Langsung ke konten utama


Tantangan Hari Ke-8

Tantangan hari ini adalah akan mencoba membuat video dokumentasi kegiatan Diara membaca dengan suara keras. Saat ditanya buku apa yang akan dibaca, maka pilihan jatuh pada buku berjudul  "Komik Biografi Hasan Al-Banna". Buku ini dari kemarin menjadi buku favoritenya, karena mendapatkannya membutuhkan perjuangan.

Sejak pagi, Diara bermain dengan teman-temannya sementara Bunda membereskan urusan mencuci baju yang tertunda beberapa hari ini. Kegiatan membaca buku dimulai ketika urusan bunda sudah beres dan teman-teman Diara sudah pulang. Namun entah kenapa, mood Diara tiba-tiba jadi kurang baik. Dia keberatan jika kegiatan membaca bukunya divideokan, dia menolaknya tanpa memberikan alasan hanya bilang, " Aku enggak mau divideokan."

Bunda bujuk Diara, mencoba menjelaskan bahwa video ini buat dokumentasi kegiatan membaca  Diara. Selain itu juga buat dokumentasi di kegiatan tantangan 10 hari Menstimulasi Anak Suka Membaca. Namun penjelasan itu tidak merubah keputusan Diara, dia tetap tidak mau divideo.

Bunda mencari akal, tetap usaha mencari cara agar bisa diambil videonya. "Nak, bunda video tapi mukanya enggak di shoot boleh tidak? Jadi kamera bunda arahkan ke buku."

"Boleh kalau begitu." ucapnya 

Tanpa ba bi bu lagi bunda langsung ambil handphone dan langsung ambil posisi pengambilan gambar, " Oke Diara, bisa kita mulai membaca bukunya?"

Maka mulailah Diara membaca, berikut videonya. Abaikan suara backsoundnya yang agak bising ya. Bertepatan dengan suara mesin air nyala,  maafkan...


Dalam video itu, wajah Diara tidak diambil gambarnya sesuai dengan permintaannya. Suaranya pelan dan sedikit terbata-bata.Beberapa kata-kata ada yang masih salah atau ragu-ragu saat membacanya. Its oke Nak, pelan-pelan saja sesuai dengan komitmen keluarga kita kita tak ada paksaan dalam belajar calistung terutama membaca. Ayah dan bunda ingin Diara melakukannya karena mau melakukannya. Semoga dengan adanya rasa suka, kegiatan membaca ini menjadi kebiasaan yang menyenangkan atau meningkat menjadi hobi. Doain Ayah dan Bunda juga ya nak, supaya kegiatan membaca menjadi hobi buat kami bukan karena butuh infonya lalu mencari.Tapi karena suka melakukannya. Aamiin....


Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...