Langsung ke konten utama

Memahami Masalah Bersama Tim


Alhamdulillah kini memasuki tugas jurnal ke -3 tentang memahami masalah yang dilakukan bersama tim. Sebelumnya kita menyepakati dulu problem statemen dari tim. Karena masing-masing orang dalam tim tentu ada perbedaan titik fokus masalah. Setelah akhirnya disepakati pernyataan masalah yang dirasakan semua orang dan hal-hal dasar yang sangat penting artinya. Penanggulangannya meningkat cepat. Apa kira-kira ya kira-kira problem statemennya?
ini dia : 

Minimnya tata kelola emosi ibu dalam menghadapi anak pra dewasa

Mengapa ibu yang tercantum di sana bukan keluarga? Karena fokus utama yang ingin diatasi adalah di ibu di mana ibu a dalah lingkungan sosial pertama bagi anak sejak lahir. Pasti, hal ini tidak boleh diabaikan karena tumbuh langsung dengan pola asuh dan kembang anak.

Step selanjutnya adalah menyelami masalah dengan Starbursting, yaitu sebuah metode brainstoming dengan mengajukN pertanyaan dengan 5w +1 H. Dan inilah hasil starbursting tim Kami.



Kegiatan menyelami masalah terus berlanjut dengan mencari referensi yang berkaitan dengan pernyataan masalah. Walau tidak ada yang sama bertahan, namun ada benang merahnya.

Referensi :
Penyelaman masalah dan analisis masalah dapat dilakukan dengan melihat berbagai sudut pandang 360'. Berdiskusi dengan ahli dan bertanya pada pihak-pihak yang memiliki masalah yang sama. Untuk diskusi dengan ahli kami baru sempat dengan psikolog dari Briliant Psikolog lalu dengan yang menyatakan yaitu ibu dan anak. Untuk yang anak kami dapatkan dari acara webinar Mastery yang diadakan oleh Briliant, di mana di acara tersebut anak-anak bersuara diantaranya :
  • Mereka kesulitan menghadapi apa keinginan orang tua
  • Mereka merasa tidak percaya diri karena tak bisa mengikuti apa yang orang tua inginkan
  • Mereka stres
  • Mereka merasa pendapatnya tidak di dengar. dll
Sementara untuk ibu kami mengadakan survey dengan responden Ibu yang memiliki usia 10-15 tahun di IP Depok dan Serang Banten. Kami menyebar  Terisi 24 responden per tanggal 17 Agustus pukul 14.21 WIB. Kami mulai menyebar

Link survey sebagai berikut :

https://bit.ly/SurveyPeduliAnakPraDewasa


Kami belum menganalisis lebih jauh karena masih fokus ke questival kemerdekaan. 


Penyelaman masalah bisa melalui semangat, sebagai penyuka film tentu mendapat peluang bagus. Langsung saja browsing, dan bertemulah dengan beberapa judul film. Dan ini dia :

1. Film Lady Bird

2. Film Keira

3. Film Keluarga Cemara 


Sementara lirik lagu tentang ibu di mata anak: 


Kegiatan menyelami masalah bersama tim ini sangat menarik, ilmu baru dalam menyelami masalah. Dengan teknik ini jadi tahu akar permasalahan dan cukup menghibur ternyata banyak yang mengalami masalah ini. Semoga dengan menyelami masalah kita bisa mengambil langkah yang tepat dalam solusinya. Tidak hanya bisa menyelesaikan masalah sendiri, tapi juga bisa membantu para ibu yang lain.Aamiin....

Masalah yang kami hadapi termasuk ke dalam masalah dunia, dalam SDg masuk di Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan. Badan dunia lain yang concern dalam masalah ini, yaitu unicef, WHO.

Terima kasih My Tim Bunda Piara, Mak Wiwi, Mak Zia dan mak Dide, semoga kita lelah menjadi Lillah. Aamiin....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...