Langsung ke konten utama

Aku dan Kamu

Apa yang terlintas dalam pikiran anda melihat foto ini?


"Ow...So sweet, suami guntingin kuku istri."
Atau mungkin...
"Ow...pencitraan ini, biar dibilang suami sayang istri"

Mungkin seperti itu ya, kurang lebih. Akupun dulu begitu, bahagia banget. Suami perhatian dan sayang banget ya, sampai mau guntingin kuku istri. Seiring waktu, baru paham ini teh salah satu hobi suami. Dia paling tidak suka melihat kuku tangan istri dan anak-anaknya panjang. Selain itu beliau yang paling hapal urutan sunah menggunting kuku jari, bagian mana dulu. Jadilah beliau diandalkan untuk pekerjaan ini. Tapi mungkin kegeeran itu ada benarnya, ya sudahlah berbaik sangka saja bahwa itu tanda cintanya kalau bukan keluarganya mana mau. Apalagi pas jari kaki.  🤭 Semoga menambah bounding antara suami dan istri.Aamiin...

Bounding suami istri?
Mungkin kita sering mendengar dan membangun bounding dengan anak. Tapi sudahkan melakukan bounding dengan pasangan kita?

Pada sebuah kajian parenting pernah disampaikan, "Awalnya berdua suatu saat akan berdua lagi". Itulah kisah yang akan dialami pasangan suami istri. Padahal jika flash back kembali. Mengingat bagaimana membangun sebuah mahligai rumah tangga dari 0, dari kata sah...menggabungkan kata Aku dan Kamu menjadi Kita. Maka babak baru di mulai...Mengenali pribadi dari pasangan secara face to face. Mulai saling memahami, mengerti dan memaklumi. Hingga bertambah rasa rasa sayang dan cinta. Semoga niat karena Allah.

Namun, terkadang belum sampai ke tahap itu Allah menganugerahkan buah hati. Perhatian suami istri mulai terpecah. Karena tidak hanya Aku dan Kamu, tapi ada Dia. Waktu untuk berdua semakin berkurang. Waktu terasa berhenti di pusaran anak. Fokus terhadap keluarga kecil. Apalagi jika angota keluarga terus bertambah. Kesibukan dalam rumah tangga pun semakin bertambah. Semuanya berjalan lancar tampak hambatan. Semua menjalankan perannya dengan baik
Namun waktu untuk berdua mungkin akan semakin jarang dan bahkan tidak ada lagi.

Ketika saat itu tiba, anak-anak mulai mandiri dan punya kehidupan sendiri. Rumah kembali seperti dulu saat belum memiliki anak-anak. Hanya ada Aku dan Kamu. Namun rasanya sudah berbeda, tidak bisa seperti dulu. Tercipta suasana sepi, kaku dan canggung. Karena selama ini aktivitas berjalan bagaikan rutinas tanpa ruh. Hanya menjalankan tugas terutama terkait dengan pasangan. Karena dulu jarang berdua, bounding suami istri tidak terjalin.

Sebelum itu terjadi, mari kita ubah kisah akhir seperti itu. Mulailah menghadirkan cinta dalam aktivitas kita  Sebagai istri dan sebagai suami dengan penuh cinta dan kasih sayang. Terutama cinta karena Allah. Niatkan ibadah mencari ridho Allah. Jangan hanya untuk menggugurkan tugas. Meluangkan waktu untuk berdua. Saling memberikan  pengertian, perhatian, motivasi dan kasih sayang  Harapannya tidak tercipta kecanggungan antara Kita. Malah sebaliknya, saling membutuhkan dan menyayangi  Sampai takdir Allah memisahkan Kita. Dan mempertemukan kembali di surga. Aamiin....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...