Langsung ke konten utama

Belajar Bahasa Inggris Melalui Dongeng


Tantangan 10 hari kali ini adalah mencoba mempraktekkan dongeng berbahasa Inggris. Tujuannya mengenalkan bahasa Inggris kepada anak,  terutama pengenalan kosa katanya. Berbekal hasil belanja gagasan kemarin,  Bunda menceritakan sebuah dongeng tentang bebek yang buruk rupa.

Ini dia ceritanya :

It spring and mother duck was sitting on her eggs.
Musim semi tiba dan Ibu Bebek sedang mengerami telur-telurnya.
One day her eggs started to break open.
Suatu hari telur-telurnya mulai menetas.
Soon, six small, beautiful, yellow ducklings and one big, gray duckling came out of the eggs.

Tak lama, enam anak bebek kecil dan lucu, dan satu anak bebek abu-abu besar keluar dari telur-telur tersebut.
The gray duckling had big eyes, and was ugly, but mother duck loved him.
Anak bebek abu-abu memiliki mata besar dan tampak buruk rupa, tapi Ibu Bebek menyayanginya.

Sometimes the ugly duckling felt sad, because he did not look like any of his brothers and they didn’t want to play with him.
Terkadang Si Bebek Buruk Rupa merasa sedih karena ia tak sama seperti saudara-saudaranya, dan mereka tak mau bermain dengannya.

Every day, he went to the pond and asked the birds,
Setiap hari ia pergi ke kolam dan bertanya pada para burung,
“Do you know any ducklings with gray feathers?”
“Apakah kalian tahu bebek lainnya yang memiliki bulu abu-abu?”
But they all said no.
Namun, mereka semua menjawab tidak tahu.
He didn’t ask the swans because he was shy.  They had long necks and white feathers. They were very beautiful.
Ia tak bertanya pada para angsa karena ia merasa malu. Mereka memiliki leher panjang dan bulu putih. Mereka sangat cantik.
He looked at himself in the pond, and felt even sadder.
Ia melihat dirinya di kolam, dan merasa lebih sedih lagi.

It was winter, so mother duck took her ducklings to the warm barn.
Musim dingin tiba, Ibu Bebek membawa anak-anaknya ke dalam lumbung yang hangat.
The ugly duckling couldn’t wait to go to the pond again. He wanted to see the beautiful swans.
Si Bebek Buruk Rupa tak sabar ingin ke kolam lagi. Ia ingin melihat para angsa yang cantik.

Soon it was spring again, and the ugly duckling ran to the pond.
Tak lama kemudian, musim semi dating kembali, dan Si Bebek Buruk Rupa lari ke kolam.
The ugly duckling looked at himself and was surprised,
Si Bebek Buruk Rupa melihat dirinya di kolam dan terkejut,
“Is that me?” he asked.
“Apakah itu aku?” Ia bertanya.
You see, he wasn’t a gray duckling – he was a beautiful swan!
Kau lihat, ia bukanlah bebek buruk rupa lagi – ia menjadi angsa yang cantik!
All the other swans wanted to be his friend.
Semua angsa lainnya mau berteman dengannya.

“We’re swans like you!” they said. “We are happy to meet you.”
“Kami semua angsa sepertimu!” kata mereka. “Kami senang berkenalan denganmu.”
The young swan smiled – he rustled his feathers, curved his slender neck, and cried joyfully, “I never dreamed of this, I am so happy!”
Angsa muda pun tersenyum – ia menggerakan bulunya, melengkungkan lehernya yang ramping, dan berteriak bahagia, “Aku tak pernah bermimpi ini terjadi. Aku sangat bahagia!”

the-end

--------------------------------------------------------------
Dalam prakteknya,  Bunda mendongengkannya dalam dua bahasa,  pertama bahasa Inggris lalu diterjemahkan. Sesekali melakukan improvisasi,  lebih kepada menambahkan infornasi agar ceritanya dapat dipahami gadis kecil.

Diakhir cerita,  Bunda bertanya kepada gadis kecil yang betujuan melihat sejauh mana pemahaman dia dalam mendengarkan dongeng dan menangkap infornasi atau hikmah daro sebuah dongeng.

Berikut pertanyaan yang diberikan kepada putri saya :

1. Why was the duckling sad sometimes?
Mengapa Bebek Buruk Rupa terkadang merasa sedih?

2.What did the ugly duckling become at the end of the story?
Bebek Buruk Rupa berubah menjadi apa di akhir cerita?

Alhamdulillah gadis kecil bisa menjawab dengan baik pertanyaan. Semoga ini bisa disimpulkan bahwa dia paham ceritanya.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#day14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...