Langsung ke konten utama

Hari ke-19 Tantangan 30 Hari Fase Kepompong Bunda Cekatan

Tantangan terbesar dalam melakukan suatu pekerjaan adalah mengalahkan rasa malas dan tubuh yang kurang sehat. Sehingga enggan untuk mengerjakannya, kalaupun mengerjakan maka tidak akan optimal.

Itulah...yang dirasakan beberapa hari ini, asam lambung naik, perut begah, pusing dan kram perut. Dan pagi ini hari pertama menstruasi, bertambah lagi apa yang dirasakan. Yup...sakit pinggang dan lemes.

Sejak pagi, jadwal sudah kacau. Bawaannya pengen rebahan dan leyeh-leyeh. Alhamdulillah pak suami semalam habis ronda, habis subuh tidur lagi. Urusan sarapan amannn. Hanya gadis kecil yang mengeluhkan lapar, melihat kondisi Maknya yang mager dia akhirnya memutuskan menggoreng telur dadar. Makasih ya sayang atas pengertiannya. Loveee you pulllll.

Agak siangan, badan mulai bisa diajak kerja sama. Menyiakpan menu makan siang, hari ini menunya Pindang Kepala Patin dan Sayur Kubis.  Ada yang luar biasa siang ini, bisa memasak dalam keadaan dapur rapi. Bahkan saat masak beres, dapur juga rapi. Luar biasa bukan??? Ini pencapaian yang luar biasa, karena biasanya saat masak keadaan dapur seperti kapal pecah. Amburadul wkwkwk.

Namun hari ini tidak dongg, kok bisa? Bagaimana caranya?

Tadi yang dilakukan adalah, mencuci segera barang yang telah digunakan dan menyimpan bahan makanan atau bumbu yang sudah dipakai ke tempat semula. Sehingga kondisi dapur tetap rapi.

Kegiatan lainnya hari ini didominasi oleh rebahan, niat awal mau nyetrika. Tapi pinggang sakit, batallah rencana itu.

Sorenya baru ke dapur lagi bukan untuk masak makan malam tapi mau buat singkong Thailand dan singkong merekah. Entah karena badan sedang kurang fit atau bagaimana, kegiatan masak hari ini sedikir kacau. Masak Tamagoyaki, lupa memberi garam dan merica. Rebus singkong rencana dikasih garam, bawang putih dan daun jeruk. Saat singkong udah matang, baru sadar lupa memasukkan daun jeruk. Ya...sudahlah batal merasakan goreng singkong merek rasa daun jeruk.  Ini dia penampakan Singkong merekahnya. Yummy....

Bukan hanya itu, saat masak Singkong Thailand lupa cara masak. Saat rebus singkong malah dikasih tepung sagu, yang ada bukan Singkong Thailand ini mah Bubur Singkong Thailand, menu baru dari Bunda Nurul. Wkwkwkwk.

Buat para Mak di manapun, yang menjadi poros dalam rumah tangga. Jaga kesehatan ya...karena tugas para emak cukup berat tidak hanya menjaga dirinya sendiri tapi menjaga suami dan anak-anaknya. Para Mak menjadi mataharinya sebuah keluarga, maknya sehat semua bahagia karena terurus. Ketika Maknya sakit, kehidupan di rumah tangga seakan-akan meredup. Tetap semangat makkkk. 💪🤗🥰

Badge :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...