Langsung ke konten utama

Doa Penuh Cinta Untuk Saudaraku

Doa Penuh Cinta Untuk Saudaraku

Beberapa hari ini hujan turun dengan deras tanpa henti. Turun membasahi bumi Allah tanpa pandang bulu, di Depok hujan, Jakarta, Bekasi, Bandung dan Kuningan. Hujan seakan tanpa lelah terus turun mewarnai hari. Kenapa hanya kota-kota itu yang disebut? Itu adalah kota domisili orang tua dan kakak-kakaku, dari merekalah info kondisis kotanya kudapatkan.

Rasa dingin, lapar dan tak nyaman dirasakan saat hari diguyur hujan terus menerus. Apalagi yanh memiliki alergi dingin, tidak nyaman dan cukup tersiksa. Namun ketidaknyamanan itu hilang berganti rasa syukur saat mengingat di luar sana mungkin ada yang merasa was-was jika hujan turun tanpa henti. Khawatir air hujan masuk ke dalam rumah, terutama yang rumahnya dekat sungai atau langganan banjir.

Kemarin pagi, mendapat kabar beberapa daerah di Jakarta sudah mulai ada yang kebanjiran. Hari ini, di Depok pun sudah ada beberapa daerah yang kebanjiran. Info dari teman yang rumahnya sekitar Stasiun Depok Baru, pagi ini ada yang kebanjiran.  Dia meminta doa kepada teman-teman di grup whatsaap komunitas, semoga air segera surut dan bisa segera bersih-bersih. Sungguh banjir itu tidak nyaman, kotor, merusak barang-barang dan juga bisa menyebabkan penyakit. Subhanallah... Saudaraku yang sedang diuji, semoga diberi kekuatan dan kesabaran. Semoga airnya segera surut dan tidak datang lagi.  Jadi teringat salah satu doa yang dilakukan Rasulullah saat hujan turun tanpa henti, beliau mendoakam semoga hujan tidak menimbulkan bencana. Berikut doanyanya : 

Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allaahumma ‘alal aakaami wazh-zhiroobi, wa buthuunil audiyati wa manaabitisy-syajari.

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan menimpa kami. Ya Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.

HR. al-Bukhari 933 dan Muslim no. 897.

Bukti cinta terhadap saudara yang sedang tertimpa musibah tidak hanya berupa doa, bisa juga memberikan bantuan lain yang kira-kira dibutuhkan. Mungkin kita bingung, ingin membantu saudara yang sedang tertimpa banjir tapi bingung apa yang harus dilakukan? Teman-teman bisa menghubungi lembaga-lembaga kemanusiaan yang biasa menyalurkan bantuan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...