Masya Allah sudah hari ke-25 dari tantangan 30 hari?
Tidak terasa teman-teman...
Dan perasaan, belum ada perubahan yanh signifikant dalam diri ini.
Sepertinya metode kandang waktu kurang cocok aku terapkan. Kalau pakai metode ini banyak gagalnya, karena banyak faktor-faktor yang menghambatnya. Baik dari dalam diri yang kurang konsisten dan komitmen, ada faktor dari luar juga yang banyak berpengaruh.
Mungkin metode cek list dan Podomoro masih bisa diterapkan, dan namanya mungkin bisa diganti bukan lagi manajeman waktu ala Nurul tapi optimalisasi waktu ala Nurul.
Bagaimana caranya agar optimal dalam pemanfaatkan waktu?
Heeemm...sepertinya ini ide yang bagus.
Seperti hari ini, kalau pakai metode kandang waktu maka yang ada gagal total.
Tapi kalau pakai istilah optimalisasi waktu ya bisa dikatakan luar biasaah....
Kenapa demikian?
Karena hari ini beberapa list to do berhasil dikerjakan, termasuk yang kemarin-kemarin malas dikerjakan.
Hari ini berhasil membuat mustofa, singkong Thailand dan Baso yang dari kapan sangat dirindukan.
Akhirnya hari ini kami sekeluarga bisa makan baso.
Ngidam pengen makan baso, mau beli ragu-ragu karena Korona.
Penampakan Singkong Thailand yang beberapa hari ini menjadi menu camilan di keluarga kami :
Jadi bagaimanakah kelanjutan dari Tantangan ini?
Mungkin besok akan dicoba menggunakan list to do dan Podomoro saja. Berusaha optimalisasi waktu agar lebih bermanfaat. Aamiin....
Badge hari ini:



Komentar
Posting Komentar