Langsung ke konten utama

MediBang Paint Aplikasi Sang Penyelamat

Pernahkah merasakan... sudah lelah mendesain ternyata pas ngeprint pecah hasilnya?
Pernahkah merasakan...sudah jauh-jauh datang dan ngantri ternyata gagal ngeprint karena hasilnya tidak sesuai harapan?
Saya pernah...hiks...hiks...
Rasanya pengen garuk-garuk tembok
Nyesek banget makkkk.

Kalau dipikir-pikir ya salah sendiri juga ya.
Siapa suruh desain di handphone
Saat itu lagi kurang mood buka lappy.
Jadilah mengerjakannya di handphone.
Lebih praktis dan mudah.
Tidak seribet di lappy, bisa ngerjain sambil tiduran (jangan ditiru ya 🤭).
Tapi ya namanya juga di handphone, resolusi seadanya.
Janganlah berharap hasilnya seperti ngerjain di lappy.
Hasilnya ya begitulah....
Terima nasib saja mak.
Mari desain ulang hiks...hiks...

Mencoba berdamai dengan keadaan.
Mari kerjain lagi di lappy.
Tapi entah kenapa, hati ini masih penasaran.
Adakah cara yang bisa menyelamatkan hasil desain kemarin agar hasil print tidak pecah?
Coba tanya ke teman yang jago komputer dan desain.
Katanya ada aplikasi gambar dan desain di hp yang resolusinya bisa disesuaikan.
Coba browsing sana sini.

Dan aha...bertemulah dengannya.
Aplikasi penyelamat, yang bisa merubah resolusi desain yang telah dibuat.
Otak-atik sesuai tutorial.
Alhamdulillah mudah penggunanya dan berhasil.
Gambar tidak pecah saat diprint.

Ternyata aplikasi ini bisa untuk membuat foto menjadi gambar kartun dan juga bisa untuk penggunaan lain.
Wah...bahagia sekali bisa menemukannya.
Jadi tidak perlu desain ulang.
Cukup atur resolusinya.
Ingin tahu nama aplikasinya?
MediBang Paint...yaa, aplikasi penolong kegalauan kemarin.

Keterangan gambar : Yang belum dipotong itu hasil awal, diprint hitam putih agak lumayan
kalau diprint warna hasilnya pecah. Gambar yang sudah dipotong-potong adalah hasil setelah resolusi diubah menjadi 600 dpi dan pixelnya diperbesar. Lumayan ga pecah.
l

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...