Langsung ke konten utama


Tantangan Hari Ke-3

Agenda kegiatan hari Sabtu ini adalah pergi ke kajian dhuha untuk bunda dan pergi ke bengkel mobil untuk Ayah dan Diara. Sebelum berangkat kami menyiapkan beberapa buku bacaan yang akan kami bawa di perjalanan. Diara memilih sendiri buku yang dibawanya, semuanya ada tiga buah buku.

Kegiatan servis mobil di bengkel membutuhkan waktu yang tidak sebentar, Setelah dari kajian Dhuha Bunda menyusul Ayah dan Diara ke bengkel. Sambil menunggu kami isi dengan membaca buku. Diara dibacakan buku Muhammad Teladanku oleh Ayah. Bulan Ramadhan ini, kami menggiatkan membaca Shirah Nabi yang berjudul Muhammad Teladanku. Kami mulai dari jilid satu lagi walau sebelumnya sudah pernah kami bacakan.

Bunda juga tidak mau ketinggalan, buku yang bunda baca ada dua yaitu "Aplikasi Manajemen Waktu Wanita" melanjutkan yang kemarin dan buku karangan Teh Kiki Barkiah yang berjuduh "Lima Guru Kecilku Bagian 1". Masya Allah isinya sangat bagus, Teh Kiki sangat luar biasa penuh inspiratif. Membaca bukunnya serasa ditampar karena ada beberapa hal yang saya belum bisa seperti itu, tapi jadi semangat ini mencobanya. Saya sempat diskusi tentang bukunya dan menganjurkan suami untuk membacanya juga.

Malam hari, seperti biasa kegiatan dibacakan buku sebelum  tidur. Namun ada yang berbeda untuk malam ini, Diara mau membacakan buku untuk Ayah.  Buku yang dipilih masih tentang shirah, dengan berlagak seperti kakak kepada adiknya mulailah Diara membaca buku dengan suara keras. Alhamdulillah pelah-pelan dia mau membaca mandiri, walau belum mau untuk bacaan yang panjang. Dia lebih menyukai yang berilustrasi dengan tulisan yang pendek-pendek. Diakhir bacaan, dia menanyakan kepada ayah dan bunda beberapa hal yang berkaitan dengan isi bacaan. 

Kegiatan literasi lainnya yang kami lakukan adalah membaca AL-Quran dan tilawah, mengingat sekarang ini bulan Ramadhan...bulan turunnya AL-Quran maka kami berusaha memperbanyak tilawah. 

Jadwal seharian di luar menyebabkan proyek membuat Pohon Literasi tertunda lagi, tinggal sedikit lagi. Kami tetap mencatat buku apa saja dan media apa saja yang kami baca. Insya Allah kalau Pohon Literasinya sudah jadi, pengisianya akan dirapel.

"Pelan-pelan saja ya nak belajar memnbaca mandirinya, tak penting berapa banyak buku yang kamu baca. Hal yang terpenting adalah seberapa besar minat bacamu...rasa sukamu terhadap buku dan kegiatan membaca."

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...