"Lihat bintang jatuh!" Seru Zenia,
"Itu di sana!" menunjukkan arah bintang jatuh.
"Ayo kita berdoa, semoga impian kita tercapai?" Seru Malika kepada Zenia.
Kedua gadis SMU itu berdoa dengan khusus berharap impiannya terwujud.
"Kamu doa apa Zen? tanya Malika
"Aku berdoa biar bisa masuk UI. Kamu doa apa Mal?
"Sama, aku juga. Semoga doa kita terkabul ya. Kita berdua masuk UI."
"Aamiin...."
Beberapa bulan kemudian, Zenia sedang melihat hasil pengumuman Universitas yang dia impikan. Hatinya diliputi rasa khawatir dan ketakutan. Dia takut tidak diterima di sana, karena itu dia merasa deg-degan.
Satu demi satu deretan nama-nama yang tercantum dalam pengumuman dibacanya, dari atas sampai bawah, lanjut ke sebelahnya. Sampai dia menemukan namanya terselip diantara nama-nama tersebut.
Legalah hatinya, dia sangat bahagia karena berhasil masuk universitas idamanannya. Saking bahagianya dia berteriak,"Yes...aku diterima!".
Ibu yang disamping Zenia, serta turut membantu mencari nama Zenia diantara barisam nama tersebut reflek menoleh ke arah Zenia. "Zen, kebahagian ada baiknya diekspresikan dengan baik. Sujud syukur salah satunya, itu wujud ungkapan rasa syukur kamu karena diterima di UI. Karena semua keberhasilan ini atas ridho Allah, krn itu bersujudlah ucapkan terima kasih sama Allah.
"Baik Bu. " ucap Zenia.
Setelah sujud syukur, Zenia kembali melihat pengumuman, dia ingin mencari nama Malika teman dekatnya, apakah dia diterima juga seperti dirinya.
"Astagfirullah...tidak boleh percaya seperti itu Nak? Ingat Nak, kita orang muslim tidak boleh menyembah apapun selain Allah atau mengikuti adat, bahkan budaya yang telah dipertimbangkan lumrah, jika kita tidak mengetahui asal-asul atau dalil kuat yang memungkinkan kita untuk melakukannya."
"Astagfirullah..." Ucap Zenia.
"Bintang jatuh seringkali dikait-kaitkan dengan harapan dan dikabulkannya sebuah doa. Namun dalam Islam, bintang jatuh tidak ada kaitannya dengan dikabulkannya harapan seseorang. Bintang-bintang diciptakan oleh Allah SWT, sebagai hiasan, penunjuk arah dan sebagai alat pelempar setan."urai Ibu.
"Pelempar setan bu? Maksudnya bagaimana?"tanya Zenia.
Dulu, saat Rasulullah SAW sedang duduk di antara beberapa orang sahabat, tiba-tiba ada sebuah bintang dilempar (jatuh) lalu bersinar. Ketika itu, Rasulullah SAW bersabda, ‘Apa yang kalian katakan pada masa jahiliah, apabila melihat bintang jatuh?’ Mereka menjawab, ‘Biasanya kami berkata bahwa akan ada orang besar meninggal dunia, atau akan lahir seorang yang mulia.’
Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya bintang itu dilempar (jatuh) bukan karena kematian seseorang atau karena kelahirannya, akan tetapi apabila Tuhan kita -Azza wa Jalla- telah memutuskan suatu perkara maka para malaikat pemikul Arasy bertasbih kepada-Nya (menyucikan-Nya), kemudian bertasbih pula para penghuni langit yang berada di bawah mereka, kemudian yang berada di bawah mereka lagi, hingga tasbih itu sampai ke langit ini (langit dunia atau langit pertama-penj).”
Saat itu, penghuni langit keenam bertanya kepada penghuni langit ketujuh, ‘Apa yang difirmankan oleh Tuhan kalian?’
Rasulullah SAW bersabda- Maka penghuni langit ketujuh memberitahukan kepada penghuni langit keenam. Begitu pula para penghuni langit lainnya, mereka bertanya hingga berita itu sampai kepada penghuni langit dunia. Sementara para syetan mencuri dengar, dan ketika itulah mereka dilempar -dengan bintang-. Lalu para syetan membisikkan berita itu kepada para kekasih mereka. Apa yang mereka sampaikan secara apa adanya, maka itu adalah benar, namun mereka -sering- merobah dan menambah-nambah berita itu’.”
"Subhanallah...jadi begitu ya, jadi bintang jatuh itu panah api yang disemburkan ke jin yang mencuri berita dari langit?" tanya Zenia.
"Betul Nak." jawab Ibu.
"Tapi kok bisa pas ya Bu, aku masuk begitupun Malika. Kita berdua berdoa saat bintang jatuh?" tanya Zenia.
"Itu hanya sebuah kebetulan Nak, justru itu ujian Nak bagi kamu dan Malika jangan sampai percaya seperti itu."
"Oh...gitu." ucap Zenia sambil manggut-manggut.
"Ibu tahu Nak, kamu telah berikhtiar optimal untuk mewujudkan impian kamu. Mulai dari menghiasi kamarmu dengan tulisan penyemangat tentang mimpimu. Kamu belajar dengan tekun tanpa mengenal lelah. Sholat malam dan berdoanya kenceng banget, memohon kepada Allah semoga dimudahkan mengerjakan soal-soal ujian dan bisa masuk UI. Belum lagi puasa Senin Kamis, tak pernah bolong kecuali sedang halangan. Ditambah lagi sedekah, masya Allah paket lengkap ikhtiarnya. Sehingga Allah mendengar doamu Nak, karena perjuanganmu cukup.l keras. Jadi bukan semata-mata karena berdoa saat bintang jatuh."urai ibu panjang lebar.
"Bisa kuliah di UI kan impian Zenia sejak kecil Bu. Makanya Zenia berusaha semampu Zenia. Kalau untuk hasil, Zenia serahkan pada Allah. Zenia tawakal saja, minta yang terbaik menurut Allah. Alhamdulillah impian Zenia terwujud, dan ini semua atas izin Allah." Kata Zenia.
"Alhamdulillah...putri ibu sudah paham, jadi jangan ikut-ikutan orang ya. Cari tahu dalilnya, kebenarannya."
" Baik Ibuku sayang."
"Ya udah, kita masak yuk. Kita bikin tumpeng sebagai syukuran diterimanya kamu di UI. Nanti kamu bagikan ke tetangga." Ajak Ibu.
"Siap Bu."
“Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang.” (QS. Ash Shofaat: 6)
“Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5)

Komentar
Posting Komentar