Langsung ke konten utama

Kisah Bebek Goreng Pak Haji Spesial Sambel Korek


Malam-malam posting foto makanan? Mau pamer lagi makan di mana ya? Hehe...bukan mak, ini foto late post. Makan malam-malam yang ada tambay melebar Mak...Iseng melihat album foto di Hp dan melihat foto. Jadi teringatlah kisah dibalik makananan ini. Bukan kisah saat makan kemarin itu, tapi kisah delapan tahun yang lalu. Kisah kehamilan putri kecil kami di trimester pertama.

Kisah itu berawal dari terbersitnya keinginan makan bebek goreng pak Haji yang terkenal dengan spesial sambel koreknya.Terbayang renyah dagingnya,kriuk tulang dan bumbunya yang meresap. Teringat juga pedasnya itu si sambel korek sampai tak terasa meneteslah air liur ini. Langsung cuss menghubungi pak suami tersayang.

"Kang, nanti pulang kerja beliin bebek goreng Pak Haji yang spesial dengan sambel koreknya ya?" dengan suara halus merayu.
"Insya Allah ya, semoga tidak lupa." jawab Pak Suami singkat

Tibalah saat yang dinanti-nanti. Tak sabar rasanya menantikan bebek goreng yang dirindukan. Namun saat tercium bau bebek goreng dari bungkusan yang dibawa pak suami, kok terasa beda ya. Benar saja, dari nama kemasannya saja berbeda. Ini mah Bebek D yang dijual sebelum masuk Depok, sebelah kiri jalan kalau tidak salah ( itu dulu, sekarang udah tidak ada kayaknya.) Selera makan langsung drop, hilang terhempaslah semua hasrat makan itu. Hanya bisa makan beberapa suap.

Pak Suami sampai heran," Kenapa tidak dihabiskan?"
"Ini bukan Bebek Pak Haji ya? pertanyaan penuh selidik dilontarkan ke Pak suami.
Pak suami diam tidak menjawab, kemudian dengan suara pelan dia akhirnya buka mulut," Bukan... ini bebek D, tadi tidak sempat ke Pak Haji. Badan sudah lelah sekali, jadi mau muter balik terasa tidak kuat."
Mendengar penjelasannya mau marah bagaimana? Kasihan juga dia lelah, jadi males muter balk. Walau hati ini jujur kecewa tapi tidak bisa diutarakan, bisa perang barata yuda nanti. Maklum dulu jaman awal-awal masih sama-sama labil belum bisa ngontrol emosi.😁

Esok harinya, pak suami membelikan kembali bebek goreng. Tapi tetap tidak bisa menggugah selera makan, karena bukan dari restoran pak Haji. Hanya digeserkan sedikit demi sedikit dari hadapan, dan ditawarkan ke sepupu yang kebetulan menginap. Sampai empat kali berulang, tetap sama tidak dimakan  dan akhirnya pak suami menyerah. Menyerah sama istrinya yang sedang ngidam. Bapak sih, orang ngidam dilawan. Kalau main kuat-kuatan, yang ngidam lebih kuat pak. Ini bukan ingin Bebek goreng, tapi keinginan tentang bebek goreng Pak Haji bukan yang lain.

Di malam minggu yang cerah, pak suami mengajak makan bebek goreng di restoran Pak Haji. Yeay...alhamdulillah akhirnya kesampaian. Bahagia sekali dan terasa nikmat, akhirnya yang diidam-idamkan tercapai. Ada perasaan puas begitu, ngidamnya terpenuhi. Terima kasih pak suami.

Demikan kisah bebek goreng itu. Berkaitan dengan ngidam.
Sebenarnya ngidam itu apa ya?
Ada yang punya pendapat?

Beberapa orang berpendapat ngidam itu dipengaruhi oleh bawaan bayi di dalam kandungan. Namun pada sebuah artikel di doktersehat.com disebutkan bahwa beberapa pakar kesehatan berpendapat bahwa banyak faktor yang menyebabkan ibu hamil mengalami ngidam.Salah satunya adalah karena perubahan hormon yang signifikan saat hamil. Adanya perubahan hormon ini, menyebabkan tubuh ibu hamil mengalami ketidakseimbangan neurologi dan biologi.

Hormon ini juga mempengaruhi indera penciuman dan indera perasa pada ibu menyebabkan para ibu mengalami perubahan nafsu makan atau pola makan dengan signifikan.

Masih di artikel yang sama disebutkan bahwa sebagian pakar kesehatan menyebutkan jika keinginan ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan tertentu ternyata disebabkan oleh tubuh yang membutuhkan asupan vitamin atau mineral tertentu demi mendukung perkembangan dan kesehatan janin di dalam kandungan.

Kebutuhan akan nutrisi itulah yang mempengaruhi nafsu makan ibu hamil.
Tak hanya itu, ada kecenderungan ibu hamil untuk menjadi lebih sensitif pada rasa atau bau makanan tertentu sebagai bentuk mekanisme keamanan diri menghindari makanan-makanan yang dianggap kurang baik atau berbahaya bagi kesehatan janinnya.

Sayangnya, ada sebagian ibu hamil yang menuruti keinginan ngidamnya dan justru melupakan pola makan yang sehat. Dia  mengkonsumsi makanan itu terus-terusan tanpa mengkonsumsi makanan lainnya. Padahal, hal ini tentu bisa membuat janin kekurangan nutrisi yang sangat penting bagi perkembangan dan kesehatannya. Jika hal ini terjadi, ada baiknya ibu hamil meminta saran pada dokter kandungan atau bidan untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Ya...kalau masih wajar tidak ada salahnya dipenuhi, membahagiakan istri yang sedang hamil dapat pahala Insya Allah. Mungkin ada baiknya para ibu yang sedang hamil, bisa mensugesti dirinya agar bisa mengerem keinginan yang aneh-aneh dengan dalih ngidam. Kasihan pak suami Mak, harus ngider nyari yang diinginkan istrinya apalagi pas malam hari pasti lelah banget. Beberapa orang ada yang berhasil dengan metode ini, semoga berhasil juga pada anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...