Pagi-pagi gadis kecil minta sarapan, Bunda yang sedang beres-beres berhenti sejenak, mengecek kondisi nasi di magic com. Astagfirullah...ini nasi cepat sekali kerasnya, padahal kemarin ga di nyalain terus. Kalau dimakan biasa sudah tidak mungkin, rasanya sudah aneh. Terdiam sejenak memandang nasi yang keras, berpikir mencari ide. Kayaknya tidak jauh dari nasi goreng, itu yang paling cepat dan mudah. Tapi kalau masak dengan cara yang sama, kasihan gadis kecil khawatir dia bosan.
Otak ini terus berpikir, dimasak dengan resep apa ya yang mudah. Browsing sana sini, tapi bahan-bahan lagi kosong. Akhirnya masak saja ala kadarnya sesuai bahan yang ada, nasi dan telur. Saat memberi bumbu baru terbersit, ah... "Kenapa tidak mencoba bumbu nasi goreng kari, dia suka tidak ya? Dulu pernah dibuatkan nasi goreng tanpa kecap, dia protes dan minta diberi kecap, katanya kalau tidak diberi kecap bukan nasi goreng namanya."
Bismillah...dicoba saja, diberi bumbu kari, garam, merica dan gula lalu diaduk-aduk. Icip-icip sedikit, ehmm... Cukup kayaknya. Disiapkanlah nasi goreng kari ala-ala dengan telur dadar, lalu diberikan kepadanya.
Lima menit...sepuluh menit... "Bunda, nasi gorengnya masih ada? Aku mau nambah, enak nasinya."
Terdengar seruan gadis kecil, yess banget mendengarnya. Ternyata dia suka dan tidak protes. Syukurlah lidahnya mau menerima masakan bundanya yang ala kadarnya. Dengan semangat 45 Bunda siapkan kembali nasi goreng yang kedua, yang ini polosan tanpa telur berhubung stok habis. Alhamdulillah gadis kecil tetap mau makan walau hanya nasi goreng. Lapar apa doyan Nak? Beti kayaknya... Beda tipis 😂😂
#tantangan10hari
#level9
#kelasbunsayiip
#thinkcreative
#day15

Komentar
Posting Komentar