MATERI MATRIKULASI IBU PROFESIONAL SESI #4 DAN DISKUSI TANYA JAWAB
_Selasa, 8 November 2016, Pukul 20.00-21.00_
_Matrikulasi IIP Depok Batch 2_
➖➖➖➖➖➖➖
_Matrikulasi IIP Depok Batch 2_
➖➖➖➖➖➖➖
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH
Bunda, setelah kita memahami bahwa salah satu alasan kita
melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam
rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja
yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini.
Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang
harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah
ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama
ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu
yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*
Apakah mudah? TIDAK. Tapi yakinlah bahwa kita bisa
membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan
pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka
semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan
anda tanpa rasa “galau”.
Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita
tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup” kita sebagai
individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil.
Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan tidak ada
yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline
maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan
ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas
menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.
Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice
Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati di Nice
Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi
tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda
biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda
dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan
fitrah” kita dalam mendidik anak-anak.
“ Just DO It”,
lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.
lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.
Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita
heboh pada _Apa yang harus dipelajari anak-anak kita_, bukan pada
_Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut_ Sehingga banyak ibu-ibu
yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa
tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya.
Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu
PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH
Tahap yang harus anda jalankan adalah sbb:
a.Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.
b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan
fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki
misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga
anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi
spesifik hidupnya.
c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja.
Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah
Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll.
d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai
dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan
seorang petani organik.
e. Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana
induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya,
seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar
atas proses.
Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa
semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh
mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin
tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.
f. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU
BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak
berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu
lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam
lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.
g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition”
Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi
dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan,
menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.
Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan
bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat
mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.
Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang
hidupnya.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber bacaan :
_Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013_
_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_
_Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014_
_Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2016_
➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖
Sesi Tanya Jawab
1. Bunda Wiwit :
utk materi ke 4 ini Mendidik dg Kekuatan Fitrah.
utk materi ke 4 ini Mendidik dg Kekuatan Fitrah.
Welk noted utk KM0,Tsunami informasi,tahapan ilmu serta yg paling intinya
Pahami Fitrah yg dibawa anak sejak lahir: Fitrah Ilahiyah,Fitrah Belajar,Fitrah Bakat,Fitrah perkembangan,Fitrah seksualitas dll.
Pahami Fitrah yg dibawa anak sejak lahir: Fitrah Ilahiyah,Fitrah Belajar,Fitrah Bakat,Fitrah perkembangan,Fitrah seksualitas dll.
Saya ingin sekali bisa memahami aspek2 fitrah yg ada pada anak kita,krn saya msh awam.
Mohon berkenan utk penjelasannya lebih detail mengenai fitrah2 yg ada pada anak kita tsb msg2 :
Fitrah Ilahiyah,Fitrah Belajar,Fitrah Bakat,Fitrah perkembangan,Fitrah seksualitas dll.
Fitrah Ilahiyah,Fitrah Belajar,Fitrah Bakat,Fitrah perkembangan,Fitrah seksualitas dll.
Jazakillah khairan katsiraa 😊🙏🏼
Jawaban untuk Bunda Wiwit
Fitrah Ilahiyah (keimanan)
meliputi spiritualitas, moralitas dan religiusitas. Setiap anak dilahirkan untuk mencintai Tuhannya yang selanjutnya akan membentuk karakternya (akhlakul karimah). Pada usia dibawah 7 tahun, fitrah ini sangat mudah dibangkitkan dengan imajinasi dan abstraksi tentang Allah, Rasul, kebaikan dan segala ciptaan-Nya.
Fitrah Ilahiyah (keimanan)
meliputi spiritualitas, moralitas dan religiusitas. Setiap anak dilahirkan untuk mencintai Tuhannya yang selanjutnya akan membentuk karakternya (akhlakul karimah). Pada usia dibawah 7 tahun, fitrah ini sangat mudah dibangkitkan dengan imajinasi dan abstraksi tentang Allah, Rasul, kebaikan dan segala ciptaan-Nya.
Fitrah belajar
adalah keinginan untuk mempelajari sesuatu secara alami, tidak perlu diajarkan secara khusus.
adalah keinginan untuk mempelajari sesuatu secara alami, tidak perlu diajarkan secara khusus.
Kita hanya perlu menemani dan mengarahkan, hal apa yang
disukai anak. Jika anak suka sains, fasilitasi dengan buku, bisa juga
melihat dan mengamati tumbuhan atau makhluk hidup disekitarnya.
Dalam bukunya Origins, Annie Murphy Paul membuktikan bahwa
bayi selama 9 bulan dalam kandungan telah mampu menyerap apa yang
terjadi diluar tubuh ibunya.
Dalam sebuah penelitian tahun 1999 di kawasan kumuh di
India, dilakukan eksperimen dengan meletakkan sebuah komputer di tempat
umum yang memungkinkan di sentuh anak-anak. Walau tanpa diajarkan,
ternyata anak-anak itu mampu mengoperasikan komputer. Bahkan jika
komputer itu menggunakan bahasa asing.
Fitrah Bakat
meliputi Talent, Passion & Strength. Setiap anak adalah unik dan memiliki sifat bawaan masing-masing yang kemudian akan berkembang menjadi karakternya. Dengan karakternya, akan berkembang bakat yang akan menjadi misi hidup yang spesifik untuk bisa berperan dalam peradaban.
meliputi Talent, Passion & Strength. Setiap anak adalah unik dan memiliki sifat bawaan masing-masing yang kemudian akan berkembang menjadi karakternya. Dengan karakternya, akan berkembang bakat yang akan menjadi misi hidup yang spesifik untuk bisa berperan dalam peradaban.
Masa-masa keemasan untuk mengembangkan fitrah bakat ini adalah usia 10-14
Biasanya di usia ini anak sudah mulai menentukan satu bidang yg dia sukai dengan lebih serius.
Biasanya di usia ini anak sudah mulai menentukan satu bidang yg dia sukai dengan lebih serius.
Fitrah Perkembangan
Segala yang ada di muka bumi memiliki sunnatullah tahapan pertumbuhannya masing-masing yang berkorelasi dengan dimensi waktu dan dimensi kehidupan.
Segala yang ada di muka bumi memiliki sunnatullah tahapan pertumbuhannya masing-masing yang berkorelasi dengan dimensi waktu dan dimensi kehidupan.
Ada masa dimana benih atau biji ditanam dan disemai, ada
masanya benih bertunas, ada masanya tumbuh cabang dan daun, ada masanya
berbunga, ada masanya berbuah begitu seterusnya.
Untuk setiap masa itu ada cara dan tujuannya masing-masing.
Dalam sunnatullah perkembangan atau pertumbuhan ini maka tidak berlaku
kaidah “makin cepat makin baik”, juga jangan terlalu terlambat untuk
tiap tahapannya. Segala sesuatunya akan indah bila tumbuh pada saatnya.
Analogikan diri anda seperti petani organik
Petani organik itu tidak pernah menggegas dengan menambahkan berbagai macam hal2 yg tidak alamiah. Para petani ini ingin menemani tanaman itu tumbuh sesuai dgn kehendakNya. Tidak memaksakan proses sehingga hasilnya dipaksakan sesuai kehendak kita sang perawat.
Petani organik itu tidak pernah menggegas dengan menambahkan berbagai macam hal2 yg tidak alamiah. Para petani ini ingin menemani tanaman itu tumbuh sesuai dgn kehendakNya. Tidak memaksakan proses sehingga hasilnya dipaksakan sesuai kehendak kita sang perawat.
Fitrah Seksualitas
Secara fitrah seksualitas, anak lelaki mulai lebih didekatkan kepada ayah agar tumbuh fitrah kelelakiannya secara alamiah, begitupula anak perempuan mulai lebih didekatkan pada ibu agar tumbuh fitrah keperempuanannya secara alamiah baik individu maupun sosial. Pada puncak tumbuhnya fitrah seksualitas ini, maka fitrah peran seksualitas ini akan menjadi adab pada orangtua, adab pada perannya sebagai lelaki, adab pada perannya sebagai perempuan dalam skala personal maupun komunal. ✅
Secara fitrah seksualitas, anak lelaki mulai lebih didekatkan kepada ayah agar tumbuh fitrah kelelakiannya secara alamiah, begitupula anak perempuan mulai lebih didekatkan pada ibu agar tumbuh fitrah keperempuanannya secara alamiah baik individu maupun sosial. Pada puncak tumbuhnya fitrah seksualitas ini, maka fitrah peran seksualitas ini akan menjadi adab pada orangtua, adab pada perannya sebagai lelaki, adab pada perannya sebagai perempuan dalam skala personal maupun komunal. ✅
2. Bunda Laela
Mendidik anak sealamiah mungkin, saya blm begitu paham
tentang itu, bisa dijelaskan lbh detil? Apakah yg dimaksud sealamiyah
itu sesuai tahapan nya jangan terlalu terburu buru mengajarkan ini itu
atau bagaimana?
Trimakasih sebelumnya
Jawaban untuk bunda Laela :
Betul..
buatlah pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan buat anak. Jangan pernah memaksa anak untuk bisa semua hal. Tapi kuatkan di bidang yg anak kuasai.. maka itu akan lebih bermakna.
Betul..
buatlah pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan buat anak. Jangan pernah memaksa anak untuk bisa semua hal. Tapi kuatkan di bidang yg anak kuasai.. maka itu akan lebih bermakna.
"jangan paksakan anak burung untuk jago berenang, karena dia hanya jago terbang.
Dan jangan paksakan ikan untuk jago terbang, karena dia hanya jago berenang.
Jadi fokus pada kelebihan anak bukan pada kekurangannya.✅
Dan jangan paksakan ikan untuk jago terbang, karena dia hanya jago berenang.
Jadi fokus pada kelebihan anak bukan pada kekurangannya.✅
3. Bunda Nira
pada point d mendidik anak dengan fitrah, mendidik anak dengan sunatullah, realnya seperti apa
Jawaban untuk bunda Nira
Pertanyaannya sama seperti bunda Laela.
Saya tambahkan lagi ya..
Tugas kita sebagai orangtua hanya menemani proses pembelajarannya, tumbuh kembangnya.. Jika ingin melihat indikatornya, bandingkan dengan dirinya sendiri dimasa yg lalu. Jangan pernah membandingkan anak kita dengan anak yang lain.
Pertanyaannya sama seperti bunda Laela.
Saya tambahkan lagi ya..
Tugas kita sebagai orangtua hanya menemani proses pembelajarannya, tumbuh kembangnya.. Jika ingin melihat indikatornya, bandingkan dengan dirinya sendiri dimasa yg lalu. Jangan pernah membandingkan anak kita dengan anak yang lain.
Contoh: sekarang anak kita senang membaca buku. Padahal setahun yang lalu dia belum bisa membaca.
Sekarang anak kita sudah bisa merapihkan sepatunya sendiri. Padahal setahun yg lalu masih melepas sepatu sembarangan.
Bersyukur dan beri pujian atas pencapaiannya.
Sekarang anak kita sudah bisa merapihkan sepatunya sendiri. Padahal setahun yg lalu masih melepas sepatu sembarangan.
Bersyukur dan beri pujian atas pencapaiannya.
Buat hal2 yg ingin dicapai lebih baik lagi oleh anak kita
tapi dimulai dari yang sederhana dulu dalam kegiatan sehari-hari sesuai
usianya. Jangan terlalu memaksakan.✅
4. Bunda Ika
Di poin G: Rancang program yang khas bersama anak.
Ini seperti apa ya? apakah setiap hari kita membuat aktivitas khusus untuk masing-masing anak? atau bagaimana ya? Terima kasih..
Di poin G: Rancang program yang khas bersama anak.
Ini seperti apa ya? apakah setiap hari kita membuat aktivitas khusus untuk masing-masing anak? atau bagaimana ya? Terima kasih..
Jawaban untuk bunda Ika :
Iya. Buatlah rencana kegiatan.. misal minggu ini kita mau main apa ya? Mau kemana dan nanti disana ada nilai pembelajarannya.
Karena sampai usia 12 tahun selama anak belum aqil baligh maka pasti anak akan senang bermain atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Dan setelah aqil baligh, biasanya anak tidak lagi selalu ingin berada disamping kita. Lanjutkan dengan menjadikan anak sebagai *sahabat* ✅
Iya. Buatlah rencana kegiatan.. misal minggu ini kita mau main apa ya? Mau kemana dan nanti disana ada nilai pembelajarannya.
Karena sampai usia 12 tahun selama anak belum aqil baligh maka pasti anak akan senang bermain atau menghabiskan waktu bersama keluarga.
Dan setelah aqil baligh, biasanya anak tidak lagi selalu ingin berada disamping kita. Lanjutkan dengan menjadikan anak sebagai *sahabat* ✅
5. Ibu insiyah
Mba saya ibu 3 anak,yg pertama 12 thn alhamdulillah msk
pesantren,yg kedua umur 3 thn 10 bln,yg ketiga 4 bln.,yang ingin saya
tanyakan apakah salah jika yang menentukan pilihan sekolah itu orang
tua,anak saya yg kedua itu aktif banget makanya saya memasukkan sekolah
TK dari umur 3 thn,apa itu terlalu dini?
Jawaban untuk bunda Insiyah :
Sebaiknya dalam menentukan sekolah, kita berikan beberapa pilihan kepada anak kita, mau masuk kemana? Ajarkan anak berdiskusi dan belajar menentukan pilihan.
Diberikan anak yang aktif itu anugerah sebenarnya. Dan sebagai orangtua kita harus berlatih sabar dalam menghadapinya.
Kalau menurut bunda sendiri, anak kedua bunda nyaman kah disekolahkan sejak dini? Pernah kah dia mengeluh capek atau bilang kalau dia maunya dirumah aja sama bunda dan adiknya?
Coba ditanyakan bun..
Kalau si anak tengah merasa senang dan nyaman, menurut saya sih tdk masalah.
Tapi kalau ternyata dia merasa dijauhkan dari adik dan bundanya sebaiknya jangan disekolahkan dulu.. berarti dia belum mau. ✅
Sebaiknya dalam menentukan sekolah, kita berikan beberapa pilihan kepada anak kita, mau masuk kemana? Ajarkan anak berdiskusi dan belajar menentukan pilihan.
Diberikan anak yang aktif itu anugerah sebenarnya. Dan sebagai orangtua kita harus berlatih sabar dalam menghadapinya.
Kalau menurut bunda sendiri, anak kedua bunda nyaman kah disekolahkan sejak dini? Pernah kah dia mengeluh capek atau bilang kalau dia maunya dirumah aja sama bunda dan adiknya?
Coba ditanyakan bun..
Kalau si anak tengah merasa senang dan nyaman, menurut saya sih tdk masalah.
Tapi kalau ternyata dia merasa dijauhkan dari adik dan bundanya sebaiknya jangan disekolahkan dulu.. berarti dia belum mau. ✅
6. Bunda Azay
Bagaimana cara membersamai/ menemani di waktu bersama anak yg ideal bagi seorang ibu yg aktif di ranah publik(tidak bisa 24jam bersama anak) agar tetap bisa mendidik anak sesuai fitrahnya?
Bagaimana cara membersamai/ menemani di waktu bersama anak yg ideal bagi seorang ibu yg aktif di ranah publik(tidak bisa 24jam bersama anak) agar tetap bisa mendidik anak sesuai fitrahnya?
Jawaban untuk bunda Azay :
Kalau saya pribadi selalu meluangkan waktu di hari minggu khusus untuk anak-anak.
Karena ketiga anak saya mondok di pesantren.
Dihari minggu itulah kami orangtua berusaha Membersamai anak-anak.. karena hanya diberi waktu dari pukul 9 pagi sampai 5 sore.
Terserah anaknya mau dibawa kemana untuk lepas kangen kangenan 😅
Biasanya saya selalu ajak ngobrol.
Membawakan makanan atau buah kesukaan mereka. Sambil makan atau sambil jalan-jalan. Sekedar menanyakan perasaannya, bercanda, bermain, baca buku, dan melepas lelah dan kejenuhan mereka selama 6 hari dengan aktifitas yang padat.
Saya selalu merancang waktu untuk 3 hal:
me time waktu saya untuk sendiri
we time waktu saya hanya berduaan dengan suami, dan
family time waktu bersama keluarga.
Semua waktu itu berusaha kami penuhi sekali dalam satu minggu.
Kalau saya pribadi selalu meluangkan waktu di hari minggu khusus untuk anak-anak.
Karena ketiga anak saya mondok di pesantren.
Dihari minggu itulah kami orangtua berusaha Membersamai anak-anak.. karena hanya diberi waktu dari pukul 9 pagi sampai 5 sore.
Terserah anaknya mau dibawa kemana untuk lepas kangen kangenan 😅
Biasanya saya selalu ajak ngobrol.
Membawakan makanan atau buah kesukaan mereka. Sambil makan atau sambil jalan-jalan. Sekedar menanyakan perasaannya, bercanda, bermain, baca buku, dan melepas lelah dan kejenuhan mereka selama 6 hari dengan aktifitas yang padat.
Saya selalu merancang waktu untuk 3 hal:
me time waktu saya untuk sendiri
we time waktu saya hanya berduaan dengan suami, dan
family time waktu bersama keluarga.
Semua waktu itu berusaha kami penuhi sekali dalam satu minggu.
Bagaimana dengan bunda?
Bunda pasti punya waktu kosong.
misal dimalam hari sebelum tidur,
saat makan malam bersama,
Silahkan gunakan untuk ngobrol bareng keluarga.
Bunda pasti punya waktu kosong.
misal dimalam hari sebelum tidur,
saat makan malam bersama,
Silahkan gunakan untuk ngobrol bareng keluarga.
Jangan sampai kita berguna bagi orang lain tapi anggota keluarga sendiri merasa kehilangan.
Coba berusaha buat manajemen waktu yang baik.
Hal ini bisa juga ditanyakan ke mba nia yang punya
pengalaman dalam membersamai anaknya saat sepulang kerja dimalam hari.
Karena beliau juga bekerja diranah publik.✅
Nia ➡ Menambahkan penjelasan dari mbak Zy, setelah bunda
memahami apa saja jenia fitrah maka kita terapkan diri kita sebagai
"Manajer Keluarga". Manajer berarti kita yang mengatur dan mengelola apa
saja yang keluarga kita butuhkan termasuk soal menjaga fitrah anak dan
pendidikannya.
Nah sebagai ibu bekerja di ranah publik, ibu sebagai
seorang manajer keluarga dapat mendelegasikan tugas tersebut. Sehingga
tugas kita untuk menyampaikan atau mengedukasi pihak yang kita berikan
tanggung jawab dalam menjaga anak kita selama kita bekerja. Diskusikan
dan obrolkan bersama.
Bu Septi juga bercerita, dulu ketika anak-anak bu Septi kecil ada asisten untuk mengurus anak, bu Septi ajarkan berbagai cara yang telah dipikirkan Bu Septi contoh: cara berkomunikasi dengan anak, cara mendampingi membaca buku. Bu Septi mengajak asistennya ikut seminar parenting dsb. Dan pada akhirnya asistennya tersebut saat ini sudah memiliki sekolah tk sendiri. 😊
Bu Septi juga bercerita, dulu ketika anak-anak bu Septi kecil ada asisten untuk mengurus anak, bu Septi ajarkan berbagai cara yang telah dipikirkan Bu Septi contoh: cara berkomunikasi dengan anak, cara mendampingi membaca buku. Bu Septi mengajak asistennya ikut seminar parenting dsb. Dan pada akhirnya asistennya tersebut saat ini sudah memiliki sekolah tk sendiri. 😊
Dan jika saya pribadi saya juga punya waktu komitmen diantaranya:
1. Pada saat jam istirahat saya selalu sempatkan telfon anak saya untuk mengobrol.
2. Saat sampai rumah, setelah siap sudah mandi makan sholat menghela nafas, saya serahkan sepenuh jiwa raga saya untuk anak. Kegiatan apapun yang ia inginkan. Mengejar ketertinggalan saya di ranah Bunda Sayang dan Bunda Cekatan
3. Weekend full untuk anak menjalankan family project or family trip. Main bersama. Jika ada kelas iip 2 jam, maka akan dikondisikan kembali.
1. Pada saat jam istirahat saya selalu sempatkan telfon anak saya untuk mengobrol.
2. Saat sampai rumah, setelah siap sudah mandi makan sholat menghela nafas, saya serahkan sepenuh jiwa raga saya untuk anak. Kegiatan apapun yang ia inginkan. Mengejar ketertinggalan saya di ranah Bunda Sayang dan Bunda Cekatan
3. Weekend full untuk anak menjalankan family project or family trip. Main bersama. Jika ada kelas iip 2 jam, maka akan dikondisikan kembali.
Kelihatan berat? Pada awalnya iya. Saya pun demikian tapi
ini konsekuensi saya memilih ranah publik. Saya gak mau anak ketinggalan
karena excuse saya bekerja.
InsyaAllah bagi saya ini investasi, mumpung masih ada umur dan rizki tenaga.
Kadang beberapa hari dalam sebulan apabila saya pulang
lebih larut atau saya lelah amat sangat saya minta maaf pada anak karena
tidak optimal. Itu saja. Agar anak ridho.
7.Bunda Nurul
Assalamualaikum. Apakah ada tips yg mudah kita terapkan manakala ada perasaan apa yg kita lakukan dalam mendidik anak kita tidak sebaik keluarga yang lain. Niat awal untuk menjadi gambaran atau contoh, namun seringkali malah jadi merasa terintimidasi. Merasa banyak kurang...merasa jauh tertinggal.Terima kasih
Assalamualaikum. Apakah ada tips yg mudah kita terapkan manakala ada perasaan apa yg kita lakukan dalam mendidik anak kita tidak sebaik keluarga yang lain. Niat awal untuk menjadi gambaran atau contoh, namun seringkali malah jadi merasa terintimidasi. Merasa banyak kurang...merasa jauh tertinggal.Terima kasih
Jawaban untuk bunda Nurul :
Rumput tetangga memang terlihat lebih hijau ya 😅 Sebaiknya kita segera merenung.
Model pendidikan keluarga kita sebaiknya berdasarkan gaya belajar anak2 kita sendiri. Kita tdk bisa terus menerus meniru gaya belajar orang lain. Karena sudah pasti kebutuhannya berbeda beda.
Rumput tetangga memang terlihat lebih hijau ya 😅 Sebaiknya kita segera merenung.
Model pendidikan keluarga kita sebaiknya berdasarkan gaya belajar anak2 kita sendiri. Kita tdk bisa terus menerus meniru gaya belajar orang lain. Karena sudah pasti kebutuhannya berbeda beda.
Mengambil sisi positif dari orang lain itu boleh boleh saja.
Bahkan di Ibu Profesional kita mengenalnya dengan istilah ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi)
Jadi.. bunda bisa saja melihat model pendidikan dari keluarga lain.. asalkan di modifikasi dengan kebutuhan masing2 anak kita. ✅
Bahkan di Ibu Profesional kita mengenalnya dengan istilah ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi)
Jadi.. bunda bisa saja melihat model pendidikan dari keluarga lain.. asalkan di modifikasi dengan kebutuhan masing2 anak kita. ✅
8. Bunda Diyan
Menilik tahapan2 dlm mendidik anak dg kekuatan fitrah menurut saya sesuai modelnya bila dilakukan dg sistem homeschooling. Saya berminat sekali dg sistem ini tapi anak saya cenderung ingin masuk sekolah formal. Tahun ini blm saya daftarkan coz saya baru saja resign dan ingin PDKT lg sama anak. Bagaimana saya harus bersikap? Tetap sounding tentang HS atau menuruti dl keinginannya sambil tetap sounding?
(Duuh maksa banget saya ya)
Menilik tahapan2 dlm mendidik anak dg kekuatan fitrah menurut saya sesuai modelnya bila dilakukan dg sistem homeschooling. Saya berminat sekali dg sistem ini tapi anak saya cenderung ingin masuk sekolah formal. Tahun ini blm saya daftarkan coz saya baru saja resign dan ingin PDKT lg sama anak. Bagaimana saya harus bersikap? Tetap sounding tentang HS atau menuruti dl keinginannya sambil tetap sounding?
(Duuh maksa banget saya ya)
Jawaban untuk Bunda Diyan :
Bu Septi pernah menawarkan kepada anak2nya. Beliau memberikan 3 pilihan sekolah terbaik yang cocok dengan value keluarganya atau belajar dirumah bersama ibu dan bapaknya.
Dan setahu saya si sulung mba Enes pernah sekolah di sekolah swasta pilihannya sebelum akhirnya homeschooling juga.
Jadi memang sebaiknya berikan pilihan dengan segala konsekuensinya dan dengarkan pilihan anak.
Jika ditengah jalan akhirnya dia memutuskan ingin HS jangan pernah menyalahkan pilihannya. Karena semua itu terjadi karena kehendakNya. Dan pasti ada pelajaran yang bisa diambil.
Bu Septi pernah menawarkan kepada anak2nya. Beliau memberikan 3 pilihan sekolah terbaik yang cocok dengan value keluarganya atau belajar dirumah bersama ibu dan bapaknya.
Dan setahu saya si sulung mba Enes pernah sekolah di sekolah swasta pilihannya sebelum akhirnya homeschooling juga.
Jadi memang sebaiknya berikan pilihan dengan segala konsekuensinya dan dengarkan pilihan anak.
Jika ditengah jalan akhirnya dia memutuskan ingin HS jangan pernah menyalahkan pilihannya. Karena semua itu terjadi karena kehendakNya. Dan pasti ada pelajaran yang bisa diambil.
Pengalaman saya, anak pertama dan kedua pindah sekolah
sampai 2x dan baru memilih mondok dipesantren dengan keinginannya
sendiri.. dan saya sebagai orangtua tidak pernah menyesali perjalanan
itu.. karena banyak hikmah yang bisa kami jadikan pelajaran dalam hidup
ini. ✅
9. bunda Marie
Pertanyaan : Bagaimana cara memahami fitrah anak sejak lahir? Dan bagaimana meyakinkan diri kita sebagai ortu dan anak kita bahwa itu adalah fitrahnya.
Pertanyaan : Bagaimana cara memahami fitrah anak sejak lahir? Dan bagaimana meyakinkan diri kita sebagai ortu dan anak kita bahwa itu adalah fitrahnya.
Jawaban untuk bunda Marie
Fitrah berasal dari akar kata fa-ta-ro dalam bahasa Arab yang berarti membuka atau menguak.
Fitrah sendiri mempunyai makna asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal. Dalam Islam terdapat konsep bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah.
*Sumber: wikipedia*
Fitrah berasal dari akar kata fa-ta-ro dalam bahasa Arab yang berarti membuka atau menguak.
Fitrah sendiri mempunyai makna asal kejadian, keadaan yang suci dan kembali ke asal. Dalam Islam terdapat konsep bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah.
*Sumber: wikipedia*
Jadi sebagai orangtua, kita hanya mengarahkan agar si anak
tetap menjadi makhluk ciptaanNya yang harus taat dengan melewati tahapan
dalam hidupnya hingga kembali padaNya. ✅
*Diskusi tambahan*
❓❓Gimana membuat anak eksplorasi dg alam tp d lingkungan rmh susah dpt kebun atw kolam aplg sawah hehee. Ada kebun orang lain.
⏩Ijin aja ke kebun orang jika dibolehkan asal jangan merusak hehe
❓❓Gimana membuat anak eksplorasi dg alam tp d lingkungan rmh susah dpt kebun atw kolam aplg sawah hehee. Ada kebun orang lain.
⏩Ijin aja ke kebun orang jika dibolehkan asal jangan merusak hehe
❓❓Mba Zy, mengembangkan fitrah Ilahiyah itu bagaimana
caranya ya? Fitrah ini cenderung terlewati, padahal merupakan dasar.
apakah fitrah-fitrah ini bentuknya bertingkat ya? maksud saya,
fase-fasenya seperti piramida.
⏩Tetap sesuai usia mba.
0-7 tahun perbanyak main dengan alam terbuka untuk menanamkan nilai ketuhanan.
7-14 tahun mulai mendisiplinkan ibadah dengan konsisten
14-21 pendalaman keimanan untuk mempersiapkan anak menjadi makhluk sosial yang bermanfaat untuk sesama dan mempersiapkan anak memasuki tahap menjadi manusia dewasa #imho
⏩Tetap sesuai usia mba.
0-7 tahun perbanyak main dengan alam terbuka untuk menanamkan nilai ketuhanan.
7-14 tahun mulai mendisiplinkan ibadah dengan konsisten
14-21 pendalaman keimanan untuk mempersiapkan anak menjadi makhluk sosial yang bermanfaat untuk sesama dan mempersiapkan anak memasuki tahap menjadi manusia dewasa #imho
❓❓Mba.. Cara utk menguatkan rasa ingin tau anak gmn ya?
Anak saya yg pertama di usia balitanya saya rasa banyak sekali ingin
tau, dilihat dgn banyak tanya. Sekarang di usia yg mau tujuh tahun,
porsi bertanya nya agak melemah. Memang begitu fitrahnya atau ada pola
yg salah ya?
⏩Rasa ingin tahu yg besar dan banyak bertanya adalah ciri2 anak yg cerdas. Jadi sediakan waktu untuk menjawab pertanyaan anak.
Ada kemungkinan anak merasa diacuhkan atau dibentak saat bertanya itu juga bisa menyebabkan anak jadi enggan bertanya lagi..
⏩Husnudzon saya, dia kadang sudah menemukan jawabannya sendiri sebelum akhirnya banyak tanya 😂 Tapi ya saya kangen sama dia yg cerewet tanya ini itu.. Memang kompleks sih pertanyaannya jd kadang mungkin anak kurang terpuaskan dgn jawaban ibunya. Smg Allah selalu bimbing kami.. Trm ksh mba Zy 😇
⏩Aamiin.. sebagai orangtua.. kita memang harus pintar menjawab pertanyaan anak. Jika memang tidak tahu, ajak anak mencari jawabannya dengan bertanya kepada orang lain yg lebih tahu atau cari di google 😂
⏩Rasa ingin tahu yg besar dan banyak bertanya adalah ciri2 anak yg cerdas. Jadi sediakan waktu untuk menjawab pertanyaan anak.
Ada kemungkinan anak merasa diacuhkan atau dibentak saat bertanya itu juga bisa menyebabkan anak jadi enggan bertanya lagi..
⏩Husnudzon saya, dia kadang sudah menemukan jawabannya sendiri sebelum akhirnya banyak tanya 😂 Tapi ya saya kangen sama dia yg cerewet tanya ini itu.. Memang kompleks sih pertanyaannya jd kadang mungkin anak kurang terpuaskan dgn jawaban ibunya. Smg Allah selalu bimbing kami.. Trm ksh mba Zy 😇
⏩Aamiin.. sebagai orangtua.. kita memang harus pintar menjawab pertanyaan anak. Jika memang tidak tahu, ajak anak mencari jawabannya dengan bertanya kepada orang lain yg lebih tahu atau cari di google 😂
❓❓Hampir mirip pertanyaan sy... bedanya kemandirian... usia
dini kemandiriannya sdh terlihat, usia bertambah malah semakin menurun
dan selalu minta dilayani... 😰
⏩Menurut saya bundanya kurang "tega" dalam mendisiplinkan anak.
Karena untuk melatih kemandirian anak butuh ketegasan. Jika bunda atau ayahnya pernah melanggarnya. Maka anak akan kendor kedisiplinannya
⏩Menurut saya bundanya kurang "tega" dalam mendisiplinkan anak.
Karena untuk melatih kemandirian anak butuh ketegasan. Jika bunda atau ayahnya pernah melanggarnya. Maka anak akan kendor kedisiplinannya
❓❓Mba zy, jika anak usia pra sekolah yg blm bisa menentukan
apa2 yg menyenangkannya (menurut saya sih ini 😬), kira2 butuh brp x
atau brp lama kita coba di satu hal, smpai kita tau dia suka atau tidak.
Misal kita sedang mencoba mengenalkan renang, diperjalanan dia bilang
gak suka. Apa kita langsung turuti beralih ke yg lain atau lihat
perkembangan smpai brp lama?
⏩Menurut ippho santosa 90 hari waktu yang cukup untuk menentukan apakah kita memang masih menyukai kegiatan tersebut atau tidak. Jika ia dlm waktu tersebut sdh bosan bisa diganti dgn kegiatan lain. Jika tetap menyukainya. Teruskan..bisa jadi itu passionnya
⏩Menurut ippho santosa 90 hari waktu yang cukup untuk menentukan apakah kita memang masih menyukai kegiatan tersebut atau tidak. Jika ia dlm waktu tersebut sdh bosan bisa diganti dgn kegiatan lain. Jika tetap menyukainya. Teruskan..bisa jadi itu passionnya
❓❓Saya mau tanya..Saya suka khawatir karena curriosity anak
saya seperti tidak ada habisnya. (usianya 7 tahun). Kemarin pulang
sekolah dia minta diajarin perkalian. 🙈 (Alhamdulillaah penjumlahan dan
pengurangan sudah mampu dikuasai). Tapi saya agak khawatir, kalo
perkembangan secara kognisinya terlalu cepat. Seperti hal nya dulu, di
usianya menjelang 5 tahun, saya belum mau mengajarinya membaca tapi dia
sudah banyak bertanya dan minta diajari membaca. (mungkin karena hampir
setiap hari dia melihat saya membaca buku saya sendiri atau
membacakannya cerita). Padahal saya hampir tidak pernah membahas
pelajaran sekolah saat di rumah. Jikapun bertanya hanya melakukan review
sesekali tentang pengalaman belajarnya, apa yang baru dia tahu dll.
Tapi lebih sering dia duluan yang cerita. 🙈Ummi.. Tadi aku belajar ini,
tapi aku masih bingung. Padahal udah dijelasin. Ummi ajarin aku ya..?
Saya lebih banyak bertanya tentang dengan siapa dia bermain? Apa yang
seru di sekolah hari ini? Dll.. Karena orientasi saya saat ini, yang
penting anak saya senang belajar, dan senang berteman. Apa yang
sebaiknya saya lakukan..?
⏩Curriosity anak yang besar sangat bagus. Jadi tdk perlu dikhawatirkan.
Yang tdk boleh, kita memaksakan kehendak kita agar anak bisa ini bisa itu.
Tapi kalau anak yg meminta mengapa tidak diajarkan bun? Barangkali memang itu kebutuhannya. Cepat dalam belajar.. sehingga bisa terjadi sebaliknya jika dia sudah banyak tahu tapi tidak ditambah pengetahuannya nanti dia akan bosan..#imho
Yang tdk boleh, kita memaksakan kehendak kita agar anak bisa ini bisa itu.
Tapi kalau anak yg meminta mengapa tidak diajarkan bun? Barangkali memang itu kebutuhannya. Cepat dalam belajar.. sehingga bisa terjadi sebaliknya jika dia sudah banyak tahu tapi tidak ditambah pengetahuannya nanti dia akan bosan..#imho
Penutup
Ingat..
Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang
lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu
berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa
“galau”.
😊😊😊😊😊
😊😊😊😊😊
Alhamdulillah..
Terima kasih mba Ika.. dan bunda-bunda semua..
Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia bersama keluarga.
Wassalamu'alaikum wr wb
Terima kasih mba Ika.. dan bunda-bunda semua..
Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia bersama keluarga.
Wassalamu'alaikum wr wb