Langsung ke konten utama

Ayah kreatif? Iya dong... bukan No dong


Anak bermain bersama Ibu mungkin sudah tak aneh lagi,  sudah biasa.
Beberapa ibu sudah sepaket sama anaknya,  di mana ada ibu di sana ada anaknya.
Anak bermain bersama Ayah, mungkin beberapa juga biasa.

Tapi jarangkan ya kesempatannya?

Ayah dan kesibukannya di tempat kerja,  membuat waktu bermain bersama anak menjadi kurang. Sehingga ada yang beberapa bounding antara anak dengan ayahnga kurang, bahkan mungkin tidak ada.

Setiap ayah punya cara sendiri dalam mendidik anaknya.  Bagaimana mereka  mengajak anak bermain dan berupaya dekat dengan anak. Kadang mengharukan,  kadang lucu...kadang juga menjengkelkan...terutama pada pemakluman ayah terhadap tindakan-tindakan yang dilarang oleh bunda justru menjadi boleh jika meminta izin kepada Ayah.

Bagaimana dengan ayah Little Di?

Idem lah dengan ayah-ayah yang lain,  namun hal istimewa yg ingin diangkat kali ini tentang cara Ayah mengajak gadis kecil bermain saat menunggu, atau saat di kendaraan yang terkadang membuat jenuh. Maklum Little Di tak ada lawan, singel player. Bermain sendiri mungkin tak masalah baginya,  banyak ide di kepalanya sehingga jarang mengeluh bosan. Untuk mengurangi kejenuhan Little Di, Ayah bisanya mengajak bermain gadis kecil, bisa main pancasila ada berapa,   kuis siapa aku, tebak-tebakan jumlah motor atau mobil baru yg ada di truk dan banyak ide lainnya.  Kadang idenya tidak terpikir oleh Bunda. Masya Allah barakallah...cukup kreatif dan cukup berhasil mengalihkan perhatian gadis kecil sehingga tidak merasa jenuh. Gadis kecil suka ide kreativitas ayah. Semakin sayang dech sama Ayah.

Selamat hari Ayah.. .

#tantangan10hari
#level 9
#kelasbunsayiip
#thinkcreative
#day11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...