Langsung ke konten utama

Mari Mendengarkan Dongeng Anak rajin dan Pohon Pengetahuan

Sumber by google
Tantangan hari ke tiga di kelas Bunsay level 10 akan menyajikan kisah pengalaman praktek  mendongeng. Sebagai pemanasan dongeng yang akan dibawakan akan diambil dari sumber lain dulu,Insya Allah besok mulai mengarang indahnya. Ini sebagai awalan, perkenalan kepada gadis kecil tentang dongeng. Akhir-akhir ini sebenarnya di rumah sedang mencoba mengurangi dongeng, lebih sering memperdengarkan kisah.  Dongeng identik dengan cerita khayalan, imajinasi dan tidak nyata sehingga khawatir mempengaruhi jiwa anak.  Namun mendengar penjelasan di kelas bunsay, dongeng tidak selalu berbau hal seperti itu. Kita bisa megarangnya sesuai kebutuhan kita dan tujuan kita. Baik lah besok kita mulai, untuk sekarang mari kita mendongeng yang sudah ada. Kita improvisasi dan kembangkan saja menurut imajinasi kita.

Mulailah Bunda mencari dongeng yang cocok untuk disampaikan ke gadis kecil. Dongeng tentang apa ya yang kira-kira cocok dengan kebutuhan dia saat ini. Setelah browsing ke sana ke mari maka dipilihlah dongeng berjudul "Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan". Dongeng ini seperti cocok ini untuk anak gadis kecil agar dia rajin membaca dan haus akan ilmu pengetahuan.

Dongeng ini menceritakan tentang seorang anak bernama Mogu yang berusia 7 tahun yang hidup sebatang kara. Kegiatan sehari-harinya adalah pergi ke ladang dan mencari kayu bakar di hutan. Suatu hari dia tersesat di hutan,  dan saat kelelahan dia bersandar pada sebuah pohon yang ternyata pohon itu adalah pohon pengetahuan yang banyak dicari oleh orang-orang. Karena Mogu anak yang baik dan memiliki jiwa yang bersih serta tekad yang kuat mencari ilmu pengetahuan maka dia bisa melihat pohon pengetahuan. 

Pohon pengetahuan kemudian menawari Mogu untuk belajar padanya,  tentu itu kesempatan emas dan Mogu sangat bersemangat menerimanya.  Sejak saat itu Mogu belajar banyak hal dari pohon pengetahuan, hingga suatu hari Mogu diminta pergi mengembara untuk mencari pengalaman  dan menggunakan pengetahuannya. 

Pergilah Mogu mengembara ke desa-desa, menggunakan pengetahuannya untuk membantu orang lain. Memperbaiki irigasi, mengajar anak-anak membaca dan menulis. Saat tiba di ibukota, dia mengikuti ujian negara. Mogu berhasil lulus dengan peringkat terbaik sepanjang abad. Raja amat kagum akan kepintarannya. Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda namanya. Dia tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja.  Usahanya gagal, Mogu bisa menjawab pertanyaan.  Tak putus asa,  dia terus mencoba menjatuhkan Mogu. Berhasilkah usaha Pejabat Monda menjatuhkan Mogu? Silahkan simak kisahnya di Dongeng – Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan.

-----------------------
Alhandulillah dongeng pertama sudah usai,  selama mendongeng berbagi tips dan trik dilakukan mulai suara berbeda tiap karakter, intonasi suara yang dan gesture tubuh yang bersemangat. Semuanya dilakukan dengan total agar bisa diterima oleh gadis kecil. Jika dilihat dari binar matanya dan gesture tubuhnya sih sepertinya dia senang mendengarkan dongengnya. 

Saat ditanya senang tidak dengan dongengnya? Dia jawab senang. Begitupun saat ditanya beberapa pertanyaan terkait cerita, dia menjawab pertanyaan.  Itu sudah cukup menjadi bukti dia mendengarkan dongengnya dah juga memahami ceritanya. 

Diusianya yang sudah menginjak 7 tahun,  binar matanya saat mendengarkan dongeng masih bisa terlihat. Tadinya Bunda sempat khawatir dia sudah tidak suka dongeng, mengingat usianya yang bukan balita lagi. Ternyata masih suka dan antusias mendengarnya. Semoga besok saat Bunda mengarang dongeng untuknya, dia mau mendengarkan dan menyukainya. Aamiin....

Di akhir cerita,  kita sama-sama membahas isi dongengnya. Menggaris bawahi point-point penting  dari cerita, kira-kira apa lesson learnnya? Semoga dia bisa memahami makna dan nilai positif yang terkandung dalam dongeng tersebut. Jika ditelisik lebih dalam, banyak sekali nilai positif dari cerita tersebut antara lain tentang jiwa yang bersih jauh dari penyakit hati, semangat yang tinggi untuk belajar, tekun, sabar, mau berbagi ilmu,dan sebagainya.

Tak lupa, Bunda mengingatkan kepada gadis kecil bahwa pohon yang bisa berbicara dalam cerita, hanyanya imajinasi, kenyataan tidak demikian.

#Tantangan10Hari
#Level 10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#Day 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...