Langsung ke konten utama

Suprise di Awal Semester Kelas Bunda Sayang


Tak terasa kelas Bunda Sayang Bach 2 akan memasuki semester baru. Setelah liburan selama beberapa pekan, materi barupun mulai diberikan dengan metode yang  tidak biasanya. Sesuai dengan temanya yang diangkat yaitu dengan Berpikir Kreatif (Materi Berpikir Kreati),  penyampaian materi pun terasa sangat unik dan menarik, ini berhasil menghidupkan suasana diskusi di kelas.

Para peserta masih terpana dengan materi level 9, fasilitator kelas menyampaikan sebuah tantangan Terkejut pada peserta kelas Bunda Sayang. Tantangannya adalah menuliskan pengalaman mengikuti kegiatan belajar dan diskusi materi level 9. Selama ini, beberapa peserta Kelas Bunda Sayang menuliskan materi hanya dengan copy paste saja, untuk level 9 ini ditantang untuk menuliskan secara lengkap mulai dari alur materi dan suasana saat diskusi. Akan disiapkan sebuah hadiah untuk peserta terbaik yang  dipilih dari semua tulisan pengalaman belajar kreativitas yang diterima.

Sejak pengumuman tantangan disampaikan, tidak ada satu pun ide yang muncul. Bingung itu yang dirasakan, mau menulis apa ya? Hingga dua hari terakhir, belum juga ada ide untuk ditulis. Qadarullah…saat-saat last day, ide mulai bermunculan. Padahal itu dalam kondisi dalam perjalanan dari Depok menuju Garut dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok. Alhamdulillah atas kebaikan Allah, sinyal bagus dan lancar. Sehingga tugas pun bisa diselesaikan dan dikirim sebelum batas waktu berakhir. Bisa bernafas legas....

Pada saat menulis tentang pengalaman belajar kreatif, tidak  terpikir akan memenangkan tantangan apalagi mendapatkan hadiah. Niat utama hanya ingin berpartisipasi dan menjalankan komitmen terhadap tugas. Alhamdulillah tak diduga, saat pengumuman pemenang oleh fasilitator, nama saya yang disebut. Sebuah surprise yang luar biasa, ada rasa haru dalam dada. Mengingat perjuangannya saat menulis tulisan tersebut, di kursi belakang sebuah mobil yang sedang berjalan dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok. Mual dan pusing itu yang dirasakan, dan berdoa semoga perjalanan lancar dan segera sampai. Rasa syukur kepada Allah, karena terpilih menjadi yang terbaik. Masya Allah..barakallah


Jaza-Kamallah Khairan Katsiiraa untuk para fasilitator kelas Bunda Sayang yang telah memberikan tantangan, sehingga memaksa diri ini berpikir kreatif. Keadaan mandek tanpa ide menjadi tantangan tersendiri bagi saya, namun saat kepepet seperti itu biasanya saya mencoba menerapkan prinsip yang saya pegang Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM). Prinsip ini menurut saya syah, asalkan kita tidak mencopy paste yang sudah ada. Kita hanya menjadikannya sebagai modeling atau bahan referensi, harus ada modifikasi dan inovasi dari apa yang kita buat. Berdasarkan prinsip tersebut, saya melakukan ATM terhadap tulisan yang di share fasilitator dan juga beberapa referensi yang lain. Atas izin Allah, ide menulis akhirnya mengalir dan jadilah tulisan tersebut.

Sumber referensi :

Materi kelas Bunda Sayang Level 9
http://hariszubaidillah.blogspot.co.id/2016/02/metode-atm-plus-amati-tiru-modifikasi.html
https://mozta.com/personal-notes/amati-tiru-modifikasi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...