Langsung ke konten utama

Jurnal Puasa Pekan ke-2; Mengatasi Rasa Malas dan Menunda Pekerjaan


Memasuki pekan ke-2, proses puasa masih sama topiknya yaitu berpuasa dari rasa malas dan menunda pekerjaan.   Proses puasa dilakukan dari tanggal 30 Maret- 5 April 2020. 

Puasa yang dialami menaiki fase turun naik. Terlihat dari badge yang diperoleh :



Dan inilah sekilas kisahnya....

Tanggal 30 Maret 2020
Hari ini saya berhasil membedah taman belakang yang berantakan. Dulu ditunda-tunda karena malas. Alhamdulillah hari ini, make over taman berhasil. Taman belakang sudah bersih, ternyata banyak sarang semut di bawah karpet rumput. Mungkin karena udara lembab, mereka membuat sarang di sana.
Badge : Very Good

Tanggal 31 Maret 2020
Hari ini badan terasa lelah dan lemas, perlu istirahat sejenak. Eh...yang ada malah ketiduran sampai sore. Bedah ruangan tidak tercapai, kalah sama rasa kurang sehat.
Badge : Need Improvement

Tanggal 1 April 2020
Badan kurang sehat, mau beresin kolong dapur tidak jadi. Ditunda dulu. Gagal dech melawan rasa malas dan menunda pekerjaan.
Badge : Need improvement

Tanggal 2 April 2020
Mood sedang tidak baik, sempat ada keributan dengan buah hatu. Jadi malas masak, tapi dipikir-pikir kasihan bocah kalau maknya malas masak. Bisa sakit perut, kelaparan. lhamdulillah...setelah rehat sejenak mood muncul kembali dan aktivitas dilanjutkan kembali.
Badge : Very good

Tanggal 3 April 2020
Hari itu, Maknya ada kajian onlien dan selesainya sore. Maknya mendadai mager buat masak. Alhamdulillah...makan malam disiapkan oleh gadis kecil yang masak makan malam. Walau hanya mie rebus pakai baso. 

Namun ada hal spesial hari ini, mencoba menu baru yaitu cireng nasi. Ikhtiar memanfaatkan nasi yang tidak di makan dan tepung tapioka yang hampir terlupakan.
Badge : Need Improvement


Tanggal 4 April 2020
Hari itu pergi ke pasar belanja stok bahan makanan, siap dengan perlengkapan ke luar seperti masker, hand sanitizer dll. Pulang dari pasar kami menyimak kajian online via zoom dan mencatatnya untuk dikirim tulisannya by email. Dikasih waktu 3 jam untuk mengerjakan.

Dengan niat tidak ingin menunda, setelah kajian selesai langsung mengerjakan rangkumannya. Agar cepat dikirim dan Maknya bisa beberes belanjaan dan melakukan food preparation.
Badge : Need Imrovement.


Tanggal 5 April 2020
Sudah beberapa hari ini, merasa kurang komitmen dan fokus. Karena itu, dihari ke-14 ini mulai mengatasi rasa menunda dan malasnya. Alhamdulillah cek list harian mulai nambah lagi.

Hari ini pak suami bersama bapak-bapak se RT membagikan sembako kepada warga yang terkena dampak Corona. Sempat telat masak, karena berpikir suami lagi di luar. Tapi kasihan anak kalau sampai telat makan. Jadi memutuskan masak yang simpel dan mudah dihangatkan. Alhamdulillah sayur toge dan goŕeng tempe dan ayam siap disajikan saat pak suami tiba di rumah.
Badge : Very Good

Demikianlah puasa di minggu kedua, naik turun tergantung mood. Semoga istiqomah dan terus ditingkatkan. Semangat 💪💪.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...