"Tidak usah Nak, Bunda tidak berniat belanja. Hanya ingin mencari sesuatu, kalau harganya cocok baru beli."
"Cari apa Bun? "
"Ada deh, hayu."
Kami pun berjalan melewati setiap lorong supermarket, melihat-lihat barang yang Bunda cari.Saat melewati bagian perlengkapan dapur, kami melihat-lihat lebih lama. Little Di menanyakan beberapa alat yang baru dilihatnya, mulai dari namanya apa dan fungsinya buat apa. Ada beberapa alat yang dia ingin beli, dengan dalih kita belum memilikinya.
"Bun ini bagus, ini apa Bun? Kita belum punnya ya?"
"Bun ini bagus, ini apa Bun? Kita belum punnya ya?"
"Itu alat untuk bikin cetakan es cocktail, jadi nanti buah-buahannya di kerok pake itu. Nanti bentuknya bulat-bulat buahnya."
"Beli Bun, buat bikin cocktail!"
"Tidak Nak, maaf kita tidak membutuhkannya. Bunda sedang mencari barang yany lain."
"Tapi ini bagus Bun."
"Iya Nak, tapi Bunda tidak sedang membutuhkannya. Budgetnya untuk membeli yang lain."
"Emang ini harganya mahal apa murah Bun?"
"Harganya murah Nak, tapi tidak Bunda rencanakan beli itu. Mungkin lain waktu ya. Hayu Nak!"
Bunda gandeng tangan Little Di, mengajak ke bagian lain dari supermarket.
Bunda gandeng tangan Little Di, mengajak ke bagian lain dari supermarket.
"Bun, boleh aku lihat mainan di sana?"
"Boleh, tapi maaf tidak minta beli mainan ya?"
"Iya Bun, nanti kalau ada maianan bagus aku mau nabung dulu Bun."
"Iya sayang, nabung dulu ya. Kita rencanakan dulu, cek juga di rumah mainan yang diinginkan sudah punya belum? Kalau sudah lebih baik membeli yang lain ya."
"Emang kenapa Bun? Kan aku ingin barang tersebut.?"
"Iya ingin, tapi apa Little Di perlu mainan tersebut?"
"Ehmm... engga sih, lebih ke pengen. "
"Nah... Kalau pengen masih bisa ditahan, jadi bisa dipenuhi keperluan lain yang lebih urgent. Jadi tidak usah beli ya, Little Di harus lebih bisa menahan diri, bisa membedakan kebutuhan vs keinginan."
Ini adalah diskusi yang kami sering lakukan saat main-main ke mall. Tak bosan-bosan kami mengingatkannya untuk bisa membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan keinginannya. Untuk anak seusianya, ini mungkin tidak mudah. Kami harus memberi contoh teladan dan kceriaan.
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#day9

Komentar
Posting Komentar