Bulan Ramadhan bulan penuh berkah yang paling ditunggu setiap muslim di dunia. Semua orang merindukkannya, karena pada bulan itu semua amal kebaikan akan dilipat gandakan pahalanya, sebaliknya ketika melakukan kesalahan balasannya dikali lipatkan juga. Naudzubillah....
Tak terasa beberapa hari lagi Ramadhan tiba, dan kami sekeluarga antusias menyambutnya. Berbagai rencana kami susun untuk mengisi bulan puasa, begitupun dengan target ibadah. Harapan terbesar, tahun ini lebih optimal ibadahnya.
Ramadhan bagi semua orang memiliki arti dan kenangan. Begitu juga denganku, setiap melalui Ramadhan jadi teringat Ramadhan di masa kecilku. Penuh kenangan dan cerita lucu.
Yang kuingat tentang Ramadhan di Masa Kecil
Berpuasa sejak usia 6 tahun dan batal sekali karena deman tinggi. Ibu memaksa untuk batal puasa khawatir sakitnya tambah parah. Sejak saat itu sampai masa baligh tiba, aku selalu puasa sehari penuh selama satu bulan.
Yang kuingat tentang Ramadhan di Masa Kecil
Ibu selalu menyediakan kolak, bubur kacang hijau, bubur pacar cina. Yummy...semuanya enak tapi kesukaanku adalah bubur kacang hijau, sementara kakak perempuanku suka kolak. Ini menu ta'jil wajib di rumah, karena ayah kami sangat suka kolak dan sejenisnya.
Yang kuingat tentang Ramadhan di Masa Kecil
Terawih di sebuah mushola kecil di atas kolam ikan. Tempat favoritku di serambi mushola, agar bisa merasakan angin sepoi-sepoi. Bersama teman-teman kecilku, kami terawih setiap hari. Kadang bener sholat, terkadang ngobrol dan becanda lalu posisi siap saat salam. Kami takit ditegur para tetua, jadi kalau salam kami ikut salam. Astagfirullah....kelakuan yang jangan ditiru ya.wkwkwkw.
Pernah suatu saat, ketiduran saat terawih sementara saat itu aku pergi sendiri ke mushola. Saat bubar terawih, ada ibu tetangga yang baik hati mengantarku pulang sampai ke rumah. Dia tidak tega membiarkan aku pulang sendiri dalam keadaan mengantuk, beliau khawatir takut aku nyasar mungkin.hehhehe.
Yang kuingat tentang Ramadhan di Masa Kecil
Paling membekas dalam ingatan adalah buku kegiatan yang berisi aktifitas saat Ramadhan, terutama tentang terawih, ceramah saat terawih, tilawah dll. Berburu tangan imam dan khotib menjadi pemandangan yang lazim saat itu. Saat ini, peristiwa itu sangat langka. Mungkin karena sekolah tidak memberikan tugas itu, akhirnya tidak pernah kutemukan suasana seperti itu lagi.
Yang kuingat tentang Ramadhan di Masa Kecil
Kami adalah keluarga besar, ditambah lagi ada saudara yang tinggal di rumah. Tentu menu sahur dan buka harus memenuhi semua kebutuhan anggota keluarga. Dan entah kenapa dulu, ibu setiap hari menyediakan mie instan rasa ayam saat sahur. Mungkin disediakan untuk yang tidak selera makan, atau yang masih lapar sementara menambah porsi tidak mungkin kasihan yang lain. Tapi entah kenapa semua baik-baik saja perutnya, bisa puasa seperti biasanya. Mungkin karena kita tidak tahu bahaya mie instan dikonsumsi setiap hari jadi tidak ada sugesti atau paranoid apapun. Yang pasti karena perlindungan Allah maka kami sehat wal afiat.
Yang Kuingat tentang Ramadhan di Masa Kecil
Sholat shubuh di mesjid lanjut kuliah shubuh lanjut jalan-jalan pagi. Udara dingin tidak menyurutkan langkahku pergi ke mushola, apalagi di mushola ada kakak kelas yang kece. Lumayan ada pemandangan indah yang sayang dilewatkan. Kelakukan zaman ababil kwkwkw.
Yang Kuingat tentang Ramadhan di Masa Kecil
Pesantren kilat di mana-mana, saat jadi yunior posisi di pesantren kilat sebagai peserta. Beranjak menjadi senior, posisi berubah menjadi panitia. Tidak hanya mendengarkan ceramah dari narasumber, tapi juga ada games, diskusi, muhasabah, dan sebagainya. Pokoknya seru, seharian di mesjid, pulang menjelang magrib kadang lanjut magrib dan terawih. Hari-hari di bulan Ramadhan jadi tidak terasa berat, malah berkah karena diisi kegiatan bermanfaat.
Itulah beberapa hal unik dan tidak biasa yang kuingat tentang bulan Ramadhan di masa kecil. Menjadi sebuah kenangan indah yang membekas dalam hati.

Komentar
Posting Komentar