Obrolan santai saat melihat berita di sebuah media sosial.
"Lihat nak, para orang hebat dan terkenal pada jualan!"
"Jualan apa Bun?"
"Macem-macem Nak, yang ini jualan kue kekinian, yg ini jualan kosmetik, dll"
"Emang kenapa pada jualan? Kan mereka udah kaya, terkenal jadi artis."
"Ya banyak alasan Nak, mungkin ini usaha dirintis bila suatu saat tidak jadi artis lagi. Berdagang pekerjaan yang mulia. Nabi Muhammad seorang pedagang yg jujur, amanah dan handal. Berdagang pekerjaan yang mulia."
Jadi teringat beberapa bulan yang lalu, Little Di sangat semangat berjualan. Banyak ide yang dia tawarkan, akhirnya kesampaian berjualan cilok keju, bros, es mambo, dan lain-lain
Beberapa jualan itu tidak berjalan lancar, karena kendala satu dan dua hal terutama dari keistiqomahan emaknya. Kalau dari faktor anaknya insya Allah semangat.
Kali ini pun, saat ditanya masih mau jualan engga? Dengan semangat menjawab mau daj mengalirlah idenya, mulai jualan spiner kardus, rumah-rumahan, dan makanan. Emaknya yang keder untuk eksekusi, mulailah dari mencari ide di internet. Googling sana... Googling sini, tapi belum dapat ide juga. Malah si bocah punya ide bikin mesin otomatis permen, kerjanya sama dengan mesin otomatis jualan minuman kaleng. So far lumayanlah idenya, tapi kalau untuk di jual emak harus mutar otak dulu. Sepertinya harus googling lagi kira-kita jualan apa yang mudah dan bisa dilakukan oleh anak-anak usia 7 tahun.
Kenapa kok repot-repot ngurusin hal seperti itu? Anak masih tujuh tahun, ngitung kembalian saja belum ahli. Iya sih... Namun saya dan suami melakukan ini bukan karena uannya, keuntungannya. Kami lebih menekankan pada prosesnya, bagaimana dia bisa melihat hikmah dari berjualan. Melatih keberaniannya, kemandiriannya, komunikasinya, matematika logisnya dan juga kecerdasan finansialnya. Agar dia tahu bagaimana susahnya mencari nafkah, sehingga bisa menghargai uang.
"Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad, Al Bazzar, Ath Thobroni dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rofi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya).
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#day12
Komentar
Posting Komentar