Langsung ke konten utama

Sayah mah emang Emak tegaan


Kalau anak minta beliin mainan, yang pertama dilihat harganya
Maklum anaknya belum bisa jaga mainan dan cepet bosen
Pan nyesek kalau itu mainan hilang atau rusak dalam itungan hari

Habis itu cek kualitas barang
Kalau kualitas jelek, mending enggak usah
Eman-eman duit, sabar dikit nabung dulu
Nanti kita beli yang mahalan dikit tapi kualitasnya bagusan

Kemudian manfaatnya
Itu mainan berfaedah tidak untuk dirinya
Kalau tidak ada yang akhirnya nanti jadi hiasan yang lebih cocok di konmari
Mending ga usah saja
Cari mainan lain yang lebih bermanfaat

Terakhir cek cara bikinnya
Kalau gampang cara bikinnya, ngapain beli
Kita bikin saja, insya Allah bisa

Seperti kisah baru-baru ini
Masih anget-anget kuku
Anak gadis pengen banget beli hand puppet yang dijual di bazar
Beberapa temannya beli mainan itu
Emak penasaran dong, berapa sih harganya
Kata teman itu mainan laku keras bak kacang goreng
Pas ditanya berapa harganya, doeng...lumayan juga harganya
Padahal ga pake bulu-bulu halus nan lembut

Emak irit langsung berpikir keras, kayaknya bisalah bikin beginian mah
Emak mencoba merayu gadis kecil
bagaimana kalau kita buat saja
Yess...yes....rayuan Emak mempan
Dia setuju dengan penawaran Maknya
Walau tahu sih masih ada gurat kecewa diwajahnya

Sabar ya Nak, ini tidak semata-mata soal uang
Ini soal prinsip yang ingin orangtuamu tanamkan

Dan sore ini...
Mulailah kami eksekusi niat membuat hand puppet yang diidam-idamkan
Setelah melalui perdebatan yang panjang Bahkan ada drama tangisan pula
Awalnya gadis kecil ingin model begini Menurut emaknya cakepan begini
Pas diikutin maunya dia
Eh... salah katanya
Pan Emak jadi keder
Akhirnya kata mufakat tercapai
Walau agak alot prosesnya
Gadis kecil mengusulkan beberapa Ide-ide untuk mempermanis boneka
Alhamdulillah saat jadi boneka yang awalnya mirip ular jadi enggak tahu jadinya mirip apa
Sekilas mirip kambing
Tebak az lah masing-masing yang melihat

Betapa bahagianya gadis kecil waktu boneka sudah  jadi
Langsung mempraktekan story telling ala-ala dia
Bangga karena bonekanya sudah jadi dan cantik
Lebih bangga lagi karena ini bikinan kolaborasi Anak dan Emaknya
Dibuat dengan penuh cinta dan kasih sayang

Anak bahagia... Emaknya lebih bahagia
Bisa mengajarkan anak sebuah kerajinan tangan yang terbuat dari bahan yang sudah tidak dipakai
Ini adalah kaos kaki ayahnya yang masih bagus tapi hilang sebelah tanpa jejak
Bisa mengajarkan pada anak, tidak selamanya yang dia inginkan dikabulkan
Melatih kesabaran dan ego anak
Melatih anak membedakan mana kebutuhan dan keinginan
Dan yang terpenting, dompet Emaknya aman
Uangnya bisa buat beli yang lain, cilok misalnya kan lumayan bisa beli banyak

" Tidak semua keinginan anak kita penuhi, karena hidup ini tidak selamanya sesuai harapan kita. Biar anak belajar memahami dan menerima bila harapan tidak terpenuhi."~ Nurul Narulitasari



#TantanganMenulisJuli
#Owow
#KamimenulisDepok
#HariAnakNasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...