Agenda kegiatan hari Sabtu ini adalah pergi ke kajian dhuha untuk bunda dan pergi ke bengkel mobil untuk Ayah dan Diara. Sebelum berangkat kami menyiapkan beberapa buku bacaan yang akan kami bawa di perjalanan. Diara memilih sendiri buku yang dibawanya, semuanya ada tiga buah buku.
Kegiatan servis mobil di bengkel membutuhkan waktu yang tidak sebentar, Setelah dari kajian Dhuha Bunda menyusul Ayah dan Diara ke bengkel. Sambil menunggu kami isi dengan membaca buku. Diara dibacakan buku Muhammad Teladanku oleh Ayah. Bulan Ramadhan ini, kami menggiatkan membaca Shirah Nabi yang berjudul Muhammad Teladanku. Kami mulai dari jilid satu lagi walau sebelumnya sudah pernah kami bacakan.
Bunda juga tidak mau ketinggalan, buku yang bunda baca ada dua yaitu "Aplikasi Manajemen Waktu Wanita" melanjutkan yang kemarin dan buku karangan Teh Kiki Barkiah yang berjuduh "Lima Guru Kecilku Bagian 1". Masya Allah isinya sangat bagus, Teh Kiki sangat luar biasa penuh inspiratif. Membaca bukunnya serasa ditampar karena ada beberapa hal yang saya belum bisa seperti itu, tapi jadi semangat ini mencobanya. Saya sempat diskusi tentang bukunya dan menganjurkan suami untuk membacanya juga.
Malam hari, seperti biasa kegiatan dibacakan buku sebelum tidur. Namun ada yang berbeda untuk malam ini, Diara mau membacakan buku untuk Ayah. Buku yang dipilih masih tentang shirah, dengan berlagak seperti kakak kepada adiknya mulailah Diara membaca buku dengan suara keras. Alhamdulillah pelah-pelan dia mau membaca mandiri, walau belum mau untuk bacaan yang panjang. Dia lebih menyukai yang berilustrasi dengan tulisan yang pendek-pendek. Diakhir bacaan, dia menanyakan kepada ayah dan bunda beberapa hal yang berkaitan dengan isi bacaan.
Kegiatan literasi lainnya yang kami lakukan adalah membaca AL-Quran dan tilawah, mengingat sekarang ini bulan Ramadhan...bulan turunnya AL-Quran maka kami berusaha memperbanyak tilawah.
Jadwal seharian di luar menyebabkan proyek membuat Pohon Literasi tertunda lagi, tinggal sedikit lagi. Kami tetap mencatat buku apa saja dan media apa saja yang kami baca. Insya Allah kalau Pohon Literasinya sudah jadi, pengisianya akan dirapel.
"Pelan-pelan saja ya nak belajar memnbaca mandirinya, tak penting berapa banyak buku yang kamu baca. Hal yang terpenting adalah seberapa besar minat bacamu...rasa sukamu terhadap buku dan kegiatan membaca."
