Langsung ke konten utama

Jurnal 5 ; Apa Kelas Favoritemu?

Pekan ini, jurnal Bunda Cekatan temanya apa kelas favoritmu? Wow...setelah kemarin berkeliling di kelas-kelas yang ilmunya masya Allah ingin semua diikuti. Kalau tidak ingat kemampuan diri ada batasnya, mungkin sudah masuk ke semua kelas.

Kalau saya sendiri, masuk ke kelas manajemen waktu, fotografi dan keluarga cemara. Itu semua ada di mind map, dan favoritenya keluarga Uluwatu, manajemen waktu. Alasannya ini ilmu yg prioritas dalam mind map yg ingin dipelajari. Dan alhamdulillah mendapatkan banyak ilmu baru yang bisa dipraktekkan.

Saat mendapat tugas berkenalan dengan peserta lain dan menanyakan kelas favoritnya, sempat bingung dari mana mulainya. Akhirnya mengikuti cara teman, yang memberi komentar di video Ibu Septi  melampirkan link wathsapp. Ini baru dilakukan Ahad pagi. Alhamdulillah, mulai ada yang japri dan berkenalan. Tak menyangka ada sekitar 30 orang dari beberapa kota yang mengajak berkenalan.

Dari percakapan resmi sampai santai, akhirnya terdata 30 orang peserta yang berkenalan dan kelas favorit mereka yaitu seperti tabel di bawah ini :


Kelas yang paling banyak menjadi favorite peserta adalah kelas manajemen waktu dan emosi. Kedua kelas ini memang banyak pesertanya, sehingga menggunakan Telegram sebagai media diskusinya. Info dari peserta mereka senang belajar di sana, karena banyak ilmu yang bisa di dapat. Serta alasan-alasan lainnya. 

Berikut saya pilih lima orang peserta dengan kelas favoritnya dan alasan mengapa mereka memilih itu. Mereka perwakilan dari teman-teman yang saya ajak kamping bareng.


Tugas ini sangat seru, karena bisa berkenalan dengan peserta lain dari beda kota. Jadi tukar informasi dan pengalaman.

Komentar

  1. "Selamat siang Bos 😃
    Mohon maaf mengganggu bos ,

    apa kabar nih bos kami dari Agen365
    buruan gabung bersama kami,aman dan terpercaya
    ayuk... daftar, main dan menangkan
    Silahkan di add contact kami ya bos :)

    Line : agen365
    WA : +85587781483
    Wechat : agen365


    terimakasih bos ditunggu loh bos kedatangannya di web kami kembali bos :)"

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...