Pagi ini, kami bergegas ke kantor Imigrasi Depok untuk mengurus surat perpanjangan pasport yang akan habis masanya. Dengan diantar suami kami tiba di kantor tepat waktu sebelum kantor buka. Tapi pada saat menanyakan kepada Pas Satpam, kami diarahkan untuk ke bagian gedung sebelah kanan untuk antri nomor antrian. Subhanallah...antriannya mantap sekali, ada yang duduk dan ada yang berdiri. Karena kami baru tiba, maka kami masih kebagian yang berdiri.
Saat bundanya sedang ikut antrian, Diara memilih untuk duduk di kursi samping barisan antrian. Dia memilih duduk di sana sambil menggambar dan mewarnai. Antriannya cukup lama, karena jam buka masih sekitar satu jam lagi. Untuk mengisi waktu,saya cek berita di hp sabil terus mengawasi Diara. Saya lihat dia diajak ngobrol sama dua orang ibu, Diara memang tipe anak yang berani dan mudah sosialisasi. Di satu sisi saya bangga karena di supel, tapi di sisi lain saya khawatir mengingat kejahatan sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Kita harus berhati-hati dan waspada dalam setiap kesempatan, jangan sampai lengah. Mau menegur langsung khawatir membuat suasana jadi tidak nyaman, maka saya hanya mengawasi dari barisan antrian.Qodarullah..salah satu ibu dipanggil oleh petugas dan ibu yang satu lagi pergi ke tempat foto kopi. Kesempatan itu saya manfaatkan untuk memanggil Diara, saya ingatkan dia untuk tidak jauh dari bundanya.
Antrian nomor bisa kami lalui, antrian di dalam ruangan harus kami hadapi. Banyak-banyak sabar...Seperti biasa Diara tidak bisa diam, apalagi bertemu dengan sesama anak kecil sehinga dia asyik bermain. Untuk proses dan sistem di kantor imigrasi alhamdulillahsudah bagus, alurnya jelas dan cepat. Jam 11an lebih saya sudah selesai urusannya dan tinggal pergi ke bank untuk membayar biayanya.
Saat di rumah, saya coba ajak Diara bicara kesempatan ini saya manfaatkan untuk menjadi forum keluarga antara saya dan Diara.
B : Tadi bunda seneng Diara hebat bisa ngobrol sama ibu-ibu tadi, ngobrol apa nak?
D : Ibunya nanya bikin apa De?Terus aku jawab bikin kuda.
B : Ngobrol apa lagi nak?
D : Lupa
B : Diara kenal sama Ibu tadi?
D : Engga
B : Bunda berharap Diara lebih berhati-hati ya kalau di tempat umum. Di tempat umum banyak orang yang tidak dikenal, Bunda mengharapkan Diara tidak jauh dari bunda agar mudah mengawasinya. Selain itu juga, jangan mudah akrab dengan orang lain yang tidak dikenal harus tetap waspada ya nak. Zaman sekarang kasus kriminal di mana-mana, kita harus hati-hati dan waspada.
D : Iya bunda
Untuk saat ini, Diara bilang iya janji untuk tidak jauh dari bunda dan lebih berhati-hati, tapi ga tahu nantinya. Insya Allah kami akan terus mengingatkan demi kebaikan dan keselamatan Diara. Aamiin....
Pada tantangan hari ke-9 ini, latihan : Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan,choose the Right Time dan jelas dalam memberikan pujian dan kritikan