Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kelasbunsayiip

Jagalah Auratmu Nak

Suatu sore setelah main hujan-hujanan, gadis kecil minta izin mandi bareng sama temannya. "Bunda,  aku mau mandi bareng sama temanku ya?" "Maaf ya Nak,  tidak boleh. Mandinya gantian saja,  siapa yang mau duluan, kamu atau temanmu?" "Memang kenapa Bun enggak boleh? Kan teman aku perempuan." "Tidak boleh sayang, kita tidak boleh memperlihatkan aurat kita sama teman kita walaupun perempuan. Itu pesan Rasulullah. Mandinya sendiri-sendiri saja ya" "Iya, Bun." Diapun beranjak pergi ke kamar mandi dan mandi duluan.  Kemudian disusul oleh temannya. Apa yang terjadi tadi jika tidak ingat pesan Rasulullah yang melarang melihat aurat laki-laki dan perempuan serta tidak boleh satu selimut dengan laki-laki atau dengan perempuan. Jika tidak teringat pesan Rasul, mungkin saja saya akan mengizinkan. Toh temannya sama-sama perempuan,  toh mereka masih anak-anak. Tapi untuk urusan ini,  harus tegas jangan sampai pembiaran terjadi malah...

Anak dan segudang Ide Kreatif

Anak-anak dunianya penuh imajinasi,  mereka kaya akan ide-ide brilian. Setiap hari,  setiap jam, 3 setiap detik ada saja ide kreatif baik saat bermain mandiri atau bermain bersama teman. Energi mereka besar ,  ide mereka luas, dan semangatnya tinggi. Sehingga mereka aktif bermain dan berkarya tidak seakajksn  tidak ada matinya.  Bermain bersama teman yang sudah lama dikenal mungkin tak aneh,  tapi bermain dengan baru dikenal lima memit dan langsung bisa main bersama itu tidak biasa.  Kepolosan mereka dan ketulusan mereka yang mengantarkannya,  sehingga mudah akrab dengan teman baru.  Seperti cerita Little kala bermain di sebuah tempat barmain anak. Dia datang sendiri,  tal lama berhaha... Hihi dengan beberapa teman.  Kemudian mereka main role play, bermain"Polisi Polisian". Terlihat seru sekali mereka bermain,  entah siapa duluan yang memilili ide kreatif bermain itu. Di usia tujun tahun ini,  Little Di sudah ...

Berkreasi dengan Alpukat

Pekan ini alhamdulillah dapat rezeki kiriman alpukat dari kampung halaman suami. Rasanya manis, pulen dan legit. Saat datang alpukat masih mentah, ada satu dua yang sudah matang.Melihat share orang-orang cara mengeram alpukat agar matang sempurna, akhirnya mencoba yang menusuk bagian belakang yang bekas tangkai dengan tusuk gigi kayu.  Qadarullah itu alpukat matang bersamaan, sementara yang di rumah sudah mulai enek. Akhirnya browsing mencari ide kreatif menu makanan berbahan alpukat. Hasil pencarian didapat beberapa alternatif seperti puding, es krim, bolu, es mambo dan sebagainya. Mulailah mencari resep yang bahan-bahannya tidak mahal dan cara pembuatannya mudah. Pilihan jatuh kepada membuat brownies topping alpukat dan puding.  Kami mulai menyiapkan resep dan bahan. Proyek ini kerja sama Bunda, Little Di dan sepupu kami. Beberapa bahan yang tertulis dalam resep ada yang tidak tersedia di rumah, maka saya skip atau modifikasi. Begitu juga untuk topp...