Langsung ke konten utama

Review Diskusi Kelompok 1 : Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksual Pada anak ( Kelompok 1)

Diskusi pertama di tantangan 10 hari level 11 Kelas Bunda Saya Depok Bacht 2, dimulai oleh kelompok Mba Lina Lathifa, Mba Sonia dan Mba Icha. Tugas yang  mereka buat mengacu kepada alur yang sudah diberikan dan dibuat dalam bentuk infografis serta pemaparannya. Slide yang ditampilkan terdiri dari lima slide yang berisi tentang :

  1. Pemaparan tentang kondisi sekarang yang marak terjadi kejahatan seksual dan perilaku menyimpang yang giat mengkapanyekan eksistensinya di masyarakat luas, yaitu LGBT.Ini menjadi tantangan bagi orang tua di zaman sekarang dalam mendidik dan mengasuh anak. 
  2. Pemaparan kondisi di masyarakat yang masih merasa tabu dan malu ketika berbicara tengtang seks kepada anak, padahal pengetahuan seks ini sangat dibutuhkan anak. Jika orang tua sudah memberikan pendidikan seks dengan benar, maka insyaallah mereka tidak akan menyimpang dari fitrahnya, namun, jika orangtua lalai atau abai dengan pendidikan sek s ini, maka anak akan kehilangan figure dan akan mencari sumber jawaban dari luar.Pendidikan seks ini tentu menjadi bagian penting juga dalam islam.Tarbiyah Jinsiyah menurut Islam adalah bagian dari pendidikan akhlak, didasari dengan keimanan. Hanya keimanan & akhlak yang mampu mendidik syahwat/nafsu. Dimulai dari keluarga sebelum diserahkan pada pendidik umum.Maka sudah jelas yang menjadi pondasi untuk memberikan pendidikan seks adalah orangtua dan keluarga terdekat, agar anak kita terjaga dari berbagai pelaku penyimpangan dan kejahatan seksual. 
  3. Solusi untuk menghadapinya adalah dengan memberikan pengetahuan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak, kedekatan (bonding) keluarga harus ditingkatkan, karena rata2 orang yang ketika sudah dewasa melakukan penyimpangan seksual adalah mereka yang tercederai ketika masa kecilnya, mungkin karena perceraian, trauma terhadap sikap kasar ibu atau ayah, depresi, dan lain sebagainya
  4. Konsep awal Tarbiyah Jinsiyah mengutip dari buku Propethic Parenting yang tulis oleh DR.Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid serta materi kajian Ustadzah Herlini Amran.
  5. Mempilkan media edukasi dan refensi seperti worksheet bagian tubuh, lagu dkk
Secara keseluruhan diskusi berjalan lancar dan rame. Semua terpesona dengan materi presentasi, buatan kelompok  1. Waktu persiapan yang mepet  dan masing-masin masing penulis belum pernah ketemu, hanya dari Wa tidak mempengerahui hasilnya yang luar biasa

#menumbuhkanfitrahseksual
#tantangan10hari
#level11
#day1





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...