Langsung ke konten utama

Bertemu Maher Zain

Sebuah kebahagiaan adalah ketika kita tidak mengharapkan banyak, tapi Allah berikan banyak tanpa kita duga. Syukur alhamdulillah.

Seperti kebahagiaan kami saat putri kecil kami ingin melihat penampilan Maher Zain di sebuah pusat perbelanjaan, tanpa diduga mendapat tiket gratis dengan kemudahan mendapatkanya. Benar-benar rezeki yang tidak diduga.

Kok bisa dapat tiket gratis? Padahal tidak memiliki P-card member. Jawabannya karena "mau bertanya". Jadi istilah malu bertanya sesat dijalan.Malu bertanya kelaparan. Ada benarnya, tapi untuk kejadian ini yang tepat adalah malu bertanya tidak kebagian. Alhamdulillah kemarin tebal muka mau bertanya jadi kebagian tiket. 😁

Dengan modal nekad dan menahan malu, bertanyalah cara dapat tiketnya. Info mba-mba cantik di sana, katanya harus belanja minimal seratus ribu lalu dapat kesempatan daftar member mall baru nanti dapat tiket. Alhamdulillah tadi sempat beli makan dan beli sesuatu, jadilah kita dapat dua tiket. Anak masuk saja, tapi tidak dapat tempat duduk dan goodie bag. Tidak apa-apa bisa bocengan. 😁

Gadis kecil bahagia bisa mendengarkan langsung suara emas Maher Zain yang menyanyikan tiga lagu yaitu Medina, One Big Family dan Insha Allah. Kebahagiaan lainnya bisa berfoto bersama dan juga dapat voucher belanja di beberapa gerai. Alhamdulillah....

Kehadiran Maher Zain di Indonesia ternyata untuk mengadakan konser amal dan membantu para korban bencana alam di Palu. Konsernya sendiri sudah dilaksanakan di gedung Kemendikbud Jakarta malam sebelumnya. Dari Depok, Maher Zain ikut memberikan bantuan uang lebih dari Rp 100 juta ke korban bencana di Palu.

"Saya kesini (bernyanyi di sini) karena tugas. Saya juga membawa misi sosial. Saya ingin menyebarkan ke masyarakat Indonesia, khususnya warga Depok, untuk berbuat baik kepada siapapun. Sudah kewajiban saya memberi dukungan untuk Palu. Saya ke Indonesia untuk memberi semangat dan kebaikan kepada sesama muslim. Saya diberi Allah rezeki berlimpah. Saya ingin memberikan sedikit rezeki saya ke korban bencana alam Palu," jelas Maher Zain. (Kutipan wawancara Maher Zain dan media berita online.

Masya Allah ya Nak, Maher Zain saja yang bukan warga Indonesia peduli terhadap korban bencana di negeri ini. Masa kita tidak? Yuk Nak kita ikut bantu sesuai kemampuan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...