Langsung ke konten utama

Belajar Mendongeng dari Sebuah Gambar


Hari ke 12  dalam tantangan 10 hari level 10 ini akan dicoba dengan belajar mendongeng dari sebuah gambar beralur tanpa tulisan. Kami yang akan membuat ceritanya. Setelah mencari di internet, kami mendapatkan sebuah gambar beralur. Melihat alur demi alur,  bunda mencoba membaca maksud cerita yang ingin disampaikan dalam gambar. 

Inilah cerita yang hasil rekaan Bunda dan didongengkan kepada gadis kecil. Dikisahkan ada seorang anak laki-laki bernama Reno yang sangat suka bermain gadget. Ibunya sangat khawatir dengan kebiasaan Reno, beliau sering mengingatkan Reno untuk bermain yang lain atau bermain di luar bersama teman. 

Reno pada dasarnya anak yang baik dan menuruti kata orang tua,  terkadang ketika tidak ada aktivitas lain maka bermain gadget adalah pilihannya. Suatu hari,  Reno ingin bermain ke rumah temannya satu kompleknya Dino. Dia minta izin ke Bundanya terlebih dahulu. Alhamdulillah dizinkan. 

"Bun,  bolehkah aku bermain ke rumah Dino?" tanya Reno
"Dino yang rumahnya di blok A?" tanya Bunda
"Iya Bun, bolehkan?" menjawab dengan penuh harap
"Boleh, pulang sebelum petang ya Nak!"
"Baik Bu."

Berjalanlah Reno ke rumah Dino dengan hati-hati. Sesampai di depab pintu, Reno mengetuk pintu dan mengucap salam. 

"Assalamualaikum, Dino main yu!"
Terdengar suara langkah kaki dari arah dalam,  tak lama terlihat wajah Dino di balik pintu, " hayu masuk,  aku lagi latihan nari."
Reno masuk ke dalam rumah Reno,  ternyata Dino sedang latihan menari bersama dua orang temannya diajari oleh ibunya Dino. 
"Ibu,  ini Reno temanku mau ikut latihan menari. Bolehkan?" tanya Dino
"Tentu saja,  mari Reno kita latihan menari."jawab Ibu Dino dengan  ramah. 

Mulailah Reno latihan menari,  dia mencoba mengikuti gerakan menari yang diajarkan ibunya Dino.  Awalnya sedikit susah,  ini adalah pengelaman pertama Reno. Hati Reno senang,  dia bisa belajar menari menyalurkan energinya dan belajar budaya karena tariannya bermana tari Kijang dari Jawa Barat dan juga. Hingga tak terasa menjelang petang,  diapun harus pamit pulang. Dia berjanji akan datang lagi saat latihan. 

Tiba di rumah,  Reno menceritakan pengalaman latihan menari kepada Bunda. Dia merasa senang dan antusias, minggu depan dia ingin ikut lagi. Bunda pun merasa bahagia,  Reno bisa mencari alternatif kegiatan lain yang Insya Allah lebih menyenangkan dan bermanfaat dibandingkan bermain gadget. 

---------------------------------------------------------

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Sumber referensi : 

http://bayuruvevi.blogspot.co.id/2014/12/kelas-2-tema-1-sub-tema-2-hidup-rukun_4.html?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...