Alhamdulillah sudah hari ke enam Tantangan 10 Hari Apresiasi Kemandirian putri kami Diara. Tantangan yang ditargetkan pelan-pelan bisa dilakukan seperti mandi sendiri, makan sendiri, sholat tanpa harus disuruh, dan berpakaian sendiri. Ini aktifitas rutin yang diharapkan Diara bisa lakukan dengan benar dengan inisiatif sendiri. Sementara memasak dan mencuci piring adalah aktifitas yang ingin saya latih agar terbiasa.
Hari ini, kami pergi ke klinik kantor suami untuk cek laboratorium, lanjut ke Tanah Abang untuk membeli baju putri duyung dan ke Toko peralatan sekolah. Dalam perjalanan hari ini, saya menyoroti latihan kemandirian Diara dalam beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang lain terutama orang dewasa. Setelagh saya amati dan observasi, untuk keberanian tidak ada kendala. Diara termasuk anak yang supel. mudah bersosialisasi dengan orang lain. Namun untuk adab dan tata cara berkomunikasinya yang harus saya ingatkan terus dan ajarkan.Namanya anak-anak, kadang suka sesuka hati dan akhirnya menjadi tindakan yang tidak sopan di mata orang lain.
Pada saat di toko perlengakan alat sekolah, beberapa barang yang dijual tidak ada keterangan gambarnya. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk melatih Diara untuk berani menanyakan harga kepada pedagang. Dia semangat sekali dan antusias. Dia bangga karena bisa melakukannya.
Diara : Aku bisa kan Bun? Aku pinter kan bun ? AKu berani kan bun?
Bunda : Iya, masya Allah Diara berani dan pinter
Latihan lainnya, adalah saat ke toilet. Biasanya saya temenin masuk ke dalam terkadang sampai cebokin. Kali ini, saya hanya menunggu di luar. Saya melatih Dia untuk bisa melakukan aktifitas sendiri tanpa bantuan orang lain. Alhamdulillah bisa, Diara tidak merengek minta ditemani atau dicebokin.
Hari ke enam ini menjadi istimewa karena kami bisa melakukan latihan kemandirian anak di luar yang sudah ditargetkan, yaitu bisa besosialisasi, berkomunikasi orang lain dan toilet training sendiri di tepat umum.