Langsung ke konten utama

Hari kedua Tantangan 30 Hari Fase Kepompong Bunda Cekatan


Hari ke-dua tantangan 30 Hari fase Kepompong.  Rencana awal, hari ini fokus membuat jadwal kegiatan dan perencanaan. Tapi ternyata gagal saudara-saudara. Ada aktivitas dadakan yang harus dikerjakan di luar rencana. 

Apa coba kira-kira aktivitasnya?

Begini ceritanya....
Pagi ini, stok bahan makanan protein hewani mulai menipis. Mendengar kabar di media elektronik akibat virus Corona situasi mulai memanas. Ada beberapa pasar yang katanya tutup, infonya ada pelapak yang terkena virus Corona. Untuk antisipasi pasar dekat rumah tutup dan kita tidak ada stok bahan makanan. Maka pagi ini berangkat ke Pasar Cikema Cibinong Bogor.

Situasi pasar yang sudah sepi, alhamdulillah mendukung situasi yang menghindari banyak orang dan menjaga jarak. Sayangnya bahan makanan yang dicari stoknya sudah pada habis. Jadilah kita membeli alternatif lain yang memungkinkan

Begitu sampai di rumah, aktivitas kami adalah menyiapkan food preparetion. Membersihkan ikan-ikan dan protein hewani lainnya memasukkan ke wadah-wadah untuk sekali masak, begitu juga dengan sayuran. Kegiatan ini cukup menyita waktu hingga tak terasa menjelang makan siang dan harus masak. 

Siang harinya, karena kelelahan kami ketiduran hingga sore hari. Dan sudah saatnya masak kembali untuk makan malam.

Begitulah aktivitas hari ini yang jauh dari ekspektasi, tapi cukup baguslah. Kami sekeluarga bekerja sama dalam melakukannya. Sepertinya perlu dibuat jadwal satu hari dalam seminggu jadwal belanja dan food preparation. Mengapa perlu dibuat jadwal khusus? Karena ini membutuhkan waktu ternyata. 

Badge :


Komentar

  1. "Agen poker terbesar dan terpercaya ARENADOMINO.
    minimal depo dan wd cuma 20 ribu
    dengan 1 userid sudah bisa bermain 9 games
    ayo mampir kemari ke Website Kami ya www.arenadomino.com

    Wa :+855964967353
    Line : arena_01
    WeChat : arenadomino
    Yahoo! : arenadomino"

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...