Langsung ke konten utama

Tantangan Sepuluh Hari Sesi Empat Gaya Belajar : Hari Ke-3

Hari ke -3...

Yipiii….hari ini mau jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah bersama teman-teman Pramuka Homeschooling Ksuper. Kita mendapat undangan menghadiri pameran di Sasana Kriya TMII. Tentu saja ini akan menjadi pengalaman yang menarik. Semoga lancar perjalanan kami menuju ke sana nanti.

Kami berkumpul di pintu masuk TMII pukul 07.30-08.00 WIB, dan baru jalan menuju Sasana Kriya saat waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB. Saat masuk Sasana Kriya, di sana banyak stand-stand perwakilan museum di Indonesia seperti museum Perangko, museum transportasi, museum listrik, museum Batik, Musium Sandi dan sebagainya.

Anak-anak senang, begitu pun dengan Diara terlihat antusias sekali apalagi kegiatan ini dilakukan bersama teman-temannya. Berkeliling dari satu stand ke stand lainnya, mengamati, mengisi daftar hadir, berburu souvenir dan bertanya tentang beberapa hal kepada petugas yang menjaga stand. Untuk yang terakhir ini harus dipancing sama bundanya, karena minat bertanyanya kalah dengan minat mengamati dan berlari-lari serta berburu souvenir.

Ada beberapa stand yang menarik untuk dikunjungi karena di sana ada kegiatan yang bisa diikuti anak-anak seperti kegiatan bermain puzzle di stand musium nasional, kegiatan membatik di stand museum batik dan juga belajar di sandi di stand musium sandi. Diara senang sekali walau sempat mengalami beberapa kesulitan. Pada saat bermain puzzle, dia hampir putus asa karena bentuknya sama. Ayahnya dari jauh memberi semangat dan mengingatkan untuk melihat bentuk dan juga gambarnya. Pelan-pelan dia kerjakan, Alhamdulillah puzzle bisa Diara selesaikan dengan waktu pengerjaan cukup cepat dibanding teman-teman lainnya.


Kegiatan kedua yang diikuti adalah membatik di stand museum batik.Awalnya Diara sempat ditolak, karena kegiatan membatik range usianya dari kelas 4 SD ke atas, sementara Diara masih kelas 1. Pertimbangannya, usia kelas 4 SD ke atas sudah stabil dalam memegang canting, sudah seimbang juga sudah bisa mengira-ngira ketebalan malam. Namun dengan alasan ingin mencoba, mau hasilnya bagus atau tidak ga masalah. Alhamdulillah akhirnya diijinkan.Di atas kain putih sebesar sapu tangan, Diara menggambar bunga lalu mulai dilukis. Kegiatan ini membutuhkan kerapian, ketelitian dan seni. Untuk pemula yang baru mencoba dua kali, ya…lumayan lah..walau hasil membatiknya belepotan dan beberapa kali kena tangan, tapi Diara cukup senang melakukannya.


Kegiatan terakhir di stand yang diikuti adalah mencoba membaca sandi. Ini adalah yang kegiatan yang tidak disangka, sempat khawatir Diara tidak bisa melakukannya karena tidak mengerti. Alhamdulillah setelah mendapat penjelasan dari petugas stand cara bermainnya, ternyata dia bisa. Emaknya langsung intropeksi diri, ga boleh langsung negative blok, harus berpikir positif dan berusaha sebelum mencoba.

Setelah keliling stand, kegiatan selanjutnya adalah mengikuti kegiatan sains di tenda depan lapangan parker.Ini kegiatan menyenangkan, walaupun cuaca panas anak-anak antusias dan bersemangat mengikuiti kegiatan percobaan sains. Percobaan sains yang ditampilkan menggunakan bahan Nitrogen. Anak-anak menyimak dengan seius, Diara pun demikian. Pada saat diminta satu orang maju ke panggung semua ingin maju. Durasi kegiatan percobaan ini cukup lama, tapi karena kegiatannya menyenangkan anak-anak tidak merasa bosan.

Setelah sholat dan makan siang, anak-anak melanjutkan jalan-jalan ke museum Energi dan Listrik. Di museum ini anak-anak bisa melihat alat-alat listrik dan percobaan listrik dan energi. Dengan dipandu bapak pemandu, anak-anak berkeliling museum. Pada saat penjelasan diberikan, focus dan konsentrasi anak-anak sudah buyar. Entah karena sudah siang, anak-anak sudah lelah. Tapi enggak juga, anak-anak tetap aktif mengamati dan mengobservasi alat-alat yang dipamerkan di museum. Terutama Diara, minat dan focus pada penjelasan pemandu museum kurang. Beberapa kali, saya coba ingatkan untuk mendengarkan penjalesan bapak pemandu. Namun kegiatan mencoba-coba sendiri alat-alat yang ada dan mengobservasi setiap sudut di museum.

Kegiatan hari ini melelahkan tapi menyenangkan. Anak-anak bisa bermain sambil belajar, mengamati dan mengobservasi benda-benda yang ada di museum. Mereka bisa menyalurkan energy bergerak dan berlarinya. Cocok untuk Diara yang tipe gaya belajarnya kinestetik.

Jika dituangkan dalam tabel pengamata, maka sebagai berikut :

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...