Langsung ke konten utama

Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian (Hari ke -5 ) " Aku Sholehah kan Bun"

Hari ini cukup melelahkan terutama untuk Diara tak heran pukul 20.00 WIB sudah tidur, malah tadinya minta sebelum Magrib. Alhamdulillah dia paham bahwa tidak baik tidur menjelang magrib, apalagi dia belum sholat Magrib. Ketika ayahnya pulang malam, dia sudah terlelap.

Alhamdulillah, hari ini Diara sholehah...walau seperti biasa harus terus diingatkan. Mandi sendiri, pakai baju sendiri, dan makan sendiri (baik pas sarapan maupun makan siang). Bahkan pada saat membuat parakarya tadi siang melanjutkan project hari Jumat membuat rumah Barbie, dia membereskin sendiri peralatannya. Namun project tertunda kembali karena Bundanya dapat penawaran perawatan gratis di salon milik teman. Tentu saja seizin Diara,karena bertepatan jam tidur siang Diara. Diara malah mau banget, dia seneng bisa ketemu kakak Kapster di salon milik teman yang sangat ramah dan baik. Jadilah siang tadi kita mampir ke salon. Tak lupa sebelum berangkat Bunda ingatkan Diara supaya bisa menjaga sikapnya dan tidak berisik, mengingat di salon banyak orang yang perawatan dan tentu akan merasa terganggu kalau mendengar suara berisik.

Selama perawatan, Bunda merasa nyaman dan relaks. Diara alhamdulillah cukup enjoy bermain dengan para kapster yang tidak sedang bertugas. Dia cukup mandiri dan bisa membawa diri. Dia sabar menunggu Bundanya yang sedang perawatan. Padahal cukup memakan waktu sekitar dua jam.

Hal yang menggembirakan lagi pada saat malam tiba, Diara yang biasanya diingatkan untuk sholat malam ini dia yang mengingatkan bundanya. Dia pipis, cuci tangan kaki dan gosok gigi sebelum tidur tanpa disuruh. 

Diara   : Bunda, aku sholehah kan hari ini? Aku udah sholat, pipis, dan gosok gigi 
Bunda : Alhamdulillah iya sholehah banget. Makasih juga ya sayang tadi sabar menunggu Bunda pas di salon.
Diara   : Sama-sama  bunda #sambiltersenyum

Senyum bahagia terpancar di wajahnya,  apresiasi dengan kata-kata sebagai pengakuan atas prestasinya bisa membuat anak-anak bahagia. Bahagia itu sederhana, hanya kadang kita sebagai orang dewasa memandangnya dari kaca mata kita memandang pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi anak.

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...