Langsung ke konten utama

Nice Home Work #8 Bacth #2

 
MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Pekan ini adalah pekan ke delapan program matrikulasi Institut Ibu Profesional. Tidak terasa sudah hampir di penghujung program. Materi pekan ke delapan ini membahas pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Untuk lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis peserta mendapat tugas yaitu:
 
a. Mengambil salah salah satu dari ranah aktivitas yang sudah saya tulis di kuadran SUKA dan BISA pada NHW#7.

Setelah saya cek kegiatannya yaitu membereskan rumah, mendidik anak, memasak dan melakukan penelitian. Jika melihat NHW 1-7 yang telah saya kerjakan maka kegiatan yang pas untuk dipilih adalah mendidik anak. Kegiatan yang lain walaupun saya suka dan bisa, namun kalau untuk diperdalam lagi dan dijadikan misi hidup saya merasa kurang berminat.

b. Menjawab pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
JIka pertanyaan ini diajukan, maka jawaban impian saya adalah ingin menjadi orang yang berkompeten dalam dunia pendidikan anak. Bermimpi bisa seperti ibu Septi, yang sukses dalam dunia pendidikan anak. Sukses mendidik anak-anaknya dan sukses juga menularkan ilmu dan semangatnya kepada orang lain. Sehingga bisa bermanfaat untuk orang lain dan ilmunya barokah menjadi ladang pahala yang akan terus mengalir

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
Banyak hal yang ingin saya lakukan dalam mengimplementasikan rencana-rencana saya dalam rangka mewujudkan impian yang ingin dicapai, antara lain :

  • Ingin mempelajari ilmu-ilmu yang mendukung impian saya
  • Ingin menambah skill yang bisa mendukung cita-cita saya seperti skill menulis, public speaking dll
  • Ingin program homeschooling anak saya berhasil, terencana, terstruktur dan terevaluasi
  • Ingin bisa menulis terutama menulis tentang dunia pendidikan anak
  • Ingin mengajak anak-anak disekitar rumah untuk bermain yang edukatif
  • Ingin share ilmu kepada orang-orang sekitar tentang dunia pendidikan anak

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
  • Ingin memiliki usaha yang berkaitan dengan dunia anak dan memiliki brand sendiri
  • Ingin menulis buku tentang dunia pendidikan anak
  • Ingin memiliki perpustaan atau tempat bermain untuk anak-anak disekitar rumah
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Apa yang ingin dicapai dalam kurun waktu kehidupan adalah saya ingin menjadi orang yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Jika melihat hasil mengerjakan NHW 1-7 program matrikulasi ini, maka hal yang bisa saya share kepada orang lain yaitu ilmu tentang dunia pendidikan anak. Saya ingin menjadi educator, insipator, dan motivator minimal untuk diri sendiri dan orang sekitar alhamdulillah bisa untuk komunitas yang saya ikuti dan  masyarakat luas.  Harapannya ilmu yang share tersebut bisa menjadi ladang pahala saya dan bisa menjadi pahala yang akan terus mengalir. Aamiin…

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
Dalam 5-10 tahun ke depan, hal yang ingin saya capai adalah saya telah bisa menghandle urusan domestic di rumah, sehingga saya sudah bisa berkiprah di luar rumah. Kemampuan menulis dan menjadi pembicara tentang dunia pendidikan sudah mulai dirintis, alhamdulillah bila bisa menulis buku. Hal lainnya yaitu sudah merintis usaha sendiri dengan brand sendiri.

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Dalam kurun waktu satu tahun, yang ingin saya adalah saya sudah bisa memanage kegiatan di rumah terutama kegiatan yang bersifat rutin dan kegiatan home schooling putri saya. Kemampuan manajerial ini akan memudahkan ruang gerak saya ketika ingin aktif di luar terutama di beberapa komunitas yang saya ikuti, harapannya saya bisa menjadi anggota aktif yang bisa berkontribusi secara nyata. Hal lain yang ingin dicapai adalah mulai rajin menulis, sehingga kemampuan menulis saya semakin terasah. Jika masih memiliki waktu dan kesempatan, saya ingin mulai merintis usaha.

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH

Postingan populer dari blog ini

Membuat Tujuan Smart

Bagaimana rasanya jika kita berjalan tanpa tujuan ? Bingung pastinya ya?  Tidak jelas target yang ingin dituju, tidak tahu apa yang diinginkan yang ada hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Tentu kita tidak ingin mengalaminya bukan? Karena itu dalam melakukan suatu aktivitas atau kegiatan, ada baiknya kita memiliki tujuan terutama tujuan yang SMART. Tujuan SMART? Sudah pernah dengar dengan istilah itu? Kalau belum mari merapat, kita belajar sama-sama. Kebetulan kita lagi belajar membuat tujuan SMART untuk program yang akan Tim Bunda Piara usung. Apa  itu tujuan SMART? Tujuan yang disusun dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-based). Setiap elemen kerangka kerja SMART bekerja sama untuk menciptakan tujuan yang direncanakan dengan cermat, jelas, dan  terukur. Metode ini dipopulerkan oleh George T. Doran sejak tahun 1981. Metode ini menggunakan kerangka sasaran SMART dalam menetapkan batasan dan menentukan langkah-langkah yang perlu diambi...

Menjemput Rezeki dengan Ikhtiar yang Mulia

Malam ini kami isi membaca kisah nyata yang dialami teman bunda saat bertemu dengan dua orang anak usia prebaligh yang mengemis dengan cara ngesot. Saat ditanya uang hasil mengemis untuk apa, mereka menjawabnya untuk jajan. Mendengar semua itu, teman bunda menawarkan memberikan pekerjaan yang tidak berat hanya bungkus-bungkus dengan durasi dua jam. Mereka nanti dibayar Rp. 50.000, uang transport diganti dan juga akan diberi makanan. Sehingga uang honornya bisa ditabung untuk keperluan lain. Tanpa berpikir lama, mereka menjawab tidak mau. Malas kalau harus bekerja dulu, mereka lebih memilih mengemis saja.  Tujuan Bunda membacakan kisah ini adalah ingin melihat reaksi Little Di bagaimana? Bagaimana pendapatnya. Little Di berpendapat tidak baik mengemis seperti itu, lebih baik bekerja untuk mendapatkan uang. Alhamdulillah dia telah bisa menilai mana yang baik dan mana yang kurang baik. Minimal dia paham konsep mengemis itu tidak baik, bekerja lebih baik. Walaupun rezeki man...

Scale Up Impact

MasyaAllah tiba di penghujung kelas Bunda Shaliha. Puji syukur alhamdulillah, saya bisa meneruskan sampai tahap ini. Sebuah pencapaian luar biasa, dengan izin Allah bisa melalui tahapan-tahapan di Bunda Shaliha.  Materi 8 semacam refleksi mengikuti Kelas Bunda Shaliha, sementara tugas yang harus dilakukan adalah membuat video perjalanan tim dan penilaian terhadap diri apakah sudah pantas lulus kelas Bunda Shaliha. Tugas pertama perjalanan tim Bunda Piara, maka kita flash back terlebih dahulu ke awal mula pembentukan tim. Diawali dengan menentukan problem statemen yang sedang dialami. Setelah itu mencari tim dengan cara membuat video kampanye yang tujuannya open recruitmen tim. Alhamdulillah, dari iklan yang dilakukan ada 5 orang yang tertarik. Namun dua diantaranya mengundurkan diri karena beberapa pertimbangan. Dari tiga anggota tim, satu diantaranya berasal dari mahasiswi Bunda Shaliha, dan dua diantaranya member Ibu Profesional. Bersama tim kami lalu menentukan problem statemen ...