lantai sambil menggambar. Mata bunda langsung terbelalak melihat gadis kecilnya belum bersiap-siap. Reflek mata menoleh ke arah jam dinding yang tergantung manis di tembok. "Astagfirullah, nak belum mandi? Mau berangkat jam berapa?" Gadis kecil hanya diam dan tersenyum manis, sementara muka Bunda sudah merah dan omelan pun mulai berentet tanpa bisa ditahan. Pernahkah Ayah dan Bunda mengalami situasi seperti itu? Saya pernah, bahkan sering sekali terutama setahun belakangan ini saat gadis kecil menginjak usia 7 tahun. Kalau diri ini sedang waras, maka langsung gercep alias gerak cepat tanpa banyak bicara. Lain lagi kalau tubuh ini sedang lelah, bukannya bergerak cepat yang ada hanya omelan yang keluar. Ketika perilaku anak tidak sesuai harapan, kata-kata yang kelu...

Euforia Hari Pertama Anak Sekolah Di Mata Anak Homeschooling

Euforia hari pertama anak-anak masuk, mewarnai status media sosial hari ini. Begitupun di jalan raya, kemacetan mewarna pagi tadi. Keriwehan di masing-masing rumah tentu tidak kalah hebohnya. Apalagi setelah libur panjang, ritme bangun pagi agak kendor. Para ibu harus susah payah membangunkan putra putri tercinta. Belum lagi kehebohan menyiapkan baju seragam, peralatan sekokah hingga menyiapka sarapan serta bekal makanan. Kehebohan tidak berhenti disitu, para orang tua pun bersemangat mengantar putra-putrinya ke sekolah. Mengantarkan anak-anaknya menuju tempat belajar yang baru, tempat yang akan menjadi rumah kedua anak-anaknya. Sebuah pengharapan besar dari para orang tua, anak-anak bisa belajar dengan nyaman sehingga bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Dua tahun belakangan ini, Euforia anak masuk sekolah tidak kami. Sejak memutuskan homeshooling, putri kami tidak lagi sekolah formal.Jadi kami tidak mengalami kehebohan yang dialami ibu-ibu yang putra putrinya belaja...