Langsung ke konten utama

Tantangan Sepuluh Hari Sesi Empat Kelas Bunda Sayang : Gaya Belajar Hari Ke-9

Hari ini Diara ikut bunda survey lokasi untuk playdate besok Sabtu. Seperti biasa, Diara berlari ke sana ke mari mengekplore semua sudut lokasi. Bermain alat tinju yang biasa dipakai anak-anak latihan karate, lompat-lompat di atas matras. Pokoknya tidak bisa diam..

Pulang dari Pesona Kayangan kita mampir ke Ace Hardware, bunda mau survey sesuatu. Sembari menunggu bunda lihat-lihat barang, Diara bermain di palygroud. Happy sekali dia, ini adalah dunianya...Dia bebas menyalurkan energinya..

Siangnya Diara membantu bunda membuat properti untuk Playdate. Alhamdulillah pekerjaan bunda menjadi lebih cepat selesai. Kemudian lanjut membuat Kokoru.. Kerajinan membuat sesuatu dari kertas. Sudah sejak lama Diara ingin membeli kertas ini, alhamdulillah hari ini ketemu toko yang menjualnya dengan harga murah.

Mulailah kami berkreasi dengan Kokoru, diawali dengan melihat  tutorial di youtube. Selanjutnya eksekusi.. Ternnyata pada saat membuatnya harus sabar dan telaten. Kalau kurang sabar jadi longgar kumparanya dan akhirnya mudah lepas. Diara agak kesulitan untuk membuatnya, hampir kesal dia karena lepas terus kumparannya. Untuk model dan bentuk, Diara tidak suka dengan contoh bentuk yang ada di buku contohnya. Dia ingin yang lain dan beda. Sebelumnya dia minta izin, " aku mau bikin sesuka aku ya bun?" 

Mulailah dia membuat sesuka hatinya, ternyata dia membuat boneka perempuan. Pada saat ditanya lihat di mana? Dia bilang di youtube. Kalau mau bikin anak perempuan seperti ini. Baiklah...visualnya baik berarti, dengan melihat contoh dia bisa belajar mempraktekkannya dan berhasil. Hanya perlu kerapihan dan sering berlatih sehinga ide-ide bisa bermunculan...

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...