Langsung ke konten utama

Tantangan Sesi Ke III Kelas Bunda Sayang Projek Keluarga (Hari Kedua) : " Berbagi itu Indah dan Menyenangkan "

Hari ini adalah hari kedua tantangan sesi ke-3 Proyek Keluarga. Hari ini kami masih membahas perencanaan dari projek yang akan kami lakukan. 

1. Proyek Sains
Ketua : Diara
Alat dan Bahan : 
a. Percobaan dengan telur : Telur mentah 4 dan telur matang 2
b. Percobaan dengan Uang logam : Uang logam, sebuah kartu brige/kartu nama dan gelas
c. Perobaan lilin : Sebatang lilin, gelas dan korek api
d. Percobaan dengan Air Es : Gelas, beberapa potong es batu dan air hangat


2. Proyek Membuat Family Organizier Schedule 
Ketua : Bunda Nurul
Alat dan Bahan :
a. Kertas Manila hitam
b. Kertas Kado
c. Kertas HVS
d.Spidol
e.Printer
f. Lem tembak
g. Lem fox
h. Gunting
i. Lakban
j. Paku, palu dan bor listrik
          
3. Proyek Perpustakaan 
Ketua : Bunda Nurul 
Alat dan bahan
a. Peralatan untuk mengecat ruangan : kuas, amplas,cat dll
b. Wall stiker
   
Sementara baru itu list persiapan alat dan bahan yang harus disiapkan. Rencananya hari Sabtu baru akan dibeli barang-barangnya. Untuk hari ini, Diara akan berkegiatan dengan Komunitas Ksuper melakukan proyek berbagi dengan sesama. Proyek ini bertujuan melatih kepekaan dan kepedulian anak-anak terhadap sesama. Rencananya anak-anak akan membagikan nasi bungkus ke para pedagang kaki lima, pemulung, ojek, tukang becak dan lain-lain yang ada disekitar mesjid Nurussalam tempat bisa komunitas Ksuper berkegiatan.

Acara direncanakan setelah sholat Jumat, namun beberapa teman Diara datang terlambat. Kami memutuskan membagikan makanan tanpa menunggu semua anak-anak tiba mengingat hari sudah siang, jam makan siang. Kalau menunggu semua kumpul, khawatir makanan sudah tidak hangat dan orang-orang sudah pada makan. 

Pembagian nasi bungkusi mulai dilakukan, anak-anak mulai memasukan nasi ke dalam kantung plastik yang akan mereka bawa. Lalu mulai membagikan makanan ke orang-orang sekitar mesjid. Anak-anak lain yang baru datang pun, mulai dibagikan makanan untuk segera disebar ke masyarakat. 
 

                                                  Persiapan Pembagian Makanan

Anak-anak sangat antusias, walau cuaca panas dan matahari sangat terik mereka tetap bersemangat berjalan kaki yang membagikan makanan. Untuk area yang agak jauh, pembagian makanan dilakukan menggunakan motor. Senyum bahagia terpancar dari orang-orang yang telah diberi nasi bungkus. Untai doa dan kata terimakasih mereka sampaikan kepada anak-anak, ini cukup memompa semangat anak-anak sehingga mereka pantang kembali ke mesjid sebelum nasih bungkus habis dibagikan. Alhamdulillah dari sekitar seratus tigapuluhan nasi hanya sisa empat. 

Diara minta satu nasi bungkus yang rencananya akan diberikan kepada orang yang kira-kira membutuhkan. Qodarullah, pada saat tiba di rumah terlihat bapak yang suka mengelola kebun di dekat rumah sedang bekerja. Kelihatannya beliau lapar, saat kami menghampirinya terlihat sedang menyantap buah pisang. Diara memberikan nasinya kepada bapak tersebut, untaian doapun mengalir dari mulut si bapak tua.Diara sangat senang sekali.

                                          Memberi nasi ke tukang kebun depan rumah

Tiba dirumah, Diara menyampaikan idenya " Bunda, kapan-kapan kita berbagi juga yu?"
"Hayu, nanti kita sampaikan ya idenya kepada Ayah."Kalau ayah oke, besok ahad saja kita beli nasi uduk lalu kita bagikan kepada para pekerja kebersihan yang nyapu dipinggir jalan, pemulung, penjual keliling dan kaki lima. "
"Oke Bun, semoga ayah setuju ya bun"
"Aamiin.."

Saat ayahnya tiba, Diara langsung mengutarakan usulnya
" Ayah, kapan-kapan kita beli nasi uduk yang banyak terus kita bagikan kepada yang membutuhkan yu ? Kita berbagi gitu ya, kayak tadi aku sama Ksuper"
" Bagaimana kalau ahad ini yah? Kita masukkan sebagai projek keluarga tantangan sepuluh hari?" bunda menimpali
" Oke " Jawab ayah

Alhamdulillah Diara hari ini belajar banyak dari projek berbagi dengan sesama ini.Dia belajar berempati dengan orang lain. Kita bisa makan tepat waktu,mereka yang penghasilannya minim makan siang terkadang menunggu uang hasil penjualan cukup untuk makan. Belajar memberi kepada orang lain, menanamkan rasa sayang kepada orang lain karena tangandi atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan yang terpenting,Diara jadi ingin berbagi lagi jadi ketagihan.

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...