Masih libur....Long weekend....yeayyyyy
Hati senang...ada ayah di rumah 😍😍
Hati senang...ada ayah di rumah 😍😍
Pagi ini diawali dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi, ikhtiar terapi batuknya Diara yang dari kemarin lumayan berat. Alhamdulillah hari ini cerah, jadi mataharinya bersinar dengan terang. Sambil berjemur, Diara mengambil koleksi boneka Barbie dan perlengkapannya. "Aku mau sambil main Barbie".. Jadi berjemurlah Diara bersama Barbie-barbienya...
Barbie termasuk salah satu mainan favorit Diara, saat main Barbie dia berkreasi dengan fasionnya (baju, sepatu dan gaya rambut) dan perlengkapan rumahnya ( kursi, tempat tidur, kursi dll). Dia padu padankan pakaian Barbie yang dia miliki, termasuk sepatunya. Untuk rambut dia juga berkreasi, rambut Barbie dia urai, dikat, dikasih topi,pakai kerudung atau pita. Pretend play ini menyenangkan bagi Diara, dengan permainan ini dia belajar bermain peran, belajar berimajinasi dalam mengarang cerita. Dari betahnya dia bermain, menunjukkan dia senang dan menikmatinya.
Siang hari, Ayah mengajak Diara tebak-tebakan matematika. Awalnya Diara enggan, tapi akhirnya mau mengerjakan soal matematika yang ayah berikan. Ayah memberikan beberapa soal matematika, alhamdulillah Diara bisa mengerjakan, walau ada beberapa yang kurang tepat karena kurang teliti. Namun kegiatan ini tidak berlangsung lama, karena Diara sudah mulai bosan dan mengajak bermain yang lain. Ayah lalu mengajak main Pancasila yaitu permainan menebak nama-nama benda, seperti nama hewan, bunga, benda, dan sebagainya. Diara suka permainan ini, kami biasa bermain ini saat di dalam mobil, saat bermain di luar, dan saat menunggu antrian. Permainan ini melatih anak berpikir cepat untuk menjawab nama-nama yang huruf awalnya sesuai kesepakatan. Misal sebutkan nama hewan yang diawali hurup "M ", jawabannya bisa Macan, Monyet, Murai dll.
Permainan yang terakhir dilakukan bersama ayah siang ini adalah bermain Sandi, Permainan ini diperoleh saat mengunjungi Pameran di TMII hari Sabtu kemarin. Ayah berjanji akan memberikan reward jalan-jalan jika Diara bisa menebak sandi yang ayah berikan dalam waktu 2 menit.
"Wah seru, aku bersemangat nih ada hadiahnya" Seru Diara
"Wah seru, aku bersemangat nih ada hadiahnya" Seru Diara
Karena terburu-buru dalam mengerjakan tebakan sandi, ada beberapa jawaban yang salah. Ya ga jadi dech rewardnya...😞😞
Diara langsung bereaksi, dia minta diulang karena tidak mau menerima kekalahan. Dia menginginkan reward yang dijanjikan. Dia berusaha membujuk ayah dengan menangis. Ayah mengatakan Diara harus bisa menerima kekalahan, ini namanya kompetisi harus bisa menerima kekalahan. Kalau mau menang Diara harus berusaha. Diara masih menangis, dia sedih karena reward gagal didapatkan.Bunda merasa kasihan, lalu mencoba negosiasi kepada ayah untuk memberikan kesempatan yang kedua buat Diara (2 lawan 1 hihihi). Alhamdulillah ayah setuju dan bersedia memberikan soal baru. Untuk soal yang baru, sandinya lebih panjang. Dia langsung mengerjakan menebak sandinya. Waktu hampir berakhir, Diara nego penambahan waktu. Ayah setuju untuk penambahan waktu satu menit saja.
Kembali Diara fokus mengerjakan sandinya, ketika hampir selesai bunda mencoba mengingatkan Diara untuk mengecek kembali hasil tebakan. Saat mengecek jawaban, ada beberapa huruf yang kurang tepat. Diara menangis lagi....Dia kecewa...Ayah dan bunda mencoba menghibur dan menjelaskan bahwa Diara harus bisa menerima kekalahan, yang terpenting sudah berusaha.
PR banget buat ayah dan bunda, untuk bisa melatih Diara tidak mudah menangis saat merasa kecewa atau sedih. Latihan bisa sabar dan menahan diri saat mengalami perasaan-perasaan tersebut.
Review hari ini :
- Pretend Play, masih menjadi salah satu permaian favorit Diara. Dalam permainan ini, gaya belajar kinestetiknya yang dominan.
- Dalam permainan Pancasila ( menebak nama hewan dll), gaya belajar yang dominan adalah audio. Anak dituntut fokus kepada pertanyaan tebak-tebakan yang diberikan.Pendengaran harus fokus, agar bisa menjawab pertanyaan dengan cepat dan tidak tulalit.
- Permainan tebak sandi yang dominan visual, karena harus menebak tulisan sandi.
- Diara senang permainan imajinasi, dia juga senang berkreasi dan praktek langsung. Kegiatan yang monoton seperti mengerjakan tugas matematik, dia terlihat ogah-ogahan.
- Diara masih kurang fokus dalam mengerjakan soal, masih harus dilatih konsentrasi dan fokusnya.
- Dalam berkompetisi, Diara belum bisa menerima kekalahan. Ini harus dilatih agar mampu menahan diri dan tidak terlalu kecewa saat mengalami kekalahan.

