Langsung ke konten utama

Review 2 - Membangun Tim yang Solid

 


Pekan review hadir kembali, dan kali ini saya berjodoh dengan Mba Mena dari IP Payakumbuh-lk. MasyaAllah ... Mbak Mena gercep sekali, pagi tanggal 29 Juli 2021 sudah kirim wa memberi kabar kalau berjodoh dengan saya di tugas review ini dan langsung share link jurnalnya. 

Berikut link jurnalnya : 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1028923453307884&id=1549584216

Setelah membaca jurnalnya dan juga ngobrol santai terkait tim yang dibangunnya, masyaAllah...saya jadi terinspirasi. Beliau memiliki tiga putra yang semuanya, namun disela kesibukannya mengurus rumah tangga dan putra-putranya masih memiliki keinginan yang besar untuk berbisnis, sesuai dengan impiannya yang ingin memiliki bisnis yang berkelanjutan dan menghasilkan. 

Menjalankan bisnis bagi Mbak Mena bukan hal baru, ternyata sudah digeluti sejak tahun 2014 saat itu bisnis fashion secara online.Tapi kondisinya 2 tahun ini kondisinya menurun drastis. 

Keadaan itu tidak membuat semangat Mbak Mena surut, masih terus berkobar dan insyaAllah mau mencoba bisnis kuliner. Tahun kemarin sudah buka usaha dessert, tapi karena melahirkan, bisnis tersebut di stop dulu. Dan tahun ini mau mencoba lagi bisnis kuliner ala Bandung.

Topik bisnis ini menjadi topik yang diangkat dalam masalah, sehingga membutukan partner dalam sebuah tim. Dari kampanye yang telah dilakukan, alhamdulillah berjodoh dengan Mba putri yang memiliki kapasitas sesuai yang dibutuhkan Mba Mena.

Dari jurnal Mbak Mena, saya mencoba mereview dan inilah feedbacknya :




1. Hal Baik

Jurnal Mbak Mena sudah baik, di sana sudah ada User Persona Mbak Mena yang menjelaskan pelaku yang berkampanye. Lalu untuk membuat kampanye sudah dibuat Story Board. Setelah waktu terbentuk, ditampilkan juga persona pengguna anggota. Soft dan Hardi skill tim sudah ada, begitu juga peran dan taksnya.


2. Perlu diperbaiki

Tidak ada, sudah bagus. Mungkin masukan dari saya, penambahan anggota tim agar lebih memudahkan pengerjaan aksi yang akan dilakukan. Walaupun berdasarkan info dari Mbak Mena sudah merasa sudah cukup karena ini merintis dari O. Beliau tak terbayangkan tim dengan keterampilan seperti apa yang dibutuhkan.


3. Akan berlanjutkah?

Dari obrolan di wa bersama Mbak Mena, proses ini akan terlihat dari semangatnya meski hanya dibantu tim satu orang. MasyaAllah ... Semangatnya menularkan semangat, saya pun mendengarkan yang ikut.

Alhamdulillah bisa mengenal Mbak Mena, kami jadi bisa saling memberi perspektif dari sudut pandang kami masing-masing. Semoga Mba Mena dan tim dimudahkan dalam menjalankan projectnya. Aamiin...


#umpanbalik2

#membanguntimyangsolid

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#kota segi enam

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

***

Informasi tentang ibu pembaharu bisa ikuti Ibu Pembaharu atau bisa berkunjung ke www.ibupembaharu.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...