Tantangan hari ke tiga di kelas Bunsay level 10 akan menyajikan kisah pengalaman praktek mendongeng. Sebagai pemanasan dongeng yang akan dibawakan akan diambil dari sumber lain dulu,Insya Allah besok mulai mengarang indahnya. Ini sebagai awalan, perkenalan kepada gadis kecil tentang dongeng. Akhir-akhir ini sebenarnya di rumah sedang mencoba mengurangi dongeng, lebih sering memperdengarkan kisah. Dongeng identik dengan cerita khayalan, imajinasi dan tidak nyata sehingga khawatir mempengaruhi jiwa anak. Namun mendengar penjelasan di kelas bunsay, dongeng tidak selalu berbau hal seperti itu. Kita bisa megarangnya sesuai kebutuhan kita dan tujuan kita. Baik lah besok kita mulai, untuk sekarang mari kita mendongeng yang sudah ada. Kita improvisasi dan kembangkan saja menurut imajinasi kita.
Mulailah Bunda mencari dongeng yang cocok untuk disampaikan ke gadis kecil. Dongeng tentang apa ya yang kira-kira cocok dengan kebutuhan dia saat ini. Setelah browsing ke sana ke mari maka dipilihlah dongeng berjudul "Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan". Dongeng ini seperti cocok ini untuk anak gadis kecil agar dia rajin membaca dan haus akan ilmu pengetahuan.
Mulailah Bunda mencari dongeng yang cocok untuk disampaikan ke gadis kecil. Dongeng tentang apa ya yang kira-kira cocok dengan kebutuhan dia saat ini. Setelah browsing ke sana ke mari maka dipilihlah dongeng berjudul "Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan". Dongeng ini seperti cocok ini untuk anak gadis kecil agar dia rajin membaca dan haus akan ilmu pengetahuan.
Dongeng ini menceritakan tentang seorang anak bernama Mogu yang berusia 7 tahun yang hidup sebatang kara. Kegiatan sehari-harinya adalah pergi ke ladang dan mencari kayu bakar di hutan. Suatu hari dia tersesat di hutan, dan saat kelelahan dia bersandar pada sebuah pohon yang ternyata pohon itu adalah pohon pengetahuan yang banyak dicari oleh orang-orang. Karena Mogu anak yang baik dan memiliki jiwa yang bersih serta tekad yang kuat mencari ilmu pengetahuan maka dia bisa melihat pohon pengetahuan.
Pohon pengetahuan kemudian menawari Mogu untuk belajar padanya, tentu itu kesempatan emas dan Mogu sangat bersemangat menerimanya. Sejak saat itu Mogu belajar banyak hal dari pohon pengetahuan, hingga suatu hari Mogu diminta pergi mengembara untuk mencari pengalaman dan menggunakan pengetahuannya.
Pergilah Mogu mengembara ke desa-desa, menggunakan pengetahuannya untuk membantu orang lain. Memperbaiki irigasi, mengajar anak-anak membaca dan menulis. Saat tiba di ibukota, dia mengikuti ujian negara. Mogu berhasil lulus dengan peringkat terbaik sepanjang abad. Raja amat kagum akan kepintarannya. Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda namanya. Dia tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja. Usahanya gagal, Mogu bisa menjawab pertanyaan. Tak putus asa, dia terus mencoba menjatuhkan Mogu. Berhasilkah usaha Pejabat Monda menjatuhkan Mogu? Silahkan simak kisahnya di Dongeng – Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan.
-----------------------
Alhandulillah dongeng pertama sudah usai, selama mendongeng berbagi tips dan trik dilakukan mulai suara berbeda tiap karakter, intonasi suara yang dan gesture tubuh yang bersemangat. Semuanya dilakukan dengan total agar bisa diterima oleh gadis kecil. Jika dilihat dari binar matanya dan gesture tubuhnya sih sepertinya dia senang mendengarkan dongengnya.
Saat ditanya senang tidak dengan dongengnya? Dia jawab senang. Begitupun saat ditanya beberapa pertanyaan terkait cerita, dia menjawab pertanyaan. Itu sudah cukup menjadi bukti dia mendengarkan dongengnya dah juga memahami ceritanya.
Diusianya yang sudah menginjak 7 tahun, binar matanya saat mendengarkan dongeng masih bisa terlihat. Tadinya Bunda sempat khawatir dia sudah tidak suka dongeng, mengingat usianya yang bukan balita lagi. Ternyata masih suka dan antusias mendengarnya. Semoga besok saat Bunda mengarang dongeng untuknya, dia mau mendengarkan dan menyukainya. Aamiin....
Diusianya yang sudah menginjak 7 tahun, binar matanya saat mendengarkan dongeng masih bisa terlihat. Tadinya Bunda sempat khawatir dia sudah tidak suka dongeng, mengingat usianya yang bukan balita lagi. Ternyata masih suka dan antusias mendengarnya. Semoga besok saat Bunda mengarang dongeng untuknya, dia mau mendengarkan dan menyukainya. Aamiin....
Di akhir cerita, kita sama-sama membahas isi dongengnya. Menggaris bawahi point-point penting dari cerita, kira-kira apa lesson learnnya? Semoga dia bisa memahami makna dan nilai positif yang terkandung dalam dongeng tersebut. Jika ditelisik lebih dalam, banyak sekali nilai positif dari cerita tersebut antara lain tentang jiwa yang bersih jauh dari penyakit hati, semangat yang tinggi untuk belajar, tekun, sabar, mau berbagi ilmu,dan sebagainya.
Tak lupa, Bunda mengingatkan kepada gadis kecil bahwa pohon yang bisa berbicara dalam cerita, hanyanya imajinasi, kenyataan tidak demikian.
#Tantangan10Hari
#Level 10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#Day 3
#Tantangan10Hari
#Level 10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#Day 3
Komentar
Posting Komentar