Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label IIP

Maths Is All Around Us: Aliran Rasa Level 6

sumber gambar from Google Setiap akan mendapat materi baru di Kelas Bunda Sayang  Institut Ibu Profesional, ada perasaan dag dig dug dan penasaran. Materi level ini tentang apa ya? Tantangan sepuluh harinya seperti apa ya? Selalu berakhir dengan.....Masya Allah... Barakallah....Salut untuk Ibu Septi dan tim yang telah menyusun materi-materi dengan apik dan luar biasa. Apalagi untuk level 6 ini, saya seperti kejatuhan durian runtuh. Saat saya lagi lieur nyari metode memberikan pelajaran matematika untuk putri saya yang homeschooling, alhamdulillah mendapat materi ini.  Sejak terpapar dengan dunia parenting, saya dan suami sepakat untuk menunda mengajarkan calistung kepada anak. Kalau pun diberikan maka menggunakan metode yang menyenangkan misal melalui permainan, lagu dll. Sehingga tidak heran, putri saya baru bisa penjumlahan dan pengurangan. Kami tidak berkecil hati ketika teman-temannya sudah jago hitungan perkalian, pembagian dan operasi matematika yang lain. Bahka...

Stimulus Matematika Logis Pada Anak: Mengenal Honor

Tantangan hari ke-7 Level 6 Dalam tantangan hari ke tujuh dalam level 6 in, akan membahas tentang Kidzania. Diara masih belum bisa move on dari Kidzania. Dia masih semangat bercerita tentang pengalamannya bermain di Kidzania. Bunda : " Nak, kenapa sih para petugas di Kidznianya menyapa selamat malam? Diara   : " Kata Om yang di Rumah Sakit kenapa selamat malam, kan anak-anak itu belum bisa bekerja nah mereka baru bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan itu dalam mimpi. Jadi ceritanya ini dalam mimpi, makanya selamat malam." Bunda : "Oh gitu.Seneng engga bermain di sana?" Diara   : "Seneng bun, dapat uang banyak dan ada beberapa yang dapat souvenir" Bunda : "Oh iya ya, ada yang dapat coklat, kue, minuman dan yang lainnya" Diara   : "Kapan-kapan mau ke sana lagi ah bun." Bunda :"Nanti ya, tahun depan kalau ada promo lagi." Diara   : "Emang kenapa harus nunggu tahun depan dan ada promo/...

Stimulus Matematika Logis Pada Anak: Mengenap Pin Perbankan

Tantangan Hari Ke-5 Level 6 Hari ini, Bunda disibukkan dengan persiapan field trip komunitas homeschooling Diara ke Kidzania. Pada field trip kali ini Bunda menjadi penanggung jawabnya bersama salah satu bunda temannya Diara. Jam sebelas siang, Bunda dan Diara pergi ke bank untuk mengecek uang pendaftaran yang masuk dan juga untuk mentrasfer dan mengambil uang. Alhamdulillah banknya sepi, jadi tidak perlu mengantri lama. Urusan di teller selesai, kami pun turun ke lantai bawah menuju tempat ATM. Bunda mau transfer uang dan juga ngambil uang. Diara bersemangat sekali dan ingin dia yang melakukannya. Dengan arahan bunda, Diara memncoba melakukan transaksi transfer dan pengambilan uang. "Aku bisa kan bu?" serunya girang "Iya sayang, barakallah. Mudahkan kan? tanya bunda, "Maaf ya, untuk pin bunda enggak ngasih tahu." "PIN apa bu?Memangnya kenapa bun enggak boleh dikasih tahu orang lain?" "PIN itu kepanjangan dari Personal Ident...

Stimulus Matematika Logis Pada Anak: Mengenal Bangun Datar

Tantangan Hari Ke-3 Level 6 Weekend ini kami berencana ke Kuningan Jawa Barat mengantar Eyang Uti dan Eyang Akung yang akan pulang kampung setelah satu minggu berkunjung ke rumah kami di Depok.  Dalam perjalanan,  kami biasa mengadakan tebak-tebakan atau game untuk mengusir kejenuhan. Dalam rangka tantangan sepuluh hari,  kami main game mencari bentuk geometri yang ada di sekitar kami.   Ide permainan ini terlintas saat kemarin Diara mencoba menjawab soal evaluasi untuk anak kelas 1 SD semester 2. Keseluruhan soal bisa dijawab dengan baik,  hanya kesulitan dalam menjawab soal geometri.  Diara masih belum mengenal dengan baik,  sehingga saya coba kenalkan kembali beberapa bangun ruang. Permainan dimulai dengan observasi sekitar dalam mobil,  kira-kira ada kah barang-barang yang berbentuk bangun ruang yang akan disebutkan bunda.  Setelah Diara paham instruksinya,  dimulailah permainanya.   "Coba cari sepuluh ...

Stimulus Matematika Logis Pada Anak: Mengenal Perbandingan Harga

Tantangan Hari Ke-2 Level 6 Jumat Siang, saya dan Diara mampir ke sebuah supermarket di daerah Tole Iskandar. Kami ingin membeli beberapa bahan makanan dan camilan. Suasana terasa lengang, kami jadi leluasa dalam memilih barang yang kami cari. Diara bahkan sempat main kereta dorong, dorong ke sana ke mari dengan bebas. Melewati bagian dailiy food yang bersampingan dengan ikan dan daging, Diara berlari ke arah aquarium. Dia antusiuas mengamati ikan-ikan yang ada dalam aquarium.  "Bun, ada ikan yang mati!" serunya Saya pun berjalan ke arah aquarium dan ikut mengamati, "ada berapa nak ikan yang mati?" "Satu...Dua...Tiga..." jawabnya "Eh..ikan yang atas bergerak nak. Ternyata dia tidak mati nak, dia masih hidup. Dia hanya berdiam diri." "Eh...iya ya bun." Saya berjalan ke arah ikan-ikan yang sudah mati dan dibekukan, "Nak, sini nak! Coba lihat ini ikan apa saja?" Diara pun, membaca satu persat...

ALIRAN RASA LEVEL 5: MEMBACA ADALAH BERPIKIR

   Tantangan sepuluh hari game Level 5 sangat menarik dan menantang, mengapa? Jujur ini agak berat bagi kami yang belum terbiasa membaca buku secara rutin. Keluarga kami suka membaca tapi kami lebih menyukai kegiatan menonton karena lebih menarik, gambar bisa bergerak dan bersuara. Menyadari tontonan saat ini lebih banyak mudharatnya, kami mulai membatasi tontonan terutama untuk putri kami. Alhamdulillah putri kami bisa diajak bekerja sama, dia mau dialihkan untuk bermain yang  lain atau kegiatan membaca. Sekarang kegiatan menonton hanya dilakukan di akhir pekan melalui internet seizin kami dengan durasi yang dibatasi. Pada tantangan kali ini, kami merencanakan akan membaca buku tentang Islam dan materi umum bisa berupa hard copy atau digital . Pelaksanaanya buku hardcopy yang berhasil kami baca hanya sedikit dibawah 10 buku dengan rincian Diara (8 buku),  bunda ( 3 buku) dan ayah (0). Selebihnya sumber yang kami baca berbentuk digital, terutama Ayah y...

Mengisi Pohon Literasi

Tantangan Hari ke 11 Hari ke 11 ini mengulas Pohon Literasi keluarga Kami, terbuat dari kertas manila, kertas samson dan origami. Proses pembuatan melibatkan semua anggota keluarga, ayah, bunda, Diara dan sepupu yang tinggal di rumah kami. Berikut bentuk Pohon Literasi Kami. Dalam proses pengisian, kami isi oleh orang yang bersangkutan kecuali Ayah (dibantu oleh Bunda). Diara bersemangat mengisinya, walau belum lancar dalam menulis. Diara masih suka menanyakan huruf apa saja yang harus ditulis. Entah karena benar-benar tidak tahu atau kurang percaya diri. Kegiatan tulis menulis beres, dilanjutkan dengan menempel. Ini juga lucu, Diara tidak mau diintervensi. Ketika dikasih tahu di sebelah mana sebaiknya nempel, Diara menolaknya dengan alasan ingin sekehendak hati dia. Setelah sepuluh hari berlalu beginilah penampakan Pohon Literasi Kami. Paling atas adalah milik Ayahnya Diara, yang bagian tengah milik bunda dan paling bawah milik Diara. Bisa...
Tantangan Hari Ke-10 Hari Sabtu tanggal 17 Juni 2017 adalah hari ke sepuluh tantangan level 5 Kelas Bunda Sayang. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari keluarga, kami biasanya pergi ke luar bersama keluarga entah mengunjungi rumah saudara, ke tempat wisata, mengikuti kegiatan yang diadakan komunitas atau lembaga dll. Sabtu ini kami berencana ke Pasar Otomotive yang terletak di Duren Sawit Jakarta Timur karena ada beberapa barang yang ingin kami cari. Berdasarkan informasi di internet, para penjual di pasar ini menjual berbagai perlengkapan otomotif. Pukul 08. 00 WIB kami berangkat dari Depok, tak lupa membawa buku-buku yang akan menemani kami selama di perjalanan. Hari ini Diara membawa tiga buah buku yang dipilih oleh Diara sendiri dan menyimpannya di dalam tas gendongnya. Hari cukup melelahkan, cuaca yang terik dan suasana Ramadhan menjadi tantangan sendiri terutama bagi putri kami. Dia harus sabar menahan rasa lelah dan hausnya. Banyak urusan yang harus diselesaikan, setel...
Tantang Hari Ke-9 Pada tantangan hari ke sembilan ini masih berkutat dalam upaya meningkatkan minat Diara membaca mandiri. Kalau diamati, Diara tidak begitu antusias jika diajak membaca mandiri. Tidak seantusias jika dibacakan oleh orang lain. Harus mencari cara ini, bunda tidak ingin terkesan memaksa. Bahaya kalau ada kesan sperti itu, nanti bisa-bisa dia akan membenci kegiatan membaca. Hari ini, saat diajak baca buku yu? Jawabnya hayu...tapi bunda yang bacain ya. Yaa..baru saja prolog udah ditodong begitu. Alhamdulillah ada temannya sedang main di rumah. Ini jadikan senjata oleh bunda, didekati temannya diajak baca buku. Temannya mau, akhirnya Diarapun mau. Diara memilih membaca buku Genius Matematika yang berjudul Menyelamatkan Diri dari Pulau Tengkorak. Mulailah mereka membaca dengan suara keras, tapi kegiatan ini tidak mau didokumentasikan. Diara menolak, "lagi enggak mood" katanya. Baiklah daripada mogok tidak mau baca, keinginan mendokumentasikan ditaha...

Aliran Rasa Tantangan Level 3 Kelas Bunda Sayang ; Proyek Keluarga

  Syukur alhamdulillah..itu yang pertama ingin saya sampaikan, karena masih bisa diberikan kesempatan mengikuti Kelas Bunda Sayang. Tidak terasa sekarang sudah level 3, pada level ini kami peserta diminta membuat proyek keluarga yang bertujuan melatih anak tentang tiga materi yang telah diberikan meliputi materi komunikasi produktif, kemandirian dan mengasah kecerdasan. Tujuannya agar anak menjadi terlatih sehingga siap menghadapi kehidupan. Selama sepuluh hari kami melakukan proyek keluarga, mulai dari diskusi perencanaan proyek, persiapan proyek, pelaksanaan proyek dan review hasil proyek. Pada hari pertama proyek keluarga, kami membuat perencanaan kegiatan apa saja yang akan kami lakukan (dbuat listnya). Ada empat proyek keluarga yang kami rencanaka yaitu : Proyek berbagi dengan sesama Proyek Sains Proyek prakarya Proyek perpustakaan kami Dalam pelaksanaanya, ada yang bisa dilaksanakan dan sukses. Namun ada pula yang tidak bisa kami lakukan atau belum selesa...