Langsung ke konten utama
Tantangan Hari ke-4

Hari Sabtu kemarin, proyek membuat pohon literasi belum selesai. Kemarin baru menyelesaikan menempel judul dan membuat batang serta dahan. Karena sudah malam, maka kegiatan mewarnai akan kami selesai besok Ahad. Hari Ahad ini, kami merencanakan menyelesai proyek pohon literasi.

Pohon Literasi keluarga kami ada tiga buah, satu untuk ayah, untuk bunda dan Diara. Tugas mewarna batang, dahan dan ranting diserahkan ke masing-masing pemilik pohon.  Setelah menyelesaikan kegiatan mewarnai, kami mulai membuat daun-daun untuk menuliskan materi yang dibaca. Kami belum membuatnya dalam jumlah, seiring dengan waktu kami akan membuat lagi.

Alhamdulillah...akhirnya jadi pohon literasi kami. Perpaduan warna hitam dan coklat, dengan hiasan judul menggunakan kertas origami warna-warni menambah cantiknya pohon literasi kami. Rencananya kami akan memasangnya di dinding tangga ke lantai atas.

Pada saat mewarnai, ayah sempat menanyakan pohon literasi ini maksudnya apa ya? Tujuan di buat untuk apa? 
  
Pohon literasi adalah sebuah pohon yang menjadi simbol kreativitas dan semangat dalam membangun dan menumbuhkan gerakan literasi.  Ini akan menjadi rekam jejak kegiatan literasi berisi penjelasan singkat buku/berita/sumber lain apa yang dibaca, berapa halaman/berapa bab, dan gambaran singkat materi yang dibaca.  

Pohon literasi ini akan merekam jejak kegiatan membaca anggota keluarga di rumah kami. Setelah membaca, kami menuliskannya dalam kertas origami yang dibentuk daun lalu ditempelkan di batang yang telah di buat. Semakin sering membaca, pohon literasinya akan semakin rimbun.

Bagaimana kegiatan literasi hari ini?
  1. Bunda hari ini seperti biasa membaca Almatsurat, Al-Quran dan meneruskan membaca buku Mbak Kiki Barkiah. Saat menulis novel, ada beberapa istilah yang belum tahu artinya. Akhirnya membaca dari artikel di internet. Bunda juga membaca artikel-artikel di internet tentang membuat kreatifitas Ramadhan. Bunda mendapat tugas dari panitia pesantren kilat untuk mencari ide untuk membuat prakarya dan juga video serta kisah untuk acara sanlat.
  2. Diara hari ini masih membaca Shiroh Muhammad Teladanku  dan juga buku berjudul "Salju". Muhammad Teladanku dibaca bersama-sama, Ayah dan Diara. Sementara buku Salju dibaca mandiri.
  3. Ayah, sama seperti bunda hari ini kegiatan literasinya diisi dengan membacaAl-Quran , membacakan Diara buku Muhammad Teladanku dan browsing-browsing artikel/iklan mengenai spare part mobil
Pembiasaan kegiatan Literasi di rumah kami ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kami orang visual, lebih menyukai media bergambar dan bergerak.Kami cenderung betah berlama-lama dengan sebuah video daripada depan buku. Tantangan ini insya Allah bisa membantu kami mulai merubah kebiasaan, kebiasaan ke arah yang lebih baik. Aamiin....

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...