Langsung ke konten utama

Nasi Goreng Kari Ala Bunda

Pagi-pagi gadis kecil minta sarapan, Bunda yang sedang beres-beres berhenti sejenak, mengecek kondisi nasi di magic com. Astagfirullah...ini nasi cepat sekali kerasnya,  padahal kemarin ga di nyalain terus. Kalau dimakan biasa sudah tidak mungkin,  rasanya sudah aneh. Terdiam sejenak memandang nasi yang keras,  berpikir mencari ide. Kayaknya tidak jauh dari nasi goreng, itu yang paling cepat dan mudah. Tapi kalau masak dengan cara yang sama, kasihan gadis kecil khawatir dia bosan. 

Otak ini terus berpikir, dimasak dengan resep apa ya yang mudah.  Browsing sana sini,  tapi bahan-bahan lagi kosong.  Akhirnya masak saja ala kadarnya sesuai bahan yang ada, nasi dan telur. Saat memberi bumbu baru terbersit,  ah... "Kenapa tidak mencoba bumbu nasi goreng kari, dia suka tidak ya? Dulu pernah dibuatkan nasi goreng tanpa kecap, dia protes dan minta diberi kecap,  katanya kalau tidak diberi kecap bukan nasi goreng namanya."

Bismillah...dicoba saja, diberi bumbu kari,  garam, merica dan gula lalu diaduk-aduk.  Icip-icip sedikit,  ehmm... Cukup kayaknya. Disiapkanlah nasi goreng kari ala-ala dengan telur dadar, lalu diberikan kepadanya. 

Lima menit...sepuluh menit... "Bunda, nasi gorengnya masih ada? Aku mau nambah,  enak nasinya."

Terdengar seruan gadis kecil, yess banget mendengarnya. Ternyata dia suka dan tidak protes. Syukurlah lidahnya mau menerima masakan bundanya yang ala kadarnya. Dengan semangat 45 Bunda siapkan kembali nasi goreng yang kedua,  yang ini polosan tanpa telur berhubung stok habis. Alhamdulillah gadis kecil tetap mau makan walau hanya nasi goreng. Lapar apa doyan Nak? Beti kayaknya... Beda tipis 😂😂


#tantangan10hari
#level9
#kelasbunsayiip
#thinkcreative
#day15

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...