Langsung ke konten utama

Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari ke-9) : Waspadalah Selalu dan Berhati-hatilah Nak..

Pagi ini, kami bergegas ke kantor Imigrasi Depok untuk mengurus surat perpanjangan pasport yang akan habis masanya. Dengan diantar suami kami tiba di kantor tepat waktu sebelum kantor buka. Tapi pada saat menanyakan kepada Pas Satpam, kami diarahkan untuk ke bagian gedung sebelah kanan untuk antri nomor antrian. Subhanallah...antriannya mantap sekali, ada yang duduk dan ada yang berdiri. Karena kami baru tiba, maka kami masih kebagian yang berdiri.

Saat bundanya sedang ikut antrian, Diara memilih untuk duduk di kursi samping barisan antrian. Dia memilih duduk di sana sambil menggambar dan mewarnai. Antriannya cukup lama, karena jam buka masih sekitar satu jam lagi. Untuk mengisi waktu,saya cek berita di hp sabil terus mengawasi Diara. Saya lihat dia diajak ngobrol sama dua orang ibu, Diara memang tipe anak yang berani dan mudah sosialisasi. Di satu sisi saya bangga karena di supel, tapi di sisi lain saya khawatir mengingat kejahatan sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Kita harus berhati-hati dan waspada dalam setiap kesempatan, jangan sampai lengah. Mau menegur langsung khawatir membuat suasana jadi tidak nyaman, maka saya hanya mengawasi dari barisan antrian.Qodarullah..salah satu ibu dipanggil oleh petugas dan ibu yang satu lagi pergi ke tempat foto kopi. Kesempatan itu saya manfaatkan untuk memanggil Diara, saya ingatkan dia untuk tidak jauh dari bundanya.

Antrian nomor bisa kami lalui, antrian di dalam ruangan harus kami hadapi. Banyak-banyak sabar...Seperti biasa Diara tidak bisa diam, apalagi bertemu dengan sesama anak kecil sehinga dia asyik bermain. Untuk proses  dan sistem di kantor imigrasi alhamdulillahsudah bagus, alurnya jelas dan cepat. Jam 11an lebih saya sudah selesai urusannya dan tinggal pergi ke bank untuk membayar biayanya.

Saat di rumah, saya coba ajak Diara bicara kesempatan ini saya manfaatkan untuk menjadi forum keluarga antara saya dan Diara. 

B :  Tadi bunda seneng Diara hebat bisa ngobrol sama ibu-ibu tadi, ngobrol apa nak?
D :  Ibunya nanya bikin apa De?Terus aku jawab bikin kuda. 
B :   Ngobrol apa lagi nak?
D :  Lupa
B :  Diara kenal sama Ibu tadi?
D :  Engga
B :  Bunda berharap Diara lebih berhati-hati ya kalau di tempat umum. Di tempat umum banyak orang yang tidak dikenal, Bunda mengharapkan Diara tidak jauh dari bunda agar mudah mengawasinya. Selain itu juga, jangan mudah akrab dengan orang lain yang tidak dikenal harus tetap waspada ya nak. Zaman sekarang kasus kriminal di mana-mana, kita harus hati-hati dan waspada. 
D :  Iya bunda

Untuk saat ini, Diara bilang iya janji untuk tidak jauh dari bunda dan lebih berhati-hati, tapi ga tahu nantinya. Insya Allah kami akan terus mengingatkan demi kebaikan dan keselamatan Diara. Aamiin....

Pada tantangan hari ke-9 ini, latihan :  Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan,choose the Right Time dan jelas dalam memberikan pujian dan kritikan


Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...