Sore ini Diara dan Bunda kembali melanjutkan proyek membuat squisy. Kami baru sempat sore, karena dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB mengikuti kegiatan komunitas Kelompok Belajar dan Bermain Depok (Kerlap).
Mengingat terbatasnya spons yang akan menjadi bahan utama pembuatan squisy, maka kita awali dengan membuat squisy ukuran kecil dahulu. Rencananya mau dibuat bentuk kue dengan warna pink dan hijau.
Proyek dimulai dengan merapikan spons dengan gunting, ditengah proses menggunting Diara merasa hasil guntingnya kurang rapi dan meminta bunda untuk membantu merapikan sebagai final touch. Walaupun setelah bunda mencoba membantu merapikan hasilnya tidak jaug beda hihihi. Kegiatan selanjutnya adalah memberi lem fox pada bagian tengah spons. Ternyata itu agak susah, tidak bisa nempel dan terus menerus terbuka lagi. Bunda mengusulkan untuk bagian itu bisa dicoba pakai lem tembak mungkin lebih kuat. Setelah dicoba ternyata benar, hasilnya lebih kuat dari lem fok.
Mewarnai spons ternyata tidak semudah yang dibayangkan, ada pori-pori yang lumayan menyerap cat sehingga meratanya hasil cat lumayan lama harus diulang beberapa kali. Proses pengeringan cat pun lama sekali, di rumah tidak ada hair dryer, di luar hari sudah sore matahatri sudah meredup. Dicoba diangin-angin depan kipas angin, tetap lama kering juga. Akhirnya kita putuskan proyek hari ini ditunda, mengingat sebentar lagi waktu magrib tiba. Alhamdulillah Diara mau mengerti dan memaksa untuk melanjutkan pekerjaan. Karena dia tahu sendiri kalau sponsnya masih basah sehinga sulit jika di kasih warna atau gambar di atas permukaan yang sudah dicat.

