Langsung ke konten utama

Craft spesial Untuk Ayah

Ayah... 
Sosok yang selalu dirindu gadis kecil.  
Setiap sore selalu bertanya kapan Ayah pulang. 
Suara klakson motor saat tiba depan pagar, menjadi suara yang dinanti dan dirindu.
Saat melihat wajahnya, mampu membuat mata mungilnya berbinar-binar 
Padanya dia ceritakan kesehariannya,  mengalir bagaikan air
Penuh antusias, seakan ingin berbagi kebahagiaan hari ini

Bulan november adalah bulan istimewa untuk ayah, karena ada peringatan hari Ayah. Peringatan ini bertujuan untuk menghormati ayah, tulang punggung, sandaran, dan pelindung dalam sebuah keluarga.  Perayaan ini biasanya dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan.  

Peringantan ini dirayakan di lebih dari 75 negara lain, seperti Amerika, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hongkong dalam Hari Ayah atau Father’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni, dan dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Laki-laki Internasional atau International Men's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 19 November.

Di Indonesia sendiri Hari Ayah dirayakan pada tanggal 12 November. Hari Ayah pertama kali dideklarasikan di Solo pada tahun 2006, di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Playdate komunitas Kerlap Atlit pekan ini adalah membuat craft untuk ayah,  yang akan diberikan kepada Ayah saat Hari Ayah. Gadis kecil sudah rindu bertemu teman-teman,  beberapa playdate absen hadir karena beberapa kendala. Playdate kali ini dia antusias sekali untuk hadir apalagi kegiatannnya walk nature dan membuat craft untuk ayah. 

Inti kegiatan adalah mengajak anak-anak berkreasi membuat pigura ucapan untuk ayah dari bahan-bahan dari alam baik itu daun,  bunga atau buah yang ditemukan saat nature walk disekitar tempat playdate. 

Ide craft diserahkan pada anak,  setiap anak bebas berekspresi dan berkreasi.  Gadis kecilpun tak ingin dikasih masukan apalagi diintervensi. Masukan Bundanya dijawab singkat, "Aku mau kreasi sendiri." Kata-katanya berhasil membuat bunda diam, menahan diri.  Walaupun mulut ini gatal ingin protes dan memberi masukan. Tapi ingat warning gadis kecil akhirnya berusaha menahan diri. Tahan..tahan...berikan dia berkreasi,  mengeluarkan imajimasi dan jiwa kreatifnya. 



Lain cerita tetangga sebelah, terdengar nada protes si ibu kepada buah hatinya, "Masa gini doang Nak!" Kami yang mendengar berusaha mengingatkan si ibu untuk tidak berbicara seperti itu. Mengingatkan ini untuk memberikan ruang anak berkreasi dan mengapresiasi hasil karya anak,  apapun hasilnya.  Agar tidak mematikan jiwa kreatifnya. 

Hasil karya pun telah jadi,  gadis kecil sangat bangga dengan hasilnya.  Bunda memberi masukan untuk menebalkan tulisan dan menambahkan sedikit bunga kecil.  Gadis kecil setuju,  tapi dia sudah lelah dan ingin bermain. Dia membolehkan Bunda yang melakukan.  Baiklah... Bunda bantu sedikit ya Nak,  finishinh touch....Alhamdulillah pigura ucapan untuk Ayah kolaborasi Little Di dan Bunda sudah jadi,  semoga Ayah suka
.  



#tantangan10hari
#level9
#kelasbunsayiip
#thinkcreative
#day7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...