Langsung ke konten utama

Pengalaman Belajar Kreativitas Bersama IIP

Liburan Kelas Bunda Sayang telah usai…saatnya kembali mengikuti kelas. Alhamdulillah liburan beberapa pekan cukup memulihkan tenaga, stamina dan semangat. Insya Allah siap menerima materi dan mengerjakan tantangan kembali di level yang baru.Yeay level baru semangat...semangat....

Senin kemarin tanggal 31 Oktober 2017 kelas baru dimulai, diisi dengan penyampaian materi level 9 mengenai Kreativiitas.  Materi disampaikan dengan metode baru berbeda dari biasanya. Beberapa slide gambar terkait kreativitas disuguhkan oleh fasilitator, para peserta diajak menebak gambar dan mengutarakan pendapatnya tentang gambar tersebut. Pemberian materi menjadi meenarik, membuat peserta penasaran, terpacu adrenalinnya. Kelas Bunda Sayang menjadi ramai, cara ini berhasil merangsang peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi. Barakallah…

Gambar. 1


Pada awal diskusi,  fasilitator memberikan pertanyaan apa yang dimaksud kreativitas. Beberapa peserta memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, antara lain :
  1. Kreativitas adalah memanfaatkan sesuatu yang tidak berguna menjadi lebih berguna (bernilai)
  2. Kreativitas adalah kemampuan melakukan sesuatu di luar kebiasaan yang ada
  3. Kreativitas itu abstrak tapi hasil karyanya nyata
  4. Kreativitas itu berpikr out the box
  5. Kreatifitas itu memanfaatkan barang yang ada dan bernilai seni
  6. Kreativitas adalah membuat sesuatu yang belum ada sebelumnya.
Menurut saya kreativitas adalah kemampuan seseorang atau sekelompok untuk memberi solusi baru atas berbagai permasalan yang dialami. Kreatif atau kratifitas dapat memberikan dampak positif, salah satunya ialah mampu memberikan pandangan berbeda dari yang sudah ada sehingga atas kemampuannya tersebut ia diperlukan disetiap problema kehidupan. Kreativitas bisa merubah barang yang ada menjadi lebih bernilai.

Menurut  Widayatun, kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.  Munandar (1985) berpendapat kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang baru, tetapi juga dapat berupa gabungan (kombinasi).

Setelah diskusi definisi kreativitas, kami diberikan beberapa slide berisi gambar. Kamii harus menebak maksud gambar tersebut. Ternyata gambar-gambar tersebut memunculkan pendapat yang berbeda-beda.

Gambar.2




Gambar. 3






Untuk gambar pertama ada yang menebak itu adalah potongan puzzle, persegi panjang, lift yang sedang berjalan, motif baju, robot, pola baju,benteng dan tetris. Sementara untuk gambar kedua hampir sebagian besar menebak bahwa itu tulisan Be Creative. Ternyata tebakannya salah, sebuah jebakan yang berhasil. Semua tertipu, pola tulisan berhasil menggiring peserta menebak tulisan Be Creative. Setelah di perjelas gambarnya, ternyata itu adalah susunan huruf yang tidak bisa ditebak.


Gambar 4


Salah satu peserta mengatakan seperti tulisan pada saat test mata di Optik, ini membuat suasana kelas jadi ramai karena semua tertawa termasuk fasilitator.

Dari proses tebak menebak ini, terlihat banyak faktor yang mempengaruhi persepsi kita terhadap sesuatu antara lain rangsangan yang pertama di terima selama ini, respon yang pertama dilihat, sudut pandang, pola pikir dan kreativitas.

Poit inti dari gambar tersebut adalah Mari kita berpikir kreatif. Mengubah fokus,  menggeser sudut pandang kita terutama dalam mendampingi  anak-anak kita, menghadapi aksi kreatif mereka. Ini adalah syarat pertama ibu kreatif


Gambar. 5


Gambar selanjutnya yang dishare adalah, gambar untuk membuat 3 garis tak terputus dari 9 titik berikut ini,


Gambar. 6


Para peserta exited sekali. Mencoba dengan corat-coret gambar dan memfotonya lalu mempostingnya di grup diskusi kelas Bunda Sayang Depok. Dan Alhamdulillah saya berhasil setelah mencoba dari cara yang biasa menarik garis dari satu titik ke titik lain namun tam berhasil, garis yang dibuat lebih dari tiga.  Hingga mencoba membuat garis hingga ke luar melebihi titik, mencoba berpikir cara yang tidak bisa ternyata berhasil membuat tiga garis yang bisa melewati semua titik.


Gambar. 7


Selanjutnya Mba Novi menyuguhkan tiga gambar, peserta diajak kembali menebak maksud gambar tersebut. Proses kreatif apa yg terlihat dari gambar ?



Seorang peserta mengatakan gambar satu adalah payung yang dipakai sebagai sebuat rantai anjing. Gambar kedua adalah reusable cande, membuat bisa terus digunakan.Ubtuk gambar terakhir, sebuah pintu yang  bisa berfungsi sebagai meja untum tennis mej
Ketiga gambar tersebut yaitu, ketiga gambar diatas menunjukan hasil kreativitas di mana bisa berupa evolusi ( ide baru dibangkitkan dari ide sebelumnya,  bisa sintesis ( dua atau lebih ide yang ada digabungkan menjadi satu ide baru lagi atau revolusi (benar-benar membuat perubahan baru dengan pola yang belum pernah ada.



 Gambar.11

Jadi proses kreatif itu adalah mengolah yang sudah ada menjadi sesuatu yang bernilai. Beginilah proses kreatif yang terjadi dari slide yang kami terima di Kdlas Bunda Sayang.

Lalu, bagaimanakah ciri-ciri orang kreatif?

Ciri-ciri orang kreatif menurut para ahli psikologi dalam Munandar (2009) antara lain  imajinatif, mempunyai inisiatif, mempunyai minat luas, bebas dalam berpikir, rasa ingin tahu yang kuat, ingin mendapat pengalaman baru, penuh semangat dan energik, percaya diri, bersedia  mengambil resiko serta berani dalam pendapat dan memiliki keyakinan diri.

Dalam kreativitas banyak aspek yang berpengaruh dalam mengembangkan kreativitas.
Banyak fakfor yang bisa menghambat kreativitas, dari hasil diskusi berikut adalah jawaban dari para peserta kelas  Bunda Sayang Depok:

      1.      Innerchild, pola asuh yang salah
      2.      Tidak diberi ruang berekspresi
      3.      Kelelahan
      4.      Rutinitas yang membunuh kreatifitas
      5.      Tak yakin dengan kemampuan diri sendiri
      6.      Terlalu banyak berfikir yang tidak penting
      7.      Tidak mau repot

Pukul 21.00 WIB  kelas pun ditutup dengan meminta peserta merefleksikan hasil diskusi malam ini. Buat saya pribadi belum bisa dikatakan orang kreatif,  kadang hambatan-hambatan di atas muncul sehingga menghambat munculnya perilaku kreatif. Malam ini diingatkan lagi untuk belajar menjadi orang kreatif menjadi pribadi yang out of the box, berfikir yang berbeda dari orang lain. Halau semua hambatan yang muncul.

Gambar. 12


Bismillah... Semoga diridho dan dimudahkan.  Aamiin...
Tetap semangaattt...

Referensi:
      1.      Septi Peni dkk Diskusi Materi #9 kelas Bunda Sayang Fasilnas, 2017
      2.      Kresna Aditya, Menumbuhkan Krativitas Anak Usia Dini, Materi #9 Kelas Bunda Sayang IIP
      3.      Craft, A. Creativity in Schools Tension and Dilemmas, New York: Routledge, 2005
      4.      Munandar, S.C.U, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Jakarta: PT Gramedia
      5.      Kauffman, J. C & Stenberg R. J, The International handbook of Creativity, Cambridge University Press
      6.      Sunaryo. 2002. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Diskusi Materi Kreativitas di Kelas Bunda Sayang Batch #1 Depok

#kelas bunda sayang
#InatitutIbuProfesional
#ThinkCreative
#level9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...