Langsung ke konten utama

Bunda Anak Eyang Uti

"Bunda bukan anak Eyang Akung,  anaknya Eyang Uti? " , itu jawaban putri kecil kami saat ditanya dikasih tahu kalau bundanya anak eyang akung.

Awalnya kita semua mengira,  ucapan itu terlontar karena dia sedang kesal dengan Akungnya yang suka melarang-larang. Sehingga dia menjaga jarak dengan Akungnya,  walau saat-saat tertentu bisa sangat mesra dengan akungnya. 

Dicoba lagi pernyataan itu,  jawabannya tetap sama. Kami semua tentu merasa tidak enak hati dengan Akung,  khawatir bisa membuatnya sedih. Candaan saat itu untuk mencairkan suasana adalah, " Akung suka larang-larang sih,  jadi ga akur ni!" Ungkapan itu disampaikan dengan becanda.

Di lain kesempatan,  Bunda coba korek jawaban yang sesungguhnya.
Ternyata oh ternyata,  jawabnya adalah,"Bunda anak eyang Uti,  kan yg hamil eyang uti bukan Akung." dengan jawaban yang polos.

Mungkinkah dia belum paham konsep ayah, ibu dan anak?Tapi kayaknya enggak juga,  dulu pernah dijelaskan waktu mempelajari pohon keluarga.  Tapi tak ada salahnya diulangi lagi,  untuk merefresh ingatannya.

Bunda coba jelaskan bahwa setiap manusia dilahirkan ke bumi melalui pertatara ayah dan bunda,  kecuali Nabi Adam dan Nabi Isa.  Nabi Adam manusia pertama yang Allah ciptakam dari tanah,  Nabi Isa terlahir dari seorang Ibu tanpa ayah. Itu karena kehendak Allah. Memang Ibu yang hamil dan melahirkan,  namun tanpa andil ayah.  Itu tidak akan terjadi. Semoga bisa dipahami ya Nak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...