Langsung ke konten utama

Tantangan Sepuluh Hari Sesi Empat Kelas Bunda Sayang : Gaya Belajar (Hari Ke-10)

Hari ditunggu-tunggu tiba, hari ini Playdate HSMN membuat Kota dari Kotak Karton diadakan. Pagi-pagi sekali Diara sudah mandi dan sarapan. Pukul 06.30 WIB kita berangkat naik ojek online.Dari rumah sampai Mall Depok perjalanan lancar, setelah itu mulai melambat dan kemacetan terjadi. Hari ini Depok akan ramai, karena akan ada parade karnaval dalam rangka Ulang Tahun Depok.  Mendekati pintu gerbang Pesona Kayangan kodisi jalan semakin macet dan tidak memungkinkan untuk lewat gerbang utama, akhirnya kami memutuskan melewati pintu masuk lain.

Kondisi jalanan Depok yang macet dan ramainya karnaval Depok tidak menyurutkan semangat peserta playdate. Walau ada yang datag terlambat karena macet dan kebingungan jalan bahkan ada yang tersesat. Dari mulai pembukaan sampai penutupan alhamdulilah lancar.

Diara senang sekali karena bertemu kawan baru dan juga aktivitasnya seru. Bahkan Diara bisa bertemu teman waktu sekolah TK.Bersama-sama teman baru, Diara bermain dengan bahagia. Pagi hari Diara dan kawan -kawan membantu Bunda panitia menyiapkan bahan untuk Playdate. Bunda Panitia memberikan contoh bagaimana menyusunnya dan anak-anak mengikutinya. Setelah selesai beres-beres, Diara dan teman-temannya bermain lari-larian di dalam aula. Mereka senang sekali karena ruangannya luas.Mereka baru berhenti bermain setelah diingatkan oleh bunda panitia karena akan segera dimulai.


Pada kegiatan bermain game dan membuat kota, Diara berpatisipasi aktif berani tampil ke depan, menjawab pertanyaan dan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. 


Pada saat membuat gedung-gedung, dia membuat sesuai keinginan dan kemampuannya. Dia sudah berimajinasi dan berkreasi, gedungnya ada jendela dan pintunya yang terbuat dari kertas yang ditempelkan di kardus sehingga bisa di buka tutup. Warna-warna yang dipilih untuk membungkus kardus susu cukup menarik ditambah variasi double tape warna putih yang ditempelkan tanpa diletekin kertasnya. Over all dia puas da dengan hasil karya. 

Jika dibuat dalam tabel pengematan belajar Diara, maka sebagai berikut :

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...