Langsung ke konten utama

Tantangan Sepuluh Hari Sesi Empat Gaya Belajar : Hari Ke-4

Hari minggu.....

Hari yang ditunggu-tunggu oleh Diara...Hari istimewa untuknya

Kenapa??????

Karena hari Sabtu dan Minggu adalah gadget timenya Diara, dua hari tersebut Diara boleh main game atau nonton youtube dengan batas waktu tertentu.

Hari Sabtu kemarin kita pergi seharian ke Taman Mini Indonesia Indah, maka dia tidak main gadget sama sekali. Oleh karena itu, hari minggu ini dia tidak mau diganggu gugat. Tawaran ikut pergi sama bunda ke pengajian pun ditolak karena pengen main game atau nonton youtube. Padahal tempat pengajian di rumah teman yang buka daycare, kebayang dong banyak mainannya.Tapi ternyara itu tidak meluluhkan hati Diara. Dia tetep mau dirumah saja bersama Ayah.

"Gadget time"


Ini adalah kebijakan kami di rumah untuk Diara si pecinta film dan game. Sejak kecil dia senang melihat film dan bermain game. Dia bisa duduk manis dan betah berjam-jam jika sedang menonton sebuah film atau  main game. Antusias dan binar mata ketertarikan jelas terpancar ketika dia bercerita tentang sebuah film atau game kesukaannya. Dia senang film action dan petualangan, tak heran film kartun yang disukainya cenderung ke film anak laki-laki seperti Boboboy, Bay Max, dll. Walau dia tetap menyukai film anak perempuan seperti Barbir, Putri Sophia dll. Melihat gelagat minatnya yang cukup tinggi terhadap tontonan, sementara siaran televisi menurut kami lebih banyak siaran dan berita yang kurang tepat untuknya. Oleh karena itu kami membuat kebijakan hanya menonton film melalui  DVD Player dan youtube, itupun hanya di weekend dan dalam pengawasan kami. Alhamdulillah dia mau menerima kebijakan yang diterapkan di rumah. Untuk DVD player tidak hanya weekend, hari biasa bisa nonton tentu dengan persetujuan kami. Diutamakan film-film edukasi yang memang kami siapkan sebagai media belajar Diara. Ini sengaja kami sediakan, melihat minatnya kepada media visual begitu besar, maka kami arahkan untuk menonton tontonan yang isinya menjadi pembelajaran untuknya. Sehingga tidak hanya hobby menonton yang tersalurkan, tapi juga dia belajar banyak hal dari tontonan tersebut. Terutama yang banyak bergerak, seperti tarian, senam dan yang sejenisnya. Dia senang sekali, dan Diara pun ikut bergerak mengikuti apa yang ditampilkan di televisi..Dan yang terpenting Diara happy....terlihat dari bahasa tubuh dan matanya ...
Hari ini rencananya kami ingin membuat kartu Kartu Pop Up, kartu ucapan tiga dimensi . Bersama-sama kami browsing contoh dan cara membuatnya. Modelanya lucu-lucu sekali, beraneka raga, bentuk dan desain. Diara ingin membuat kartu pop up bergambar rumah dengan ada orang di dekatnya. Kita bersama-sama mencari, ternyata susah mencari gambar yang seperti Diara inginkan. Kelamaan mencari, Diara sudah tidak sabar dan akhirnya dia berinisiatif membuat rumahnya dulu sesuai dengan imajinasinya.  

Dengan telaten dan sabar, dia menggambar rumah seperti yang dia inginkan. Bahkan dia bikin dua rumah, satu untuknya dan satu lagi untuk bunda. Dan tara.....jadilah rumahnya...



Untuk urusan kreasi dan menggambar Diara mah seneng banget. Ada saja idenya, seringkali hasil karyanya sesuatu yang tidak kita duga.Begitupun ketika menggambar, dia bisa menghabiskan kerta berlembar-lembar ketika menggambar. Dia juga bisa melakukannya berjam-jam tanpa henti. Namun tidak untuk mewarnai, sepertinya dia kurang suka dan suka merasa pegal tanganya. Seperi malam ini, sebelum tidur dia mengisi waktu dengan menggambar.



Jika dituangkan dalam tabel pengamatan, sebagai berikut :

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...