Langsung ke konten utama

Scale Up Impact


MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha. 

Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha.

Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim.

Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional.

Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen tim, merencanakan aksi, membuat milestonenya dan hal-hal lain sesuai yang dianjurkan oleh Bu Septi. 

Perjalanan penuh tantangan tentunya, tim dengan masing-masing mempunyai kesibukan ditantang untuk bisa membuat berkomitmen terhadap amanah. Terutama dua diantara anggota tim bukan mahasiswa Bunshal, sehingga beban pekerjaannya tidak seperti yang ikut kelas Bunsha. Walaupun demikian saling back up dan mendukung. Seperti apa perjalanan tim dan aksi yang dilakukan? Bisa dilihat di video portofolio Tim Bunda Piara yang kami buat ini.

Untuk tugas penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha?  Maka kita lihat syarat kelulusan mahasiswa kampus Ibu Pembaharu yang tertulis di website Ibu Pembaharu yaitu memiliki dua kriteria lulus. Apa saja?

Kriteria lulus secara umum yang ditentukan oleh pihak manajemen kampus, dan kriteria lulus secara personal yang ditentukan oleh masing-masing mahasiswa. Maka dua kriteria ini yang akan menjadi bahan pertimbangan kelulusan di akhir perkuliahan.

Kriteria lulus secara umum yang ditentukan oleh pihak Manajemen kampus adalah sebagai berikut:

1. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 tantangan, dan 7 dari 8 review yang ada.
Done : Saya sudah menuntaskan 7 tantangan, karena tugas materi 8 ini adalah yang terakhir. Begitu  juga tugas review jurnal buddy, saya tidak pernah absen.

2. Mampu mengubah empati menjadi minimal 1.
Done, telah mengubah empati menjadi satu aksi bernama Bunda Piara yang aksinya menjadi bagian solusi tata kelola emosi ibu dalam menghadapi anak pra dewasa. 

3. Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di kampus Ibu Pembaharu
Done, saya telah berpartisipasi aktif di dua event yang diadakan kampus Ibu Pembaharu, yaitu Questival Kemerdekaan dan Kongresn Ibu Pembaru. Serta telah membeli tiket konferensi Ibu Pembaharu.

Bukti berpartisipasi aktif di questival :


Bukti berpartisipasi di Kongres :


4. Mampu membuat 1 portfolio aksinya dalam bentuk websites/pdf/karya digital lain.
Done, kami sajikan dalam bentuk video tim changemaker journey dengan sebuah portofolio digital.

Bagaimana dengan indikator kelulusan pribadi?
Indikator kelulusan pribadi untuk saya sendiri adalah:

1. Menyelesaikan  perkuliahan dengan standar mengikuti semua kriteria persyaratan kelulusan termasuk tugas-tugasnya.
Done, insyaAllah telah dilakukan tinggal menanti konferensi Ibu Pembaharu.

2. Optimal dalam membersamai tim.
Done, insyaAllah sudah dilakukan seoptimal saya. Dalam tim ada job desk, dan tim siap saling back up. 

Bismillah, dengan melihat indikator-indikator tersebut dan ikhtiar yang telah dilakukan sesuai kemampuan saya maka penilaiannya adalah layak LULUS di kelas Bunda Saliha ini. Dan semoga saya bisa berkomitmen dan berjuang terus untuk menjadi Ibu Pembaharu. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...