Langsung ke konten utama

Tantangan Sepuluh Hari Sesi Empat Kelas Bunda Sayang : Gaya Belajar (Hari Ke-5)

Masih libur....Long weekend....yeayyyyy 
Hati senang...ada ayah di rumah 😍😍
Pagi ini diawali dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi, ikhtiar terapi batuknya Diara yang dari kemarin lumayan berat. Alhamdulillah hari ini cerah, jadi mataharinya bersinar dengan terang. Sambil berjemur, Diara mengambil koleksi boneka Barbie dan perlengkapannya. "Aku mau sambil main Barbie".. Jadi berjemurlah Diara bersama Barbie-barbienya...

Barbie termasuk salah satu mainan favorit Diara, saat main Barbie dia berkreasi dengan fasionnya (baju, sepatu dan  gaya rambut) dan perlengkapan rumahnya ( kursi, tempat tidur, kursi dll). Dia padu padankan pakaian Barbie yang dia miliki, termasuk sepatunya. Untuk rambut dia juga berkreasi, rambut Barbie dia urai, dikat, dikasih topi,pakai kerudung atau pita. Pretend play ini menyenangkan bagi Diara, dengan permainan ini dia belajar bermain peran, belajar berimajinasi dalam mengarang cerita. Dari betahnya dia bermain, menunjukkan dia senang dan menikmatinya. 

Siang hari, Ayah mengajak Diara tebak-tebakan matematika. Awalnya Diara enggan, tapi akhirnya mau mengerjakan soal matematika yang ayah berikan. Ayah memberikan beberapa soal matematika, alhamdulillah Diara bisa mengerjakan, walau ada beberapa yang kurang tepat karena kurang teliti. Namun kegiatan ini tidak berlangsung lama, karena Diara sudah mulai bosan dan mengajak bermain yang lain. Ayah lalu mengajak main Pancasila yaitu permainan menebak nama-nama benda, seperti nama hewan, bunga, benda, dan sebagainya. Diara suka permainan ini, kami biasa bermain ini saat di dalam mobil, saat bermain di luar, dan saat menunggu antrian. Permainan ini melatih anak berpikir cepat untuk menjawab nama-nama yang huruf awalnya sesuai kesepakatan. Misal sebutkan nama hewan yang diawali hurup "M ", jawabannya bisa Macan, Monyet, Murai dll. 

Permainan yang terakhir dilakukan bersama ayah siang ini adalah bermain Sandi, Permainan ini diperoleh saat mengunjungi Pameran di TMII hari Sabtu kemarin. Ayah berjanji akan memberikan reward jalan-jalan jika Diara bisa menebak sandi yang ayah berikan dalam waktu 2 menit.
"Wah seru, aku bersemangat nih ada hadiahnya" Seru Diara
Karena terburu-buru dalam mengerjakan tebakan sandi, ada beberapa jawaban yang salah. Ya ga jadi dech rewardnya...😞😞
Diara langsung bereaksi, dia minta diulang karena tidak mau menerima kekalahan. Dia menginginkan reward yang dijanjikan. Dia berusaha membujuk ayah dengan menangis. Ayah mengatakan Diara harus bisa menerima kekalahan, ini namanya kompetisi harus bisa menerima kekalahan. Kalau mau menang Diara harus berusaha. Diara masih menangis, dia sedih karena reward gagal didapatkan.Bunda merasa kasihan, lalu mencoba negosiasi kepada ayah untuk memberikan kesempatan yang kedua buat Diara (2 lawan 1 hihihi). Alhamdulillah ayah setuju dan bersedia memberikan soal baru.  Untuk soal yang baru, sandinya lebih panjang. Dia langsung mengerjakan menebak sandinya. Waktu hampir berakhir, Diara nego penambahan waktu. Ayah setuju untuk penambahan waktu satu menit saja.

Kembali Diara fokus mengerjakan sandinya, ketika hampir selesai bunda mencoba mengingatkan Diara untuk mengecek kembali hasil tebakan.  Saat mengecek jawaban, ada beberapa huruf yang kurang tepat. Diara menangis lagi....Dia kecewa...Ayah dan bunda mencoba menghibur dan menjelaskan bahwa Diara harus bisa menerima kekalahan, yang terpenting sudah berusaha.


PR banget buat ayah dan bunda, untuk bisa melatih Diara tidak mudah menangis saat merasa kecewa atau sedih. Latihan bisa sabar dan menahan diri saat mengalami perasaan-perasaan tersebut.

Review hari ini :
  • Pretend Play, masih menjadi salah satu permaian favorit Diara. Dalam permainan ini, gaya belajar kinestetiknya yang dominan.
  • Dalam permainan Pancasila ( menebak nama hewan dll), gaya belajar yang dominan adalah audio. Anak dituntut fokus kepada pertanyaan tebak-tebakan yang diberikan.Pendengaran harus fokus, agar bisa menjawab pertanyaan dengan cepat dan tidak tulalit.
  • Permainan tebak sandi yang dominan visual, karena harus menebak tulisan sandi.
  • Diara senang permainan imajinasi, dia juga senang berkreasi dan praktek langsung. Kegiatan yang monoton seperti mengerjakan tugas matematik, dia terlihat ogah-ogahan.
  • Diara masih kurang fokus dalam mengerjakan soal, masih harus dilatih konsentrasi dan fokusnya.
  • Dalam berkompetisi, Diara belum bisa menerima kekalahan. Ini harus dilatih agar mampu menahan diri dan tidak terlalu kecewa saat mengalami kekalahan.
Jika dibuat dalam tabel pengamatan, maka sebagai berikut :


Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...