Langsung ke konten utama

Mengenal Ecoprint

Pernah dengar tentang Ecoprint?
Itu loh teknik pewarnaan dengan konsep alami menggunakan bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan sekitar sumber pola dan warna.

Bahan-bahan ini bisa berasal dari bunga, daun, batang, dan bagian tanaman yang lain. Tiap bagian yang ditambahkan dari spesies yang beragam akan menghasilkan warna yang beragam pula.
Warna akan lebih jelas dan mudah keluar pada daun atau bunga yang masih segar (baru dipetik).

Bahan atau kain yang digunakan untuk teknik ini adalah bahan yang berasal dari serat alami, seperti kanvas, katun, mori, blacu dan sutra. Bahan-bahan ini dapat menyerap warna dengan baik. Sementara jika menggunakan kain sintetis, bisa jadi warna tidak muncul atau luntur saat dibilas.

Hari Selasa kemarin Little Di telah belajar teknik ecoprint bersama teman-teman homeschooling. Ternyata teknik ini mudah dipraktekan di rumah. Alat yang dibutuhkan adalah:
1.Palu, batu atau botol kaca
2. Kertas koran sebagai alas
3. Bahan / kain; bahan yang dibutuhkan adalah kain serat alami, daun daunan dan bunga aneka warna, dan tawas.
4. Daun atau bunga; Daun dan bunga yang dipilih adalah yang masih segar, agar tidak keluar agar airnya mudah keluar.
bara.

Cara membuat:

1. Meletakkan daun yang telah dipilih di atas kain. Posisi yang baik adalah tulang daun (bagian bawah daun) bersentuhan dengan kain (tengkurap)

2.Ingin memunculkan efek cermin, maka lipat kain menjadi dua. Pola akan ditambahkan pada bagian kain di bawah daun dan di atas daun. Jika hanya ingin di satu sisi, gunakan potongan kain lain untuk daun sebelum diketuk agar pola terbentuk dengan baik.

3.Tahap selanjutnya adalah mengetuk daun. Lihat ketukan sampai air pada daun keluar dan buat pola mirip bentuk daun. (Lihat video)


4. Supaya warna benar-benar menyerap pada kain, diamkan selama satu 5-10 menit dengan seluruh daun sudah dilepas. 

5. Tahap selanjutnya adalah finalisasi dengan membilas kain pada air yang dikumpulkan tawas. Tidak perlu diperas, langsung dijemur. 

6. Setelah kering, rendam lagi dengan air tawas selama satu jam. Lalu jemur kembali.

Mudahkan?
Mangga dipraktekan bersama buah hati, pasti seru dan menyenangkan 😘

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...