Langsung ke konten utama

Dongeng Tentang Mengatur Waktu

Akhir-akhir ini gadis kecil sedang sedikit sulit  mengatur waktunya. Ketika diingatkan untuk melakukan sesuatu berbagai alasan disebutkan, akhirnya terjadi penundaaan. Tak jarang diakhiri dengan ribut kecil maupun besar dengan Bunda. Tentu kondisi ini tidak baik, Bunda memutar otak bagaimana caranya agar gadis kecil berubah.

Hari ini, Bunda menemukan sebuah buku milik gadis kecil. Buku lama sih bukan buru baru yang isinya tentang mengatur waktu. Setelah membaca isisnya akhirnya tercetus sebuah ide untuk membuat dongeng untuk  diceritakan ke gadis kecil yang temanya tentang mengatur waktu.


Menjelang tidur sebelum biasa kita membaca buku atau mendengarkan dongeng. Malam ini dongeng yang akan diceritakan tentang mengatur waktu.Tokohnya adalah seorang anak perempuan bernama Nabila, seorang anak yang sangat  sholehah. Dia masih usia 10 tahun tapi sangat disipilin tentang waktu. Dia sudah memiliki jadwal kegiatan sehari-hari yang sudah dia buat dan jalani, sehingga menjadi sebuah kebiasaaan. Mulai dari bangun pagi pukul 04.30 wib dilanjutkan sholat subuh,  berzikir, membaca Al Quran, mandi, sarapan, belajar, sholat dhuha dan membantu orang tua.

Kegiatan di siang hari dimulai dengan sholat zuhur, membaca buku dan tidur siang. Menjelang petang, kegiatan yang dilakukan adalah sholat ashar, membaca zikir petang, bermain bersama teman dan berhenti bermain saat waktu magrib hampir tiba.

Pukul 18.30, Nabila makan malam bersama kedua orang tuanya, dilanjutkan membantu mencuci alat makan yang telah digunakan, sholat isya, belajar dan tidur malam.

Rutinitas itu Nabila lakukan dengan senang hati dan tertib, tanpa paksaan dan omelan orang tuanya. Alhamdulillah dengan jadwal ini, kegiatan Nabila menjadi tertata dengan baik. Nabila merasa senang, begitupun Ayah dan Bundanya.

----------------------------------------------------------------

Diakhir cerita, Bunda menanyakan pendapat gadis kecil tentang cerita yang baru didengarnya. Apakah menyukainya? Bagaimana pendapatanya? Dan apakah gadis kecil mau seperti Nabila yang memiliki jadwal kegiatan sehari-hari yang dilaksanakan dengan rutin.

Jawabnya adalah mau, so insya Allah kami akan membuat jadwal kegiatan untuknya yang kegiatannya menyesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitasnya.  Semoga bisa dilaksanakana dengan baik. Aamiin....

Sumber referensi :

Athirah Mustajab, Atur Waktumu Dengan Baik, Pinisi Samudra Ilmu, Desember 2016


#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#day15

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...