Langsung ke konten utama

Hari ke-28 Tantangan 30 Hari Fase Kepompong Bunda Cekatan


Hari ini mendengarkan podcast Ibu Septi p
Peni Wulandani tentang Manajemen Waktu. Ada beberapa poin yang cukup menarik dan sepertinya bisa diadopsi karena cocok dengan ritme  saya dalam praktek manajemen waktu.

Apa itu?
Mungkin ada yang bertanya?
Bahkan menuju penasaran.

Simak dengan baik ya, ini ilmu penting sekali.

Jadi Ibu Septi berpendapat dalam praktek manajemen waktu, yaitu :

1. Skala Prioritas
Kita harus menentukan skala priotitas karena kita tidak mungkin mengerjakan semuanya dalam suatu waktu. Kita kerjakan yang prioritasnya lebih utama dulu baru menyusul yang lainnya.

2. Cut of time
Kita harus tegas dalam menentukan waktu pengerjaan, jangan sampai molor tidak jelas dan tidak ada batas. Jika waktu pengerjaan suatu pekerjaan satu jam, dan dalam batas waktu tersebut belum selesai juga maka dengan tegas di hentikan dulu untuk beralih ke aktivitas lain. Pekerjan yang belum selesai bisa diselesaikan jika ada waktu kosong. Itu menjadi lesson learned untuk tepat waktu dalam bekerja.

3.Menyelesaikan sampai finish
Maksudnya kita dalam mengerjakan sesuatu harus jelas mulai dari kondisi A maka kembali ke kondisi A lagi. Misal masak, dapur sebelumnya rapi maka setelah masak dapur harus kembali rapi.

Nah poin-poin tersebut sangat menarik dan akan coba dipraktekan. Tadi siang sudah mulai dipraktekan yang skala prioritas dan berhasil. Besok akan dicoba lagi, semoga lebih efektif dalam penggunaan waktu. Apalagi sebentar lagi Ramadhan, harapannya waktu yang ada bisa digunakan untuk diisi dengan amal sholeh dan beribadah kepada Allah. Harus dibuat perencanaan-perencanaan yang baik, insya Allah besok akan diskusi dengan pak suami dan gadis kecil.

Badge :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...