Langsung ke konten utama

Tantangan Sesi Ke III Kelas Bunda Sayang Proyek Keluarga (Hari ke Delapan) : " Squisy Time"

Sore ini Diara dan Bunda kembali melanjutkan proyek membuat squisy. Kami baru sempat sore, karena dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB mengikuti kegiatan komunitas Kelompok Belajar dan Bermain Depok (Kerlap).

Mengingat terbatasnya spons yang akan menjadi bahan utama pembuatan squisy, maka kita awali dengan membuat squisy ukuran kecil dahulu. Rencananya mau dibuat bentuk kue dengan warna pink dan hijau. 

Menggunting spons

Proyek dimulai dengan merapikan spons dengan gunting, ditengah proses menggunting Diara merasa hasil guntingnya kurang rapi dan meminta bunda untuk membantu merapikan sebagai final touch. Walaupun setelah bunda mencoba membantu merapikan hasilnya tidak jaug beda hihihi. Kegiatan selanjutnya adalah memberi lem fox pada bagian tengah spons. Ternyata itu agak susah, tidak bisa nempel dan terus menerus terbuka lagi. Bunda mengusulkan untuk bagian itu bisa dicoba pakai lem tembak mungkin lebih kuat. Setelah dicoba ternyata benar, hasilnya lebih kuat dari lem fok. 


Mewarnai spons

Mewarnai spons ternyata tidak semudah yang dibayangkan, ada pori-pori yang lumayan menyerap cat sehingga meratanya hasil cat lumayan lama harus diulang beberapa kali. Proses pengeringan cat pun lama sekali, di rumah tidak ada hair dryer, di luar hari sudah sore matahatri sudah meredup. Dicoba diangin-angin depan kipas angin, tetap lama kering juga. Akhirnya kita putuskan proyek hari ini ditunda, mengingat sebentar lagi waktu magrib tiba. Alhamdulillah Diara mau mengerti dan memaksa untuk melanjutkan pekerjaan. Karena dia tahu sendiri kalau sponsnya masih basah sehinga sulit jika di kasih warna atau gambar di atas permukaan yang sudah dicat.


Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...