Hari Sabtu kemarin, proyek membuat pohon literasi belum selesai. Kemarin baru menyelesaikan menempel judul dan membuat batang serta dahan. Karena sudah malam, maka kegiatan mewarnai akan kami selesai besok Ahad. Hari Ahad ini, kami merencanakan menyelesai proyek pohon literasi.
Pohon Literasi keluarga kami ada tiga buah, satu untuk ayah, untuk bunda dan Diara. Tugas mewarna batang, dahan dan ranting diserahkan ke masing-masing pemilik pohon. Setelah menyelesaikan kegiatan mewarnai, kami mulai membuat daun-daun untuk menuliskan materi yang dibaca. Kami belum membuatnya dalam jumlah, seiring dengan waktu kami akan membuat lagi.
Alhamdulillah...akhirnya jadi pohon literasi kami. Perpaduan warna hitam dan coklat, dengan hiasan judul menggunakan kertas origami warna-warni menambah cantiknya pohon literasi kami. Rencananya kami akan memasangnya di dinding tangga ke lantai atas.
Pada saat mewarnai, ayah sempat menanyakan pohon literasi ini maksudnya apa ya? Tujuan di buat untuk apa?
Pohon
literasi adalah sebuah pohon yang menjadi simbol kreativitas dan
semangat dalam membangun dan menumbuhkan gerakan
literasi. Ini akan menjadi rekam jejak kegiatan literasi berisi penjelasan singkat buku/berita/sumber lain apa yang dibaca, berapa halaman/berapa bab, dan gambaran singkat materi yang
dibaca.
Pohon literasi ini akan merekam jejak kegiatan membaca anggota keluarga di rumah kami. Setelah membaca, kami menuliskannya dalam kertas origami yang dibentuk daun lalu ditempelkan di batang yang telah di buat. Semakin sering membaca, pohon literasinya akan semakin rimbun.
Bagaimana kegiatan literasi hari ini?
- Bunda hari ini seperti biasa membaca Almatsurat, Al-Quran dan meneruskan membaca buku Mbak Kiki Barkiah. Saat menulis novel, ada beberapa istilah yang belum tahu artinya. Akhirnya membaca dari artikel di internet. Bunda juga membaca artikel-artikel di internet tentang membuat kreatifitas Ramadhan. Bunda mendapat tugas dari panitia pesantren kilat untuk mencari ide untuk membuat prakarya dan juga video serta kisah untuk acara sanlat.
- Diara hari ini masih membaca Shiroh Muhammad Teladanku dan juga buku berjudul "Salju". Muhammad Teladanku dibaca bersama-sama, Ayah dan Diara. Sementara buku Salju dibaca mandiri.
- Ayah, sama seperti bunda hari ini kegiatan literasinya diisi dengan membacaAl-Quran , membacakan Diara buku Muhammad Teladanku dan browsing-browsing artikel/iklan mengenai spare part mobil
Pembiasaan kegiatan Literasi di rumah kami ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kami orang visual, lebih menyukai media bergambar dan bergerak.Kami cenderung betah berlama-lama dengan sebuah video daripada depan buku. Tantangan ini insya Allah bisa membantu kami mulai merubah kebiasaan, kebiasaan ke arah yang lebih baik. Aamiin....
